Connect with us

FEM Depok

Berobat Gratis! Artis Tina Toon Ajak Warga Depok Pilih Pradi Afifah

Published

on

FEM Indonesia – Artis yang juga anggota Dewan, Agustina Hermanto yang lebih populer Tina Toon adalah salah satu penyanyi dan dulu cukup terkenal saat jadi artis cilik.

Dan, dalam perhelatan Pilkada Depok yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020, Tina mencurahkan waktu khusus untuk ikut mendukung pasangan calon (paslon) Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah)

“Hallo semua warga Kota Depok untuk pilih paslon nomor urut 1, Pradi-Afifah,” kata artis yang pernah terkenal dengan goyangan ngebor mirip dengan goyangan ngebor Inul Daratista.

Tina yang populer lewat lagu Bolo-Bolo, dan gerakan lehernya yang khas ini juga mengajak warga Kota Depok untuk jangan lupa datang ke TPS pada 9 Desember 2020.

“Nanti kalau Pradi-Afifah terpilih, semua kalau berobat hanya pakai KTP dan setiap RW dapat dana bantuan Rp 500 juta per tahun. So, jangan lupa pilih Pradi-Afifah untuk Depok berubah. Pilih nomor 1,” pungkas artis cantik kelahiran Jakarta 20 Agustus 1993.

FEM Depok

Menang! Pradi Afifah Bakal Bangun Madrasah Negeri di Tiap Kecamatan

Published

on

FEM DEPOK – Meski bertagline “Unggul, Nyaman, dan Religius”, ternyata Kota Depok, Jawa Barat, belum memiliki Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri.

Bahkan Depok hanya memiliki satu Madrasah Tsnawiyah (MTs) Negeri. Kok bisa?

“Cukup prihatin, sejak 15 tahun lalu, Kota Depok selalu dinarasikan sebagai kota relijius, tapi hingga saat ini baru ada satu MTs Negeri di Kecamatan Cilodong. Untuk itu, kami bertekad membangun madrasah negeri di setiap kecamatan,” ujar Calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, di Kota Depok, Selasa (24/11/2020).

Menurut Pradi, tupoksi pembangunan madrasah negeri memang ada di Kementerian Agama (Kemenag). Namun Pemerintah Kota (Pemkot) Depok nantinya dapat mengusulkan pembangunan madrasah negeri dengan syarat kewajiban menyediakan lahannya.

“Kemenag memiliki anggaran pembangunan madrasah negeri di setiap daerah. Nah, asal ada kemauan, kami akan lakukan komunikasi dan usulkan, tentu dengan lahan yang sudah disediakan,” jelas Pradi.

Sementara Calon Wakil Wali Kota Depok, Afifah Alia menambahkan, pembangunan tak hanya soal dimensi lahiriah, tetapi juga bathiniah. Keberadaan madrasah negeri di Kota Depok sangat diharapkan seluruh masyarakat Depok.

“Keberadaan madrasah negeri di setiap kecamatan diharapkan dapat menjadi jalan keluar dari kekisruhan setiap tahunnya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Depok,” tegas Afifah.

Afifah menambahkan, keunggulan madrasah akan mencetak generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman dan takwa.

Continue Reading

FEM Depok

Benahi Depok dan “Berobat Gratis”, Kata Desy Ratnasari Pilih Pradi Afifah

Published

on

FEM DEPOK – Artis Desy Ratnasari mendadak muncul ditengah riuhnya hingar bingarnya Pilkada Depok 2020, yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang.

Dalam sebuah video yang beredar, pelantun tembang hits ‘Tenda Biru’ mengumumkan dukunganya merujuk kepada pasangan nomer 1, Pradi Supriatna dan Afifah Alia.

Pradi Afifah, kata Desy yang juga sebagai Ketua DPW Partai Amanat Nasional Jawa Barat, sosok yang akan membuat perubahan di kota Depok.

“Saya mengajak warga Depok pada tanggal 9 Desember untuk datang ke TPS dan memilih atau. mencoblos nomer 1, Pradi Afifah benahi Depok,” ujar Desy.

Wanita kelahiran Sukabumi, 12 Desember 1973 juga menambahkan, Pradi Afifah selain akan membenahi Depok yang semrawut, bakal membangun kebudayaan dan memberikan berobat gratis untuk masyarakat Depok hanya dengan modal KTP Depok.

Desy atau lebih lengkapnya Hj. Desy Ratnasari, M.Psi., M.Si. merupakan aktris film dan sinetron, model, bintang iklan, penyanyi, pembawa acara papan atas, dan kini menjadi politisi Indonesia.

Sejak 2014, Desy terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional.

Continue Reading

FEM Depok

Survei Indodata, Pradi-Afifah “Unggul” 28,10 dan Idris-Imam 24,80

Published

on

FEM DEPOK – Setelah DEEP (Democracy And Electoral Empowerment Patnership), lembaga survei lainnya yaitu INDODATA, juga merilis survei pasangan calon Walikota/Wakil Walikota yang tampil di Pilkada Depok 2020.

Hasilnya, elektabilitas paslon nomor urut satu Pradi Supriatna-Afifah Alia unggul di angka 28,10%. Sedangkan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono meraih angka 24,80%.

Yang menarik di survei Indodata tersebut, sebanyak 47,10% responden menyatakan belum bersikap dan menjawab tidak tahu.

DDanis Tri Saputra Wahidin, S.IP, MIP, selaku Direktur Eksekutif Indodata, menjelaskan bahwa pihaknya menggelar survei ini sejak tanggal 10 hingga 19 November 2020.

“Kami menggunakan metode multi-stage random sampling dengan klaster survei yang menjangkau 11 kecamatan di Kota Depok. Jumlah respondennya sebanyak 800 orang dengan margin error +/- 3.45 persen pada tingkat kepercayaan 95,00 persen,” kata Danis kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Dia menambahkan, pengumpulan data dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan pewawancara independen dan terlatih. “Maksud dan tujuan survei adalah untuk mengukur elektabilitas calon walikota dan wakil walikota Depok, serta membaca peta persebaran suara berdasarkan demografi dan partai politik,” papar Denis yang didampingi Peneliti Indodata, Permana Sendaya S.IP.

Selain itu, lanjut Denis, survei juga mengukur potensi partisipasi, preferensi pemilih dan kemantapan pilihan. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh pandemi Covid-19 di Pilkada Depok.

Temuan pokok dan analisis hasil survei dijelaskan Danis sebagai berikut:

1. Potensi partisipasi pilkada Depok tahun 2020 berkisar antara 50% hingga 80%, dan memungkinkan melampaui partisipasi pada pilkada 2015 yang mencapai 56,15%, apabila pilkada disosialisasikan dengan baik dan dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan.

2. Persepsi positif terhadap kinerja pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota seimbang, tidak ada perbedaan yang sigifikan yaitu pada angka 80%.

3. Permasalahan utama warga Depok terdiri dari permasalah harga kebutuhan pokok yang mahal, pandemi covid-19, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dan biaya pendidikan yang mahal.

4. Elektabilitas pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia berada di angka 28,10%, sedangkan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono pada angka 24,80%. Sedangkan sisanya 47,10% menjawab tidak tahu/tidak jawab.

5. Mayoritas warga Depok menginginkan perbaikan, 39,10% responden, serta menginginkan perubahan dan pembenahan Kota Depok sebanyak 37.40%.

6. Permasalahan perbaikan ekonomi Kota Depok pasca pandemi covid-19 menjadi perhatian yang sangat penting bagi warga Depok.

7. Akseptabilitas warga Depok terhadap politik uang masih cukup tinggi, sehingga diperlukan langkah antisipasi dan strategi kampanye yang tepat untuk mengkanalisasi perilaku prolitik tersebut.

“Kami telah melakukan lebih 30 survei pilkada di berbagai daerah. InsyaAllah hasil survei Indodata bisa diandalkan dan akurat, karena survei kami berbasis statistika, termasuk saat kami melakukan survei pilkada Depok ini,” demikian pungkas Danis.

Continue Reading

Trending