Connect with us

Music

22th, Nagaswara Eksis Karena Tuhan, Teknologi dan Wartawan?

Published

on

FEM Indonesia – Badai karena pandemi covid 19 yang belum tahu kapan berakhir, ternyata tak membuat label Nagaswara roboh, apalagi harus ganti haluan bisnis.

Meski tertatih tatih, sosok Rahayu Kertawiguna selaku CEO Nagaswara mengaku akan terus berusaha menjalankan roda bisnis musik yang sudah ditekuni selama 22 tahun. “Kami yakin, badai pasti berlalu. Yang penting kita terus berkarya, pantang menyerah menghadapi badai Covid 19 ini,” kata Rahayu Kertawuguna, Sabtu (11/9/2021).

Mengatasi serba keterbatan di era aturan ppkm, Rahayu menambahkan bahwa dengan kekuatan dunia internet, artis-artis Nagaswara yang pernah merilis singlenya pun gencar berpromosi meski melalui online. “Kami yakini media cetak dan online masih banyak yang membaca, makanya kami tetap memanfaatkan media cetak dan online untuk mempublish musik produksi Nagaswara,” ujar Rahayu.

Perjalanan panjang, jatuh bangun, terutama di masa-masa pandemi seperti sekarang, beber Rahayu cukup menempa Nagaswara sebagai sebuah Label & Publishing. Meski begtu, ia bersyukur karena masih dipercaya oleh ratusan artis untuk mengelola manajemennya hingga kini terus bergerak.

“Kondisi industri musik kita sedang tidak asyik. Apalagi belakangan diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang sudah mendekati tahun kedua. Banyak Kegiatan-kegiatan artis yang selama ini menjadi penopang hidup, harus berhenti total. Industri musik berada di tengah suasana yang tidak terbaca terkait wabah virus mematikan secara global. Untuk itu, menghadapi masa-masa sulit ini, Nagaswara menyesuaikan diri, dan terus berbenah, agar bisa tetap bertahan,” papar Rahayu.

Rahayu sebagai komandan sudah memanfaatkan peluang bisnis musik secara digital sesuai perkembangan jaman. Peluang dan angin segar tetap ada selama kita tetap optimis menjalaninya. Meski dalam beberapa bulan terakhir, seluruh karyawan Nagaswara harus menjalani tren baru bernama Work From Home atau WFH 100 persen!

“Kita bersyukur, hingga berusia ke 22 Tahun, Nagaswara masih tetap beraktivitas dalam keterbatasan. Kami masih merilis lagu-lagu baru, bahkan memperkenalkan artis baru. Sekuat mungkin kita tetap berkreasi. Dengan cara itu kehidupan bisa terus dijalani.”, tandas Rahayu semangat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Music

Tommy J Pisa, Maya Angela dan Tagor Pangaribuan Konser Bareng di “Barbeque Night” Jakarta

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Usai hingar bingarnya pesta demokrasi di Indonesia yang menyedot perhatian pada 14 Februari yang lalu, Maman Piul Enterprise kembali memberi hiburan musik dengan menggelar konser dari para penyanyi legend bersuara emas.

Kali ini, Golden Boutique Hotel selaku penyelenggara menggandeng tiga penyanyi senior yang pernah beken pada 90an adalah Tommy J Pisa, Maya Angela dan Tagor Pangaribuan. Mereka bertiga akan mengisi panggung di Golden Boutique Hotel pada hari Jum’at (23/2) Malam secara live.

“Alhamdulillah akhirnya sudah 4 bulan kita adakan konser kecil malam kenangan di Golden Boutique Hotel Gunung Sahari, Jakarta, dengan tema Barbeque Night bersama artis kesayangan yang pernah sukses di jamannya. Lagu lagu mereka tak pernah bosan buat kangen kangenan dan  ingin mengenang masa kita muda. Dan kali ini kami pun akan menggelar konser yang lebih menarik,” ujar Bunga Saragih selaku event manager Golden Boutique Hotel, Jakarta, Kamis (22/2).

Bunga Saragih yang dalam konser tersebut juga menjadi emsi menambahkan, dirinya sebagai maneger event yang dipercaya pihak hotel yang berada dikawasan Gunung Sahari, Jakarta, mengaku bangga bisa kembali mengajak para penyanyi senior senior untuk eksis lagi meski dalam sebuah konser terbatas.

“Alhamdulillah konser ini sebelumnya sukses terus yang dibantu musisi MAMAN PIUL yang selalu Hadir menemani saya untuk memandu acara tersebut. Selain itu, golden boutique hotel juga sangat mempercayai saya untuk sebagai maneger event disini,” ungkapnya.

Bunga menjelaskan konser yang akan digelar selama 3 jam nonstop yang akan menampilkan 3 Artis penyanyi yang pernah mempunyai lagu-lagu hits dimasanya. Hal ini katanya juga atas permintaan dari pengunjung Golden Memori di Golden Boutique Hotel.

“Siapa ngga kenal Maya Angela yang beken dengan lagu “Bangku Tua”, Tagor Pangaribuan di lagu “Jangan Salah Menilai”. Dan tak kalah fenomenalnya penyanyi legen, Tommy J Pisa yang akan membawakan lagu “Dibatas Kota Ini”, semua itu bisa disaksikan malam besok,” ungkapnya.

Sementara General Manager Golden Boutique Hotel, Gandhi menambahkan, pada konser kali ini mengharapkan para tamu dan penonton yang hadir akan kemabli merasa terpuaskan kerinduannya dengan tiga artis tersebut dengan lagu-lagunya yang pernah beken. Ia juga berharap konser menjadi pengobat rindu pecinta tembang tembang memory.

“Di konser ditempat kami, pastinya penonton dapat bernyanyi bersama dengan tiga penyanyi tersebut, sambil barbequan dengan menu makanan yg lezat dan beraneka macam, itu juga tujuan kami memanjakan tamu dan penonton disini,” pungkas Gandhi.

Bagi penonton yang ini hadir menyaksikan konser terbatas, silahkan langsung menghubungi Golden Boutique Hotel di jalan Angkasa Kemayoran Jakarta. Penasaran?

Continue Reading

Music

Lagu Dangdut “Lagi Syantik” Siti Badriah Tembus 700 Juta Views di Youtube, Nagaswara Buka Rahasia!

Published

on

FEM Indonesia – Menyambut Hari Musik Nasional 2025, Video musik single “Lagi Syantik” milik Siti Badriah tembus 700 juta views di YouTube. Pencapaian tersebut makin mengukuhkan video musik milik NAGASWARA itu sebagai video musik Indonesia dengan views terbanyak sepanjang sejarah.

Siti Badriah mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Sejak awal, video musik lagu karya Yogi RPH itu memang sudah membuatnya bangga. Apalagi, saat ini, video musik tersebut sudah mencapai 700 juta views di YouTube.

“Aku senang banget video klip ‘Lagi Syantik’ di YouTube kini 700 juta views di akun official NAGASWARA. Sejak awal baik lagu maupun video klipnya sudah membanggakan aku juga tim Nagaswqra. Semoga terus membawa berkah,” ungkap Siti Badriah, Rabu (21/2/2024).

Lagu dan video musik “Lagi Syantik” dirilis tahun 2018 di YouTube. Tidak hanya di tanah air, lagu tersebut juga disukai di luar negeri. Banyak Youtuber dari seluruh dunia ikut mengcover lagu tersebut dan memberikan pujian mereka. Pencapaian ini bikin pecah dan menggetarkan jagad YouTube. Puncaknya single “Lagi Syantik” dinyanyikan Sibad dalam penutupan Asian Games ke-18 tahun 2018 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

“Alhamdulillah jadi banjir job, kejar setoran jadinya. Jadi banyak tawaran-tawaran untuk jadi host, sinetron, banyak orang yang lebih kenal aku sekarang,” kata Sibad.

Lewat “Lagi Syantik” pula, Sibad juha banjir penghargaan. Salah satunya penghargaan yang diterima dari kerajaan Thailand. Lagu tersebut terpilih sebagai “Best ASEAN Economic Community Song” oleh F.M. 95 MHz. Radio Station MCOT Company Limited Bangkok.Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) juga memberikan penghargaan kepada “Lagi Syantik” sebagai “Unggahan Video Clip Lagu dengan Penonton Terbanyak”. Pada saat itu, “Lagi Syantik” berhasil mendapatkan 300 juta viewers dalam 4 bulan.

“Ini adalah pencapaian Nagaswara di jagad YouTube secara organik dan otentik di industri musik tanah air dalam menyambut Hari Musik Nasional 9 Maret nanti,” kata CEO NAGASWARA Rahayu Kertawiguna. 

Continue Reading

Music

Aksi Fiersa Besari Pecahkan “Celengan Rindu” di Bekasi

Published

on

FEM Indonesia – Masih rangkaian program Blooming of Love, penyanyi Fiersa Besari, akhir pekan lalu, membuat hangat atrium lantai dasar Grand Metropolitan Bekasi. Terlebih sekitar 9 lagu yang dibawakan Bapak satu anak itu, selalu dinyanyikan bersama dengan para penggemarnya, Kawan Fiersa dan pengunjung, sejak mulai beraksi pukul 20.00.  

Langsung melantunkan Garis Terdepan, riuh rendah pun terdengar dari mulut Kawan Fiersa, nama penggemar Fiersa, dan pengunjung, baik lantai dasar, lantai 1 serta lantai 2. Komunikasi dua sisi juga terjadi usai Fiersa bernyanyi. Semisal ia mengaku kali pertama tampil pertama di Bekasi pada 2024 seraya mengingat kenangan dirinya dulu sempat tinggal di Kranggan.

Saya dulu sekolah di SMA 42 Halim, jadi dari dulu saya sudah sering keluar kota,” ujarnya.

Selesai chit chat, Fiersa melanjutkan dengan lagu Lagu Valentine, Pengecut, April, Nadir, Pelukku untuk Pelikmu, Waktu yang Salah, Runtuh dan dipungkasi lagu Celengan Rindu.

Layaknya penikmat lirik puitis, Kawan Fiersa serta pengunjung terlihat antusias mengikuti lirik yang dilantunkan penyuka naik gunung tersebut. Bahkan lautan gawai selalu merekam penampilan Fiersa selama lebih kurang 1,5 jam itu.

Mengenakan pakaian dominasi hitam, ia juga sesekali bercerita setiap akan membawakan lagu diselingi lemparan jokes yang disambut tawa penonton. Fiersa pun menyempatkan selfie menggunakan ponsel penggemar dan melemparkan beberapa pik gitar ke arah penonton dari atas stage pada akhir pertunjukan.  [foto/teks : denim]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending