FEM Indonesia – Untuk mengurangi sekaligus menyadarkan masyarakat akan bahaya pencemaran lingkungan, salah satunya pencemaran laut, berbagai pihak mencoba melakukan kampanye disertai aksi nyata.
Blackmores Odourless Fish Oil pun mengajak konsumen untuk menukarkan botol plastik bekas minyak ikan yang terbuat dari material plastik.
Berkolaborasi dengan Guardian, sebagai titik pengumpulan botol plastik bekas minyak ikan dan eRecycle untuk proses mendaur ulang, program yang berlangsung sejak 25 November 2021 hingga 5 Januari 2022 dapat diikuti konsumen di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek). Demikian diungkapkan Senior Brand Manager Kalbe Blackmores Nutrition, Ira Fernando.
“Blackmores Odourless Fish Oil merupakan produk yang datang dari laut, sehingga menjaga kelestarian laut dan kesehatan lingkungan laut merupakan hal yang penting untuk dilakukan demi memberikan produk yang terbaik untuk para konsumen. Dengan semakin seriusnya isu pencemaran lingkungan yang terjadi, seperti pembuangan sampah di darat dan laut, program Blackmores Peduli melalui salah satu produk unggulannya yaitu Blackmores Odourless Fish Oil diharapkan dapat menjadi aksi nyata dari kami untuk terus melakukan lebih dan membantu mengatasi masalah lingkungan yang terjadi di sekitar kita,” urainya.
Ira menambahkan program Blackmores Peduli ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi jumlah sampah botol plastik untuk kemudian mendaur ulang botol plastik bekas minyak ikan yang berasal dari merek apapun agar tidak menambah angka sampah plastik yang mengotori laut.
“Sebagai produsen vitamin dan suplemen yang bahan utamanya berasal dari lautan seperti minyak ikan, kami ingin mengajak para konsumen untuk ikut menjadi agent of change pelestarian lingkungan. Melalui langkah sederhana tapi berdampak besar ini, mereka dapat ikut bersama-sama dengan kami mengurangi jumlah sampah plastik khususnya di lautan dan melestarikan alam,” katanya.
Sedangkan untuk mekanisme penukaran, sambung Ira, konsumen dapat mengumpulkan dan membawa ke Blackmores Pop Up Store di lokasi-lokasi yang telah ditentukan serta berhak memperoleh voucher Rp.50.000/botol bagi para penyumbang.
Sekedar informasi, National Plastic Action Partnership (NPAP)1 menyebut Indonesia menjadi salah satu kontributor pembuangan sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia dengan estimasi sekitar 0,48-1,29 juta metrik ton per tahunnya. Sementara sekitar 4,8 juta ton sampah plastik di Indonesia tidak diolah dengan baik, di mana 48% di antaranya dibuang ke alam terbuka dan 9% dari sampah plastik berakhir di laut. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan