FEM Indonesia – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM, baik yang sudah maupun yang belum mewarnai dunia digital Indonesia perlu mendapatkan pendampingan dari pemerintah maupun pihak swasta yang mumpuni. Pasalnya, pelaku UMKM yang sudah masuk pasar digital juga belum sepenuhnya memanfaatkan akses pasar secara maksimal.
Padahal target 30 juta UMKM go digital pada tahun 2024 yang dicanangkan Presiden Jokowi, sudah terpenuhi sebanyak 20,76 juta UMKM atau melampaui 69 persen yang telah memasuki ekosistem digital di akhir tahun 2022.
Sebabnya untuk mengejar sekitar 10 juta dalam 2 tahun ke depan, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menargetkan 24 juta UMKM menjalani on boarding digital di tahun 2023.
“Diperlukan strategi yang tepat untuk membantu UMKM di kota-kota yang belum mendapatkan akses digital dan belum familiar dengan marketplace serta ekosistem digital lain,” ujarnya.
Selain itu dibutuhkan pendampingan untuk semua skala UMKM melalui berbagai program dari pemerintah, salah satunya dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
“Mengurus UMKM berbeda dengan usaha besar, UMKM harus didampingi secara terus-menerus dari hulu ke hilir. Seiring dengan adanya era disrupsi perilaku masyarakat akibat pandemi Covid-19 maka harus disiapkan digitalisasi dengan menyiapkan teknologi yang relevan serta mendukung bonus demografi,” ujar katanya lagi.
Sementara pihak swasta, dalam hal ini Niagahoster, juga turut membantu dengan menyediakan event, ebook dan course intensif sejak tahun 2020 untuk mengakomodir pendampingan terhadap UMKM yang dilakukan secara online dan gratis.
“Harapannya UMKM bisa mengembangkan bisnis dan mungkin bisa saling membantu banyak bisnis kecil di sekitar mereka untuk go digital. Karena kita ingin ke depannya tidak ada barrier antara pemilik bisnis, bagaimana pun skalanya, untuk bisa maju memanfaatkan digital marketing,” kata Head of Brand and Communication Team Niagahoster, Ayunda Zikrina.
Ia meyakini UMKM memiliki keingintahuan mengenai dunia digital dan keinginan untuk belajar tentang digital marketing yang amat besar. Untuk itu, Niagahoster sebagai perusahaan web hosting yang berhubungan langsung dengan pemilik bisnis, merasa memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dan turut hadir membantu UMKM.
“Karena UMKM adalah aset utama bagi negara untuk memajukan perekonomian. Sehingga tidak ada salahnya bagi kita untuk terus mendampingi mereka agar mereka punya dasar dan bekal supaya bisa terus bertahan dan berjuang di era ekonomi yang penuh ketidakpastian ini,” pungkas Ayunda. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan