Connect with us

Berita Hot News

Atasi Gulungan Ombak 6-8 Kaki Dengan Sempurna, Owen Wright Menangkan Tahiti Pro Teahupo’o 2019

Published

on

FEM Indonesia – Dalam sebuah surel yang masuk ke redaksi FEM Indonesia, peselancar dunia Owen Wright baru saja menjadi Juara di ajang Tahiti Pro Teahupo’o 2019.

Ia berhasil meraih kemenangan dengan gulungan ombak setinggi 6-8 kaki yang sempurna di Teahupo’o pada babak Final melawan 2x pemegang gelar Juara Dunia, Gabriel Medina.

Kemenangan ini sudah direncanakan selama satu tahun saat keduanya juga bertarung dalam babak Final di Tahiti Pro tahun lalu. Pada tahun 2018, Gabriel berhasil menang dan di tahun ini, Owen menampilkan kinerja yang tak terkalahkan.

TEAHUPO’O, TAHITI – AUGUST 28: Owen Wright of Australia wins the 2019 Tahiti Pro Teahupo’o after winning the final at Teahupo’o on August 28, 2019 in Tahiti, Franch Polynesia. (Photo by Matt Dunbar/WSL via Getty Images)

“Saat ini saya sangat bahagia, ini merupakan peristiwa yang luar biasa. Sebelumnya, saya sempat berbicara jika saya ingin berlomba melawan Gabriel di babak Final, dan tahun lalu kami berdua juga sempat membahas hal itu. Saya punya perasaan yang aneh bahwa hal itu akan terjadi lagi. Hari ini ombaknya sangatlah sempurna dan bisa mengarunginya bersama teman yang hebat rasanya sangatlah istimewa,” begitulah ungkapan Owen.

Sepanjang kompetisi berlangsung, Owen dan Gabriel sangat menonjol, hanya dua orang peselancar yang berhasil meraih nilai 10 sempurna pada tahun 2019 di Teahupo’o. Nilai 10 yang diraih Owen datang pada saat babak perempat final, nilai ini memberinya momentum yang mendorongnya untuk bisa menang.

“Ketika Anda datang ke sini dan mendapatkan nilai 10 pada babak pertama Anda di hari itu, rasanya benar-benar membuat segalanya berubah. Saya merasa itu adalah harinya saya. Hal itu membuat saya merasa seolah-olah semua hal datang kepada saya, dan apa yang perlu saya lakukan adalah menundukkan kepala dan terus berjalan. Saya sangat senang bisa meraih kemenangan ini,” ungkap Owen.

TEAHUPO’O, TAHITI – AUGUST 28: Owen Wright of Australia advances to the semi finals of the 2019 Tahiti Pro Teahupo’o after winning Quarter Final Heat 1 at Teahupo’o on August 28, 2019 in Tahiti, Franch Polynesia. (Photo by Matt Dunbar/WSL via Getty Images)

Kemenangan ini menandai kemenangan keempat Tur Kejuaraan dalam bagi karir Owen, dan merupakan langkah luar biasa lainnya setelah ia kembali dari cedera otak yang dideritanya di Pipeline pada tahun 2015. Setelah absen selama setahun setelah cedera yang dialaminya, Owen kembali berkompetisi dan memenangkan kejuaraan pertamanya. Sekarang, satu setengah tahun kemudian, dia mengikuti kompetisi di salah satu dari pecahan ombak terumbu karang terberat di dunia dan berhasil mengalahkan Juara Dunia untuk mencapai kemenangan Tur Kejuaraan keduanya setelah cedera yang dialaminya.

“Saya belum pernah memenangkan kompetisi sejak acara Snapper. Dan itu terlalu awal dalam proses pemulihan saya. Sejak itu, rasanya selalu naik turun, dan akhirnya dalam beberapa bulan terakhir ini rasanya selalu naik dan naik lagi. Inilah momentum yang saya butuhkan. Saya sudah lama ingin memenangkan acara ini, keluarga saya ada di sini bersama saya, dan semuanya terasa sempurna. Saya sangat senang bisa meraih kemenangan ini,” tambah Owen.

TEAHUPO’O, TAHITI – AUGUST 28: Owen Wright of Australia wins the 2019 Tahiti Pro Teahupo’o after winning the final at Teahupo’o on August 28, 2019 in Tahiti, Franch Polynesia. (Photo by Matt Dunbar/WSL via Getty Images)

Kemenangan Owen hari ini telah mendorongnya naik ke peringkat 8 dunia di  WSL Jeep Leaderboard, dan juga menjadikannya sebagai surfer Australia dengan peringkat tertinggi di dunia. Jika kita melihat acara Olimpiade di Tokyo tahun 2020, kemenangan ini akan menempatkan Owen di posisi yang nyaman untuk bisa memperebutkan tempat yang didambakan di tim surfing Olimpiade Australia.

Juara Runner-up Gabriel Medina juga naik peringkatnya dengan posisi keduanya di Tahiti Pro. Sekarang ia menduduki posisi ke-4 di WSL Jeep Leaderboard, Gabriel tidak sabar untuk menantikan acara terakhir di tahun ini untuk berjuang mendapatkan gelar juara dunia ketiganya.

