Connect with us

Ragam

Baru rilis, Nissan Kicks e-POWER Langsung Ludes

Published

on

FEM Indonesia – Inovasi kendaraan bermotor selalu menarik perhatian. Semisal Nissan Kicks e-POWER.

Inovasi mobil elektrik bergenre compact SUV pabrikan Indomobil Nissan ini membuat konsumen rela masuk dalam waiting list setelah lima hari diperkenalkan ludes terjual di Indonesia. Benarkah?

Nissan Kicks e-POWER menjadi buah bibir lantaran tehnologi yang digunakan. Meski mobil elektrik namun mobil ini saat mengisi ulang energinya tanpa charger listrik melainkan dengan bahan bakar. Bensin diubah menjadi energi listrik dan mengirimkannya ke baterai untuk digerakkan oleh motor listrik. Baterai yang dipakai pun berjenis lithium-ion. Hal ini untuk mengoptimalkan tenaga ketika  berkendara sehingga lebih hemat energy.

“Ini memang salah satu produk unggulan Nissan. Saya senang masyarakat Indonesia menyambut Nissan Kicks e-POWER dengan baik hingga sold out dalam waktu singkat, terutama karena ini berarti masyarakat semakin aware dan dekat dengan teknologi mobil terkini yang memberikan 100% pengalaman berkendara dengan tenaga elektrik. Ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna mobil di Indonesia,” jelas Presiden Direktur Nissan Motor Distributor Indonesia, Evensius Go, lewat rilis, belum lama ini.

Selain itu ragam fitur menariik lainnya disematkan pada mobil ini. Semisal teknologi One-Pedal Operation, dimana pengemudi dapat melakukan akselerasi dan deselerasi hanya dengan pedal gas saja. Lalu fitur Intelligent Forward Collision Warning yang dapat mendeteksi pergerakan tiba-tiba dari mobil kedua yang berada di depan pengemudi dalam satu lajur, sehingga pengemudi bisa mengantisipasi potensi tabrakan.

Kemudian Intelligent Emergency Braking akan secara otomatis mengaktifkan pengereman ringan dan darurat saat resiko tabrakan meningkat. Dan tak ketinggalan, dengan mengaktifkan fitur Intelligent Cruise Control, secara otomatis mobil akan menjaga kecepatan dan jarak yang aman dari kendaraan di depan pengemudi. Dengan teknologi-teknologi ini, pengemudi akan sangat terbantu dan berkendara menjadi lebih aman.

Menurut laporan bescarweb.jp pemesanan Nissan Kicks e-POWER di Jepang mencapai lebih dari 10 ribu unit hingga Juli 2020. Adapun model ini baru debut di Negeri Sakura pada 24 Juni 2020. Kabar teranyar, jika ingin memesan Nissan Kicks e-POWER di Jepang harus waiting list hingga Januari 2021. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam

Aurora Nia Holm, Namanya Kembali Masuk A-List ‘Indonesia’s Top 100 Lawyer’

Published

on

By

FEM Indonesia – Berpengalaman diberbagai layanan hukum termasuk menangani merger dan akuisisi, usaha patungan, pembiayaan, pasar modal, dan kasus investasi asing. Serta sejumlah transaksi lintas batas di Asia Tenggara dan sejumlah startup dan pelaku industri teknologi di tanah air.

Nama pengacara muda milenial, Aurora Nia Holm kembali masuk ke A-List di ‘Indonesia’s top 100 lawyers’ versi ‘Asia Business Law Journal’ yang risetnya sejak 2018 silam.

Sebagai informasi, untuk dapat masuk ke dalam pengacara A-List Indonesia, seseorang tak hanya memiliki pengetahuan hukum yang mendalam, tetapi harus menjadi seorang pengacara yang responsif.

“Menjadi pengacara merupakan pekerjaan yang menantang karena pengacara profesional selalu dituntut untuk memberikan solusi terbaik bagi kliennya. Untuk menjadi pengacara yang luar biasa, Anda juga perlu memahami masalah klien, dan menjadi orang yang dapat diandalkan dan dipercaya,” ujar Aurora Holm, baru-baru ini di Jakarta.

Pengalaman Aurora yang paling menonjol termasuk keterlibatannya dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia dalam mengembangkan kerangka hukum dan peta jalan perdagangan elektronik (e-commerce) negara. Ia juga pernah bekerja dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Co-founder Kyora Law Firm ini juga dengan keahlian luas di bidang hukum perusahaan di Indonesia dan Singapura, khususnya di industri teknologi.

“Saya berharap dengan penghargaan seperti Indonesia’s Top 100 Lawyers ini dapat terus menambah semangat para advokat Indonesia untuk dapat memberikan solusi terbaik bagi kliennya. Selain itu, saya juga berharap di masa depan akan lebih banyak lagi advokat perempuan muda yang energik serta memiliki wawasan hukum yang luas, khususnya di industri teknologi,” katanya.

Masik di antara A-List Indonesia’s Top 100 Lawyers menjadikannya salah satu pengacara perempuan termuda yang diakui dalam daftar bergengsi ini. Pada tahun 2020, dia berhasil masuk ke daftar yang sama untuk kedua kalinya. Hingga sekarang, ia kembali masuk ke daftar yang sama untuk ketiga kalinya.

Tentang Indonesia’s Top 100 Lawyers

A-List adalah daftar pengacara berdasarkan riset yang dilakukan oleh Asia Business Law Journal. Untuk mengidentifikasi 100 pengacara terbaik di Indonesia, Asia Business Law Journal menghubungi ribuan penasihat hukum internal di Indonesia dan di seluruh dunia serta mitra di firma hukum internasional dan meminta mereka untuk memberi tahu kami pengacara mana yang harus lolos.

Daftar terakhir mencerminkan nominasi yang diterima dikombinasikan dengan tim editorial Asia Business Law Journal yang berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam mendokumentasikan dan menganalisis pasar hukum Indonesia.

Berikut ini daftar lengkap 100 pengacara top Indonesia 2021 versi Asia Business Law Journal:

1. Bono Daru Adji (Assegaf Hamzah & Partners
2. Lia Alizia (Makarim & Taira S)
3. Miriam Andreta (Walalangi & Partners)
4. Ignatius Andy (Ignatius Andy Law Office)
5. Arie Armand (Armand Yapsunto Muharamsyah)
6. Ahmad Fikri Assegaf (Assegaf Hamzah & Partners)
7. Ibrahim Sjarief Assegaf (Assegaf Hamzah & Partners)
8. Ivan Ferdiansyah Baely (IABF)
9. Wahyuni Bahar (Bahar)
10. Theodoor Bakker (ABNR)
11. Tony Budidjaja (Tony Budidjaja Lawyers)
12. Tjahjadi Bunjamin (Hiswara Bunjamin & Tanjung)
13. Bagus Nur Buwono (Bagus Enrico & Partners)
14. Michael Carl (SSEK Legal Consultant)
15. Oscar Damarjati (Hendra Soenardi)
16. Iqbal Darmawan (HHP)
17. Melli Darsa (Melli Darsa & Co)
18. Agus Ahadi Deradjat (ABNR)
19. Luke Devine (HHP)
20. Chandrawati Dewi (ABNR)
21. Mita Djajadiredja (HHP)
22. Ira Eddymurthy (SSEK Legal Consultant)
23. Fransisca (Makes & Partners)
24. Mohamed Idwan Ganie (Lubis Ganie Surowidjojo)
25. Daniel Ginting (Ginting & Reksodiputro)
26. Bonie Guido (Guido Hidayanto & Partners)
27. Indri Pramitaswari Guritno (HHP)
28. Iqbal Hadromi (Hadromi & Partners)
29. Tarsis Halilintar (Ginting & Reksodiputro)
30. Chandra Martha Hamzah (Assegaf Hamzah & Partners)
31. Al Hakim Hanafiah (Dentons HPRP)
32. Dianyndra Kusuma Hardy (Suhardi Somomoeljono & Associates)
33. Andreas Hartono (Andreas, Sheila & Partners)
34. Stefanus Haryanto (Adnan Kelana Haryanto & Hermanto)
35. Eddy Hendra (Hendra Soenardi)
36. Irawati Hermawan (Hermawan Juniarto & Partners)
37. Bintang Hidayanto (Guido Hidayanto & Partners)
38. Iril Hiswara (Hiswara Bunjamin & Tanjung)
39. Rahayu Ningsih Hoed (Makarim & Taira S)
40. Aurora Nia Holm (Kyora Law)
41. Zacky Zainal Husein (Assegaf Hamzah & Partners)
42. Pheo Hutabarat (Hutabarat Halim & Partners)
43. Arie Hutagalung (Arie Hutagalung & Partners)
44. Hotman Paris Hutapea (Hotman Paris & Partners)
45. Enrico Iskandar (Bagus Enrico & Partners)
46. Prudence Jahja (Januar Jahja & Partners)
47. Darrell Johnson (SSEK Legal Consultant)
48. Cornel Juniarto (Hermawan Juniarto & Partners)
49. Andi Kadir (HHP)
50. Mohamad Kadri (Guido Hidayanto & Partners)
51. Freddy Karyadi (ABNR)
52. Andy Kelana (Adnan Kelana Haryanto & Hermanto)
53. Herry Kurniawan (ABNR)
54. Emir Kusumaatmadja (Mochtar Karuwin Komar)
55. Justisiari Kusumah (K & K Advocates)
56. Rio Lassatrio (LHBM Counsel)
57. Eddy Marek Leks (Leks & Co)
58. Vincent Ariesta Lie (Makarim & Taira S)
59. Todung Mulya Lubis (Lubis Santosa & Maramis)
60. Daru Lukiantono (HHP)
61. Yozua Makes (Makes & Partners)
62. Insan Budi Maulana (Maulana & Partners)
63. Giovanni Mofsol Muhammad (Dentons HPRP)
64. Ratih Nawangsari (Oentoeng Suria & Partners)
65. Putu Raditya Nugraha (UMBRA)
66. Emir Nurmansyah (ABNR)
67. Pramudya Oktavinanda (UMBRA)
68. Sugianto Osman
69. Luhut Pangaribuan (Luhut Marihot Parulian Pangaribuan)
70. Soenardi Pardi (Hendra Soenardi)
71. Denny Rahmansyah (SSEK Legal Consultant)
72. Robert Reid (Soemadipradja & Taher)
73. Harun Reksodiputro (Ginting & Reksodiputro)
74. Abdul Haris Muhammad Rum (AHRP)
75. Johannes Sahetapy-Engel (AKSET Las)
76. Kirana Diah Sastrawijaya (UMBRA)
77. Iwan Setiawan (Makes & Partners)
78. Leoni Silitonga (Roosdiono & Partners)
79. Kemalsjah Siregar (Kemalsjah & Associates)
80. Tasdikiah Siregar (TNB & Partners)
81. Zippora Siregar (Siregar & Djojonegoro)
82. Rahmat Soemadipradja (Soemadipradja & Taher)
83. Dyah Soewito (SSEK Legal Consultant)
84. Suhardi Somomoeljono (Suhardi Somomoeljono & Associates)
85. Jonathan Streifer (SSEK Legal Consultant)
86. Timur Sukirno (HHP)
87. Arief Tarunakarya Surowidjojo (Lubis Ganie Surowidjojo)
88. Gunawan Suryomurcito (Rouse)
89. Hafzan Taher (Soemadipradja & Taher)
90. Christian Teo (Christian Teo & Partners)
91. Abadi Abi Tisnadisastra (AKSET Law)
92. Rambun Tjajo (Tjajo & Partners)
93. Fred Tumbuan (Tumbuan & Partners)
94. Jennifer Tumbuan (Tumbuan & Partners)
95. Michael Twomey (SSEK Legal Consultant)
96. Luky Walalangi (Walalangi & Partners)
97. Linda Widyati (Linda Widyati & Pusponegoro)
98. Widyawan (Widyawan & Partners)
99. Frans Winarta (Frans Winarta & Partners)
100. Ary Zulfikar (AZP Legal Consultant)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Sarankan Me-Time, Lakupon : Guna Lebih Produktif dan Sehat

Published

on

FEM Indonesia – Nikmati waktu sendiri saat ini sudah seperti kebutuhan. Bagaimana tidak? keseharian disibukan kegiatan membuat badan capai dan pikiran terkuras. Apalagi sekarang bersosialiasasi dibatasi dampak pandemic Covid-19.

Sebab itu sejenak berisitirahat dengan meluang waktu untuk diri sendiri atau disebut me-time penting dilakukan guna melepas penat serta menjaga kesehatan mental.

Selain itu dengan me-time dapat memberikan otak untuk beristirahat, menjernihkan pikiran, mengurangi stress serta merevitalisasi tubuh. Demikian diungkapkan Direktur Lakupon, Jason Nurjadi.

“Kami sangat memahami bahwa di tengah situasi yang menantang saat ini, masyarakat membutuhkan me-time agar dapat berkegiatan dengan lebih produktif, bahagia dan tetap memiliki kontrol terhadap diri sendiri,” ujarnya.

Karena itu untuk memudahkan melakukan me-time, pihaknya menyediakan aneka voucher berbagai aktitas memanjakan diri.

“Untuk itu, kami hadir menemani momen me-time masyarakat dengan beragam voucher hemat untuk kegiatan dan aktivitas seru. Mulai dari rekreasi hingga kesehatan tersedia dengan harga miring ditambah promo cashback hingga 100% selama periode ShopeePay Super Online Deals pada 15 – 21 Juni. Jadi bisa me-time dengan tenang dan nyaman tanpa perlu mengkhawatirkan budget yang berlebih,” lanjut Jason.

Disebutkan lagi bahwa kegiatan yang dapat dijalankan saat me-time semisal melakukan spa dan massage, perawatan wajah, mencoba makanan atau munuman yang sedang viral serta memeriksakan kesehatan, seperti gigi.

“Dengan memfokuskan pikiran sejenak pada diri sendiri dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas karena pikiran jadi lebih jernih,” imbuhnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

FEM Travel

Adaptasi ‘Sate Khas Senayan’ Jaga Kehangatan Keluarga Kala Pandemi

Published

on

FEM Indonesia – Situasi pandemic Covid-19 yang hingga kini masih berjalan membuat semua aspek terpengaruh. Pun dengan tempat makan. Lokasi yang biasanya ramai pengunjung sekarang tidak seperti sebelum pandemic.

Inovasi untuk tetap bertahan dibutuhkan. Entah dari menu maupun pelayanan. Terlebih saat ini kemudahan yang diberikan tehnologi membuat jarak semakin dekat. Hal tersebut rupanya dilakukan Sate Khas Senayan.

“Di tengah pandemi ini, Sate Khas Senayan senantiasa melakukan adaptasi dalam memenuhi kebutuhan setiap pelanggan kami sehingga mereka dapat tetap menikmati kelezatan menu-menu Sate Khas Senayan dengan mudah dan nyaman. Lebih dari itu, para pelanggan juga akan mendapatkan promo dan keuntungan berlebih jika mereka menggunakan layanan pembayaran digital seperti ShopeePay,” papar Head of Marketing Sate Khas Senayan, Lavinia Siswadi.

Diakui inovasi ini dilakukan, sambungnya, agar momen makan bersama yang biasanya dilakukan di luar rumah tetap dapat dirasakan. Terlebih masyarakat dominan masih menyukai menu tradisional.

“Kami selalu berupaya menghadirkan makanan rumahan yang dapat menambah kehangatan momen bersama keluarga maupun orang-orang tercinta. Kami selalu konsisten menghadirkan kelezatan makanan citarasa Indonesia dengan menggabungkan resep asli tradisional serta inovasi yang mengikuti perkembangan zaman,” katanya lagi.

Selain itu, ucap Lavinia, ada hal lain yang tetap membuat suasana hangat keluarga kala pandemic. Semisal nikmati makan bersama seraya menikmati suasana yang berbeda namun ikuti protocol kesehatan, membuat pesta di rumah dan mengirim hantaran.

“Sebaiknya lakukan reservasi lebih dulu agar tak mengantri. Untuk pembayaran bisa pembayaran digital seperti ShopeePay agar pelanggan dapat mengurangi kontak fisik saat melakukan transaksi. Atau untuk layanan pesan antar, biasa memesan di order.sarirasa.co.id. Ada beragam jenis makanan. dari jajanan seperti sosis solo, tahu mendoan, lauk utama seperti ayam taliwang, soto betawi, nasi liwet hingga hidangan penutup seperti es merah delima dan es cendol. Bahkan hantaran untuk jalin silaturahmi tersedia dalam bentuk rantang, tampahan, tumpengan dan besek,” urainya. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Trending