FEM Indonesia – Peringatan Hari Musik Nasional (HMN) tetap digelar pada 9 Maret 2026, meski bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, komponis lagu kebangsaan Indonesia Raya yang juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Penetapan 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional sendiri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Dipusatkan di Serang dan Berlanjut di Jakarta

Perayaan HMN 2026 akan dipusatkan di Gedung Negara pada 9 Maret 2026, kemudian dilanjutkan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 15 April 2026.

Sekretaris Jenderal Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Dwiki Darmawan, menyatakan bahwa konsep acara telah disesuaikan dengan suasana Ramadan.

“Kita sesuaikan dengan bulan puasa (iftar) Ramadan,” ujar Dwiki saat beraudiensi dengan Menteri Kebudayaan di Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, baru-baru ini.

Angkat Musik Tradisi dan Dangdut ke Level Global

Dalam perayaan tahun ini, panitia akan menampilkan beragam kesenian tradisional seperti Terbang Gede, Genjring Zikir, tari Rudat, hingga Salawat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali musik daerah sebagai fondasi kebudayaan nasional.

Tak hanya itu, PAPPRI juga tengah menjajaki penampilan musik dangdut yang diusulkan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Upaya ini diharapkan memperkuat posisi dangdut sebagai identitas musik khas Indonesia di kancah internasional.

Selama ini, PAPPRI konsisten merawat dan menjaga musik tradisional Indonesia melalui kebijakan kebudayaan nasional dan kolaborasi lintas komunitas.

Dukungan Penuh Kementerian Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan HMN 2026 yang mengedepankan semangat kolaborasi dan penguatan ekosistem musik nasional.

Menurut Dwiki, perayaan ini nantinya juga akan melibatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI serta Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI).

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Dirjen PPPK Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Seni Syaifullah Agam, Staf Khusus Diplomasi Budaya Kemenbud Anisa Rengganis, serta jajaran DPP PAPPRI.

Dengan tetap digelarnya Hari Musik Nasional di bulan Ramadan, pemerintah dan insan musik menunjukkan komitmen kuat untuk terus merawat keberagaman musik Indonesia baik tradisional maupun modern sebagai bagian penting dari identitas bangsa.