Connect with us

FEM Depok

Debat Pilkada Depok, Pradi Tampil Elegan dan Tenang, Afifah Galak Tapi Cantik

Published

on

FEM DEPOK – Dua pasangan calon (paslon) di Pilkada Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) tampil di Debat Publik pertama, Minggu, 22 November 2020, kemarin disiarkan langsung iNews TV.

Jika di analis dalam penyampaian materi dan penampilan Pradi-Afifah dan Idris-Imam, mereka semua sama-sama ingin menarik perhatian publik khususnya masyarakat Depok.

Dikutip dari laman depoktren, analisisnya adalah sebagai berikut :

Penampilan Pradi dirasa cukup elegan dengan mengenakan batik khas Depok yakni batik Gong Si Bolong. Penyampaian materi cukup tenang, lancar dan disampaikannya tanpa melihat teks, bertutur dan terstruktur membangun narasi pernyataan, pertanyaan dan jawaban serta sangat menguasai masalah yang disampaikan.

Penampilan Afifah pun di luar dugaan banyak pihak, tampil cukup galak namun tegas dan lugas kata-katanya saat menyampaikan pernyataan, pertanyaan dan jawaban. Afifah yang tampil cantik dengan busana atasan jas putih, kerudung krem berpadu serasi dengan rok bermotif batik Gong Si Bolong berwarna emas dan hitam cukup memukau penonton.

Sementara penampilan Idris dengan ciri khas berbaju koko dan selendang merah lumayan menguasai materi namun lebih disibukan dengan menjawab pertanyaan sehingga pernyataan visi misi sebagai calon walikota tidak tersampaikan.

Mungkin karena merasa sebagai walikota, idris terlihat gesturnya. kadang tenang kadang ‘baper’ seperti saat dibilang berwacana oleh Pradi, bahwa 15 tahun nggak banyak yang berubah dan Pradi-Afifah akan membawa perubahan nyata.

Idris juga tak sadar setiap menyampaikan pernyataan, pertanyaan dan jawaban, pandangan matanya tak banyak tertuju ke kamera. Padahal sebenarnya acara debat itu di saksikan oleh penonton.

Sementara Imam tampil diluar ekspetasi kebanyakan orang karena dianggap cukup piawai berbicara, apalagi berpengalaman sebagai politisi di PKS. Namun kali ini gestur tubuhnya Imam dianggap seperti anak kecil, cengengesan, lantaran tubuhnya sering bergerak gerak plus tangannya tak henti-henti memberi kode jargonya paslon 2.

Penyampaian pernyataan, pertayaan dan jawabannya tak begitu lancar di sampaikan, kadang terbata-bata serta kurang fokus dan lebih kerap berkampanye daripada penguasaan materi. Imam telihat seperti ‘demam kamera’.

Kita tunggu saja debat berikutnya apakah mereka berempat akan masih sama atau lebih berkembang lebih baik penampilannya.

FEM Depok

Pertama di Vaksin di Depok, Pradi Supriatna : Vaksin Aman dan Halal!

Published

on

FEM DEPOK – Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI). Dalam proses penyuntikan vaksin, tampak Wali Kota Depok Mohammad Idris turut mendampingi Pradi.

Pradi mengaku, tidak merasakan sesuatu saat disuntik Vaksin Covid-19 merek Sinovac. Selain itu, menurutnya, usai disuntik ia tidak mengalami efek samping. “Tidak terasa saat disuntik. Lalu juga tidak timbul efek samping,” katanya saat ditemui usai disuntik vaksin Covid-19 di RS UI, Kamis (14/1/2021).

Pradi menjelaskan, sebelum menjalani vaksinasi Covid-19, lebih dulu dilakukan skrining. Selanjutnya mengisi form dan menjawab pertanyaan seputar indikator kesehatan yang sudah ditentukan.

Kemudian, setelah memenuhi persyaratan maka dilakukan penyuntikan vaksin. Setelah itu, menjalankan observasi selama 30 menit dan kembali dilakukan pemeriksaan. “Diberikan waktu untuk rehat 30 menit, diperiksa dan diberikan arahan terkait reaksi setelah divaksin,” jelasnya dikutip dari Depoktren.

Pradi berpesan kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pemberian vaksin Covid-19. Tentunya sebagai upaya dalam memutus rantai penularan Coronavirus di Kota Depok. “Vaksin ini akan diberikan secara berkala, masyarakat tidak perlu khawatir karena sudah dinyatakan aman dan halal,” pungkasnya.

Continue Reading

FEM Depok

Kasus Narkoba, Chaterine Wilson Dituntut 8 Bulan Rehabilitasi

Published

on

FEM Indonesia – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok menuntut terdakwa artis cantik, Catherine Wilson untuk jalani rehabilitasi selama 8 bulan atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Tuntutan tersebut pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, secara virtual, Rabu (6/1/2021).

“Terdakwa Catherine Wilson bin Peter Wilson terbukti bersalah melakukan tindakan pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri dan diancam menurut pasal 127 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menjatuhkan kepada terdakwa Catherine Wilson bin Peter Wilson dengan jalani rehabilitasi selama 8 bulan,” ujar JPU Kejari Kota Depok, Rozi Juliantono dikutip dari depoktren.

Kuasa hukum Catherine Wilson, Verna Wahono mengatakan pihaknya belum mengambil sikap, apakah akan mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU atau pledoi.

“Belum tahu karena kami akan koordinasi lagi dengan pihak kejaksaan karena hardcopynya belum dikasih ke kita. Catherine sendiri berharap hukumannya bisa lebih ringan,” jawab Verna. [natakusuma/foto:koleksiIGChaterinewilson]

Continue Reading

FEM Depok

Karena Covid 19, Pengantin Dari Depok Nikah Secara “Virtual”

Published

on

FEM DEPOK – Di vonis positif Covid-19, tak menghalangi pasangan sejoli dari Depok, Nuraini Umima (25) dan Pringgo Aditya (26) untuk menikah.

Bahkan prosesi akad nikah dan pesta pernikahan digelar dengan sukses tapi secara virtual pada hari Jumat (1/1/2021) lalu.

Mempelai wanita dengan gaun pengatin berada di lantai 7 Tower 7 di Wisma Atlet Jakarta. Sedangkan pengantin pria terpisah di Kantor Urusan Agama (KUA) Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dipimpin oleh penghulu H Asep Edwan.

“Mohon doanya, putri sulung kami, Nurani Umima dan suaminya Pringgo Aditya menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah. Kami juga mohon doanya agar Nuraini kembali sehat terbebas dari virus Corona sehingga dapat cepat bertemu dengan suaminya. Aamiin,” ujar orang tua mempelai wanita, Jhoni Satria yang warga Kompleks Permata Cimanggis, Kota Depok.

Menurut Jhoni, pernikahan putrinya sebenarnya akan dilangsungkan di Pendopo Kopi Bang Prend di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada 1 Januari 2021. Namun urung, karena Nuraini terpapar covid 19. “Undangan sudah disebar, terpaksa dibatalkan karena putri kami positif Covid-19 dan terpaksa harus di isolasi di RSD Wisma Atlet Jakarta, satu hari sebelum jadwal pernikahan yakni pada Kamis 31 Desember 2020. Kami ucapkan terima kasih banyak ke pihak Satgas Covid-19 Wisma Atlet Jakarta yang memberi ijin dan memfasilitasi semua agar tetap berlangsungnya pernikahan putri kami,” jelas Jhoni.

Pernikahan menjadi mengharukan, lantaran dikamar isolasi Nuraini di sulap meriah dengan dekorasi ornamen pesta pernikahan yang hanya dihadiri keluarga inti dengan mengenakan protokol kesehatan yang ketat. Puluhan tenaga medis RSD Wisma Atlet Jakarta pun yang hadir dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) membantu menjadi pagar bagus, pagar ayu dan penerima tamu. Tidak ada acara makan dan minum di ruang pernikahan.

Sementara Humas RSD Wisma Atlet Letkol Laut, M Arifin membenarkan adanya acara pernikahan pasien Covid-19 yang baru satu hari menjalani isolasi di lantai 7, Tower 7 Wisma Atlet Jakarta. “Saat orang tuanya meminta ijin untuk tetap melaksanakan acara pernikahan, saya langsung ijinkan. Ini kejutan dari kami untuk mempelai wanita, agar tak bersedih dengan keadaannya,” jelasnya. Lanjut Arifin, pihaknya langsung mempersiapkan fasilitas kamar dan ruangan yang di dekorasi dengan suasana ruangan pernikahan.

“Saya kasih surprise dengan persiapkan ruangan dan fasilitasi kamar yang didekor dengan ornamen pernikahan. Para tamu undangan hanya diperbolehkan keluarga inti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kemungkinan acara pernikahan ini akan masuk dalam catatan sejarah Wisma Atlet Jakarta,” tandas Arifin. [kristiaprilia]

Continue Reading

Trending