Connect with us

Movie & TV

Film ‘Gundala’ Dijadualkan Kembali Tayang di Amerika, Benarkah?

Published

on

FEM Indonesia – Film karya sutradara Joko Anwar, Gundala resmi melangkah ke kancah perfilman internasional. Film bertema jagoan Indonesia itu dijadwalkan akan dirilis di Amerika Serikat.

Screenplay Bumilangit selaku rumah produksi film Gundala bermitra dengan Well Go USA dan Premiere Entertainment Group. Keduanya menjadi pemegang lisensi dan distribusi film Gundala secara global. Gundala direncanakan akan diputar di bioskop kawasan Amerika Utara pada 28 Juli 2020.

Pengumuman ini sekaligus menambah deretan prestasi internasional film Gundala setelah sukses menembus Toronto International Film Festival, Kanada dan Paris International Fantastic Film Festival pada 2019 lalu. Hal ini sekaligus menandakan bahwa film Indonesia kian diperhitungkan di mata dunia.

Ini merupakan film pertama dari jagad sinema bumilangit yang menghadirkan ragam tokoh jagoan adaptasi komik asli Indonesia. Sebagai pembuka, Gundala sukses mendapatkan sambutan hangat dari penonton dalam negeri. Sejak dirilis pada 29 Agustus 2019 bioskop, Gundala telah disaksikan lebih dari 1,7 juta penonton film tanah air, hal tersebut mencatatkan Gundala sebagai 10 film terlaris sepanjang tahun 2019.

Gundala juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan bergengsi diantaranya Piala Citra untuk Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penata Efek Visual terbaik, juga Piala Maya untuk kategori Aktor Cilik Terbaik, Tata Suara Terpilih, dan Tata Musik terpilih. Sukses dalam negeri, Gundala kemudian melebarkan sayap dengan tayang di bioskop Malaysia pada Desember 2019.

Film Gundala ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, film ini memiliki jajaran pemain bertabur bintang antara lain Abimana Aryasatya, Tara basro, Bront Palarae, Muzakki Ramdhan, Ario Bayu dan sederet pemain lainnya.

Gundala merupakan karakter komik yang diciptakan Hasmi Suraminata. Film Gundala bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.

Sementara menanti film Gundala diputar di Amerika Serikat, Screenplay Bumilangit saat ini juga tengah fokus mempersiapkan dua film jagad sinema bumilangit selanjutnya yaitu Virgo and The Sparklings dan Sri Asih.

Movie & TV

Perankan Permaisuri Angling Dharma, Dianna Dee Mengaku Berat

Published

on

By

FEM Indonesia – Pedangdut Dianna Dee Starlight main sinetron kolosal menjadi lawan akting Choky Andriano di serial “Angling Dharma”.

Menurut pelantun single “Warna Warna”, perannya itu menjadi tantangan berat. Apalagi lawan mainnya adalah aktor Choky Andriano.

“Menurut aku, akting Choky itu natural dan bagus banget, aku harus bisa mengimbanginya sebagai lawan main di Angling Dharma,” ujar Dianann Dee dilansir dari laman Nagaswarq News, Selasa (21/9/2021).

Menjadi permaisuri, banyak penggemarnya yang mengatakan Dianna sangat tepat berperan sebagai Sri Ratu Malwapati (Dewi Sekar Wangi), istri Angling Dharma di sinetron kolosal. Meski begitu, Dianna mengatakan bahwa peranya dikarakter itu tidak sembarangan. Apalagi ada karakter magis, yang harus dijaga dalam pembawaan aktingnya.

“Saya memerankan tokoh yang memiliki karakter yang magis, selain beauty harus bisa juga menampilkan sisi menawan,” beber Dianna. Bertindak sebagai istri atau permaisuri Angling Dharma, Dianna berusaha tampil sempurna. Menurutnya, karakter ini keluar dari perilaku kesehariannya.

“Sebagai permaisuri istri seorang raja besar sayadituntut tampil cantik, anggun, penyayang, bermental baja dan harus cerdas,” pungkas Dianna tersenyum.

Continue Reading

Movie & TV

Ngeri! Pedangdut Marisha Putri Perankan Sosok Nyai Roro Kidul

Published

on

By

FEM Indonesia – Memerankan tokoh legenda dalam sebuah cerita rakyat, akan menjadi kebanggaaan tersendiri bang artis yang terpilih.

Hal itulah yang dialami Marisha Putri yang dikenal lewat single dangdut berjudul “Terlanjur Kaya” dan ”Jangan Keluar Dulu”.

Marisha mendapatkan tawaran bermain dalam sebuah web series. la sangat dipercaya memerankan sosok Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul.

“Sekarang lagi tahap pemotretan dan audisi para pemain pendukung untuk web series ini. Mohon doanya, semoga web series cerita legenda ini booming,” ujar Marisha Putri dikutip dari laman labelnya, Nagaswara News, Selasa (21/9/2021).

Wanita seksi kelahiran Medan, Sumatera Utara yang pernah pernah menetap dan berbisnis di Malaysia itu mengatakan bahwa cerita rakyat atau legenda sangat banyak di tanah air. Dan menarik diangkat kembali dalam versi terbaru.

Dalam versi terbaru nantinya yang dimainkan Marisha, banyak visual dan cerita modern yang ditampilkan sebagai daya tarik untuk generasi milenial. Sebagai langkah awal, Marisha sudah menjalani sesi pemotretan untuk peran sebagai Nyo Roro Kidul. Dan tampil dengan balutan busana khas Ratu Pantai Selatan.

“Indonesia itu kan kaya akan cerita legenda rakyat. Tinggal bagaimana secara kreatif dari story dan visualnya yang harus beda dan kekinian, agar jadi sesuatu dan daya tarik,” pungkas penyanyi blasteran Sunda-Malaysia. Kita tunggu hasilnya…[foto:koleksiIGmarishaputri]

Continue Reading

Movie & TV

Main Sinetron Tembus 600 Episode, Band Wali Mengaku Cari Berkah

Published

on

By

FEM Indonesia – Selama masa pandemi Covid-19, grup band Wali lebih sering bermain sinetron berjudul Amanah Wali 5.

Sinetron tersebut tercatat sudah tembus 600 episode. RCTI yang menproduksi dan menayangkan, menggelar acara spesial bertajuk “Dahsyatnya ‘Amanah Wali 5” 600 Episode”.

“Alhamdulillah, sinetron ‘Amanah Wali 5′ udah nyampe 600 episode. MashaAllah, Alhamdulillah. Nggak nyangka juga bisa nyampe segini,” ujar Faank vokalis Wali dikutip dari laman Nagaswara News, Senin (6/9/2021).

Dunia panggung yang masih redup, nyatanya tidak mengikis kreativitas Wali di dunia peran. Siapa menyangka, lewat peran mereka akhirnya bisa kembali ke panggung musik.

“Alhamdulillah, hari ini pokoknya beryukur banget kita bisa ngisi di acara yang memang kita kangenin. Lama nggak nyanyi, lama nggak manggung, tadi di back stage juga sampe senang banget Iihat belakang panggung. Apalagi dalam rangka tasyakuran, Alhamdulillah sudah bisa nyampai 600 episode,” papar Faank.

Para personil Wali mengatakan bahwa dunia sinetron adalah dunia baru bagi mereka. Seni peran jelas berbeda dari dunia musik yang mereka tekuni sejak awal. Wali tetap berusaha memberikan yang terbaik kepada para penggemarnya.

“Apa pun kegiatan Wali sekarang, walaupun kegiatannya bukan manggung, sekarang manggungnya di pasar panggung sinetron. Itu jadi pengalaman baru. Beda pengalaman, kalau dulu kan penonton Iangsung di depan, sekarang satu Indonesia Iangsung nonton,” jelas Ovie sang keyboardist Wali.

Meski lama tidak manggung, band dengan personil Apoy (gitar), Faank (vokal), Ovie (keyboard) dan Tomi (drum), memang lagi menikmati kesibukan baru dilayar kaca jaid pengalaman sekaligus dunia baru.

“Kita lama juga nggak perform, kangen. Karena kita Iebih banyak silaturahmi dengan orang baru, pemain baru, jadi banyak saudara. Alhamdulillah, InshaAllah semuanya kita Iakukan untuk mencari berkah,” jelas Tomi sang drummer. [foto: igofficialwali]

Continue Reading

Trending