Kejuaraan Tahiti Pro 2019 adalah acara yang perlu diingat, dimana Owen Wright dan Gabriel Medina beraksi bersama dalam acara ini.

Hot News

“Perempuan Tanah Jahanam”, Rilis Official Trailer dan Poster Agar Penonton Tahu Seberapa Seram

Published

on

FEM Indonesia – Ivanhoe Pictures, CJ Entertainment, BASE Entertainment, dan RAPI Films, Logika Fantasi secara resmi meluncurkan official trailer dan official poster film berjudul “Perempuan Tanah Jahanam.

Sebulan menuju tayang pada 17 Oktober, official trailer dan official poster akan memberi petunjuk seberapa seram film horor terbaru dari Joko Anwar ini. Official trailer menampilkan dua sahabat Maya (Tara Basro) dan Dini (Marissa Anita) yang datang ke sebuah kampung dengan sebuah pertanyaan tentang keluarga.

Dalam satu dialog Dini berkata, “Orang tua gak terlalu penting”. Lalu dibalas oleh Maya “Ya kan seenggaknya lo tahu mereka siapa”. Dini kembali menyahut, “Ya sih, Apalagi kalau mereka ninggalin harta banyak”. Dalam video berdurasi 1 menit 46 detik tersebut diperlihatkan kemudian secara sekilas horor yang ditemui Maya dan Dini di sebuah daerah terpencil.

Berbagai karakter yang jadi ciri khas Joko Anwar dalam penyutradaraan terlihat seperti warna mencekam dan kamera yang bergerak pelan ataupun secara mengintip berusaha menyingkap misteri. Selain Tara dan Marissa, muncul juga Asmara Abigail, Ario Bayu, dan Christine Hakim yang berada dalam posisi mencurigakan.

Di satu scene, Christine Hakim yang berperan sebagai Nyi Misni menyerukan, “Kamu… kesalahan yang harus aku hapus”. Satu pernyataan yang juga menarik adalah sebuah teks bertuliskan, “Do You Really Know Your Family?”.  “Film ini adalah kontemplasi saya tentang fungsi anggota keluarga. Ibu, bapak, dan anak. Saya tulis film ini ketika sedang banyak pikiran tentang keluarga.” Seperti apa keluarga yang dimaksud? Nantikan kisah yang menarik yang akan diungkapkan di film,” kata Joko Anwar di Jakarta.

Film Perempuan Tanah Jahanam mengisahkan tentang Maya, seorang wanita muda yang sedang mengalami nasib buruk. Setelah mengalami serangan mendadak, Maya mendapat informasi bahwa dia mungkin mendapatkan harta warisan di desa leluhurnya. Dengan temannya Dini, Maya kembali ke desa kelahirannya, tidak menyadari bahwa masyarakat telah berusaha mencari dan membunuhnya karena suatu alasan. Ketika dia mulai menemukan kenyataan rumit tentang masa lalunya, Maya menemukan dirinya dalam pertarungan untuk menyelamatkan hidupnya.

Film ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar ini telah dipersiapkan sejak sepuluh tahun lalu. Baginya ini adalah sebuah karya yang personal, “Secara langsung aku mengevaluasi tentang arti keluarga.” Sejak lama ia ingin mewujudkan karya ini namun, “Kalau bikinnya jaman dulu pas selesai nulis (pada 2008), secara teknis belum kuat, jadi aku harus mematangkannya lagi,” beber Joko. Dari apa yang terlihat di Official Trailer tampak bahwa secara teknikal film ini mempunyai tingkat keseruan yang berbeda, bahkan dari karya-karya Joko sebelumnya.

Film Perempuan Tanah Jahanamdibintangi oleh Tara Basro, Marissa Anita, Ario Bayu, Christine Hakim, Asmara Abigail, Kiki Narendra, Tengku Rifnu, Zidni Hakim, Faradina Mufti, Abdurahman Arif, Mian Tiara, Eka Nusa Pertiwi, Aghniny Haque, Arswendy Bening Swara, Ramadhan Al Rasyid, dan Ical Tanjung. Selain itu juga disertakan pemeran yang berasal dari kota-kota syuting dilakukan. Kebanyakan mereka adalah aktor baru yang diaudisi khusus untuk film ini.

Film juga melakukan syuting di desa-desa sekitar Malang, Gempol, Lumbang, Bromo, Lumajang, Ijen, dan Banyuwangi. Penasaran?

Continue Reading

Hot News

Rayakan Satu Dekade Berkarir, Zaskia Gotik Rilis Lagu Dancedut “Ayo Turu”

Published

on

FEM Indonesia – Merayakan satu dekade karirnya sebagai pedangdut sukses, Zaskia Gotik bersama Langit Musik Live Streaming bertajuk “Let’s Talk About Music” menggelar launching lagu barunya “Ayo Turu” yang bakal ngehits.

Perayaan yang digelar Nagaswara dan Melon di helat di Vertikal Garden, Gedung Telkom Landmark Tower (TLT), Gatot Subroto, Jakarta Selatan, dan berlangsung sangat meriah, Kamis (12/9/2019).

“Alhamdulillah hingga saat ini sudah satu dekade Neng (Zaskia Gotik), dibawah naungan label Nagaswara. Berkat Pak Rahayu (produser Nagaswara), Neng sampai sekarang masih bisa eksis,” kata Zaskia Gotik kepada sejumlah awak media.

Ayo Turu kata wanita yang akrab disapa Neng, adalah single ciptaan Koko Julian yang digarap dengan konsep Dancedhut dan diaransemen oleh Donall Kinan Sammy yang menceritakan tentang pekerja kantoran yang padat dengan segudang aktivitas pekerjaanya yang membuat penat. Meski sudah pulang kantor, tetap ada saja yang harus dikerjakan dan membuat tubuh cepat lelah dan mudah sakit.

Rutinitas inilah yang membuat Zaskia Gotik juga bisa menyampaikan pesan kepada pendengar untuk mengajak ‘turu’ (tidur dalam bahasa Jawa) dan beristirahat sejenak untuk menghilangkan kepenatan dan kebosanan.

“Judul memang banyak asumsi artinya, tergantung mindset setiap orang. Yang jelas lagu ini positif mengajak dan mengingatkan pekerja untuk beristirahat sejenak,” ungkapnya sambil menambahkan dengan merilis Ayo Turu berharap bisa melebihi hits-hits sebelumnya.

Rahayu Kertawiguna selaku CEO Nagaswara mengataman tak salah pilih dengan Zaskia Gotik Yang termasuk sebagai penyanyi yang sangat pemilih dalam memilih lagu. Meski begitu ternyata hasilnya selalu menjadi ngehits.

“Zaskia itu type penyanyi yang pemilih, susah susah gampang. Tapi dengan keyakinan dan feeling-nya memilih single, selalu menjadi hits dan disukai penggemar,” beber Rahayu.

Dedi Suherman (CEO Melon/Langit Musik) pun menyebut pedangdut Zaskia Gotik sebagai penyanyi dangdut spektakuler.

“Sosok Zaskia ini adalah seorang entertainer yang luar biasa. Multitalenta, bisa menyanyi, host dan juga komedian. Dia (Zaskia) penyanyi pertama yang naik di panggung Langit Musik dengan sepuluh juta follower pertama,”  jelas Dedi.

Continue Reading

Hot News

Ratusan Surfer 16 Negara Jajal Ombak Terbaik di Dunia di Sail Nias 2019

Published

on

FEM Indonesia – Kompetisi Surfing International atau World Surf League Nias Pro 2019, merupakan rangkaian kegiatan Sail Nias 2019. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 120 peserta dari 16 negara.

Adapun 120 peserta itu terdiri dari 95 peserta laki-laki dan 25 peserta wanita. Mereka berasal dari Indonesia, Australia, Prancis, Portugal, Spanyol, Jepang, Amerika Serikat, Venezuela, Hawai, New Zealand, Argentina, Peru, Chili, Afrika Selatan, Mauritius dan Brazil.

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid mengatakan, Kompetisi Surfing Internasional ini menunjukan Indonesia memiliki tempat surfing terbaik di dunia.

“Data di kami bahwa Surfing atau laut panorama indah dengan gelombang yang ada di Sorake ini terbaik nomor 1 di dunia. Kita bangga pak Bupati, anugerah Tuhan yang maha kuasa kepada kita semua diberikan keindahan alam ini,” kata Taufiq di acara Opening Serecomy World Surf League (WSL) Nias Pro 2019 di pantai Sorake, Nias Selatan, Selasa (10/9) dalam keterangan siaran persnya.

Taufiq mengatakan, dengan hadirnya peserta kompetesi surfing ini, memperlihatkan Indonesia mempunyai kekayaan alam yang luar biasa. Olehnya itu, Kementerian dan Lembaga yang ikut mendukung Sail Nias 2019, juga mendorong untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui promosi pariwisata.

“Sail Nias ini membawa manfaat ekonomi karena kita mempromosikan wilayah. Mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di desa, mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa, yang ada di seluruh daerah melalui promosi-promosi pariwisata,” paparnya.

“Kita tahu dan kita sadar bersama bahwa Indonesia negara kepulauan yang betul-betul kaya akan sumber daya alam. Kita punya pantai yang indah di Nias Selatan yaitu pantai Sorake,” tambahnya.

Taufiq juga menyampaikan bangga dan bersyukur bahwa pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah mempunyai komitmen yang kuat. “Yakni untuk terus mendorong percepatan pembangunan nasional, termasuk pembangunan di seluruh daerah,” tandasnya.

Opening Serecomy World Surf League Nias Pro 2019 ini juga dihadiri Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenhumkam Fredy Harris, Kepala Daerah Se-Kepulauan Nias yang diwakili Forkopimda, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, serta Manager of WSL Of Asia Stephen Keith Robertson.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending