Connect with us

Berita Hot News

Film “Perempuan Tanah Jahanam” Ternyata Digarap 10 Tahun Oleh Joko Anwar

Published

on

FEM Indonesia – Tak disangka, kesuksesan akhirnya bisa tayang di bioskop, film horor “Perempuan Tanah Jahanam” yang digarap oleh Joko Anwar sudah 10 tahun lamanya.

Bahkan Joko berani mengungkapkan, dia sudah menulis skenario untuk film tersebut sejak tahun 2009 silam.

“Ini film yang sudah saya persiapkan sejak 10 tahun lalu, waktu itu sudah hampir selesai. Dulu mau ngerjain tahun 2009 tapi takut karena film ini membutuhkan level teknik dan estetika yang halus banget pegangannya bahkan belum ketemu siapa pemain-pemainnya,” kata Joko Anwar dalam pemutaran perdana film “Perempuan Tanah Jahanam” di Epicentrum, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Sutradara yang menggadap film “Pengabdi Setan” itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat menanti diluncurkannya “Perempuan Tanah Jahanam”, dan berharap film tersebut dapat memberi pengalaman baru bagi para penikmat film horor dan thriller.


“Hari ini hari yang saya tunggu-tunggu. Ini juga satu hasil kerjasama luar biasa antara produser, kru dan pemain. Kita lebih dari sekadar hubungan dengan pemain saja tapi kita bikin sudah seperti keluarga. Mudah-mudahan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan,” ujar Joko menambahkan.

“Perempuan Tanah Jahanam” yang bercerita tentang Maya (Tara Basro), seorang penjaga tiket tol. Suatu malam saat dia lagi bertugas bersama sahabatnya, mendadak diserang orang tak dikenal. Namun akhrinya si penyerang yang ternyata berasal dari kampung halamanya Maya, keburu mati ditembak pihak berwajib.


Lantas Maya dan sahabatnya Dini (Marissa Anita) pergi ke desa asal Maya setelah mendapat petunjuk bahwa keluarganya yang kaya telag meninggalkan warisan yang banyak. Hal itulah menjadi tertarik untuk pulang kampung.

Setibanya di desa itu, Maya mulai dihantui beberapa sosok anak yang sudah meninggal. Tapi masalah hidupnya bukan cuma dihantui setan, bahkan seluruh penduduk desa itu pun mengincarnya untuk suatu rencana yang mengerikan. Adegan horor, sadis sampai bunuh-bunuhan bakal membuat ngeri penonton hingga akhir.


Selain Tara Basro dan Marissa Anita, film juga dibintangi oleh Ario Bayu, Christine Hakim, Asmara Abigail, Kiki Narendra, Tengku Rifnu, Zidni Hakim, Faradina Mufti, Abdurahman Arif dan lainnya. Penasaran?

Hot News

Taklukan “Antartika”, Naila Novaranti Jadi Wanita Pertama dan Tercepat Dengan Terjun Payung ke 7 Benua

Published

on

FEM Indonesia – Pelatih dan penerjun payung dunia dari Indonesia, Naila Novaranti pada hari Kamis 5 Desember 2019 lalu sukses melakukan terjun payung di benua antartika. Aksinya itu termyata bagian dari misinya dalam menaklukan 7 benua di Dunia dengan penerjunan payung.

Meski lokasi yang sangat berbahaya, Naila berhasil melakukan aksi terjun payung tepat di atas Kutub Selatan Bumi sambil mengibarkan Bendera Merah Putih di Benua Antartika dari ketinggian 13.500 kaki (4.114 m). Sebelum aksi ini, pada 16 November 2018 yang lalu, Naila pernah berhasil menaklukan ketinggian Gunung Everst, di Nepal.


Alhamdulillah…dan bersyukur menjadi wanita Indonesia pertama dan tercepat di Dunia dengan terjun payung ke-7 Benua” kata Naila Novaranti baru-baru ini kepada FEM Indonesia. Aksinya kali ini diakui peraih predikat “Women of The Year 2019” dan Ikon Pancasila ini diakui banyak kendala yang dihadapinya, mulai dari cuaca yang sangat dingin, lokasi yang bahayanya tapi tak terlihat serta masalah dropping zone atau tempat mendarat. Ia mengungkapkan lantara seluruh daratan Antartika itu tertutup es sehingga sulit mengetahui ketebalan lapisan es yang akan didarati.

“Jika salah keputusan menghitung angin dan ketepatan mendarat salah, bisa membuat dirinya terperosok ke dalam longsoran lapisan tipis es yang sangat tajam berjurang terjal,” ungkap Naila.

Di Antartika, Naila menggunakan parasut yang berbeda dari biasanya yaitu parasut berukuran diperbesar, untuk menghadapi udara yang sangat tipis. Selain itu, penerjuan juga menggunakan pesawat De Haviland DHC-6 Twin Otter bermesin ganda bernama ILYUSHIN 1992. Pesawat dilengkapi skid pendarat untuk pendaratan di wilayah beriklim salju. “Ini pengalaman yang luar biasa sebagai penerjun payung dan saya merasa bangga,” ujar ibu tiga anak ini.


Kutub Selatan atau Antartika yang menjadi lokasi penerjunan bagi Naila adalah wilayah yang sangat jarang dikunjungi oleh manusia. Jumlah penduduk tetap tidak tercatat di Kutub Selatan tersebut. Tidak hanya disebabkan oleh suhu yang sangat dingin, (namun akses yang sangat sulit membuat orang urung tinggal menetap di Antartika. ) Bukan Urung Iklim yang Extrim !!


Meski begitu, Naila akhirnya bisa menyelesaikan misinya disana dengan memakan waktu beberapa hari saja untuk bisa sampai ke lokasi Antartika. Selamat! [foto : dokumenpribadinailai]

Continue Reading

Hot News

Hadir di TEDxUPNVJ, Nurul Zuriantie Top 5 Miss Universe New Zealand Ungkapkan Jati Diri

Published

on

FEM Indonesia – Nama Nurul Zuriantie Shamsul, salah satu Top 5 Miss Universe New Zealand. Baru-baru ini, Nurul hadir di Jakarta dan menjadi pembicara di TEDxUPNVJ, sebuah acara independen sejenis presentasi TED yang dilaksanakan oleh para pemilik lisensi dari TED.

Pada acara yang digelar Sabtu (16/11/2019), Nurul Zuriantie Shamsul berbicara melalui sebuah presentasi bertema I Am a part of Hybrid Society. Beberapa pernyataan menarik pun dilontarkannya di hadapan mahasiswa UPN Veteran Jakarta yang hadir.


“Identitas saya cukup rumit karena saya adalah seseorang yang hidup dalam tiga budaya, Indonesia, Malaysia, dan New Zealand, karena sejak usia 5 tahun hidup di New Zealand,” kata Nurul Zuriantie.

Selain itu, Nurul Zuriantie juga mengungkapkan bahwa ia kerap mengalami bentrokan budaya. Namun, ia merasa hal tersebut justru membentuk karakter pribadinya. “Saya selalu merasakan bentrokan budaya, antara timur dan barat, Melayu dan Indonesia, apalagi saya juga beragama Islam dan menjadi minoritas. Tetapi justru itu yang membuat identitas saya unik,” ujar wanita berhijab pertama yang menjadi finalis kontes kecantikan dunia ini.


Hybrid Society yang diangkat dalam acara ini memiliki makna kondisi masyarakat yang hidup dalam suatu kombinasi dari perbedaan. Hal itulah menggelitik founder TEDxUPNVJ, Sydney Azzahra, untuk menjawabnya. “Terkadang orang-orang menganggap perbedaan itu menjadi suatu masalah. Padahal jika perbedaan itu dikolaborasikan, dapat menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat buat banyak orang. Itulah tujuan kami mengambil tema ini,” demikian penjelasan Sydney Azzahra.

Tissa Aunilla, CEO Pipiltin Cocoa, turut menjadi salah satu pembicaranya. Ia menyampaikan bahwa ribuan pulau di Indonesia memiliki iklim mikro yang berbeda, komunitas petani yang berbeda, dan melahirkan karakter unik berbagai cokelat. “Begitu juga manusia, berbeda-beda dengan keunikan masing-masing. Keberagaman tersebut justru menguntungkan kita, bukan menekan kita,” kata Tissa.

Selain Nurul dan Tissa, TEDxUPNVJ  mengundang lima pembicara lain, yaitu: Dr. Anter Venus, Wakil Rektor UPN “Veteran” Jakarta Drs., MA. Comm, Blogger Bagus Berlian, COO Kreativv ID Yasha Nomiva, Founder Suwe Ora Jamu Nova Dewi Setiabudi, dan Putri Indonesia DKI Jakarta III 2019 Diah Ayu Lestari.

Diah Ayu Lestari mempresentasikan ‘Echoing Indonesia’s Traditional Music to the World’ dengan musik dan lagu-lagu yang dinyanyikannya. Suasana menjadi meriah karena Diah mengajak semua partisipan untuk ikut menyanyikan lagu-lagu daerah dalam irama jazz. Performa yang sama juga sering ditampilkan Diah Ayu Lestari di Belanda, Ukraina, dan berbagai Negara di belahan dunia lainnya.

Acara TEDxUPNVJ yang bertempat di Hotel Grand Whiz Poins Square Simatupang pada tanggal 16 November 2019 ini, merupakan kali pertama TEDx diselenggarakan oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta.

TEDxUPNVJ lahir dari visi organisasi mahasiswa FISIP UPN “Veteran” Jakarta yang bernama ‘English of Siloence’ yang ingin menjadi penggerak perubahan dalam masyarakat.

Continue Reading

Hot News

Tiket Pre-Sale Konser ‘The Lord of Loro Ati’ Didi Kempot, Ludes Dua Hari!

Published

on

FEM Indonesia – Arzillo Indonesia bekerjasama dengan CMA Entertainment akan menggelar perhelatan akhir tahun 2019 dengan menggandeng musisi Didi Kempot dalam konser bertajuk ‘The Lord of Loro Ati’.

Konser akan diselenggarakan pada hari Jum’at 5 Desember 2019, di The Pallas SCBD, Jakarta Selatan.

Bukan tanpa alasan, Arzillo Indonesia dan CMA Entertainment dalam keterangan siaran persnya mengabarkan dengan menggandeng penyanyi legendaris Didi Kempot, melihat antusiasme dari kaum milenial yang sangat menunggu-nunggu saat berdendang bersama dengan pelantun lagu ‘Stasiun Balapan’.

Konser juga akan dikemas lebih intim dengan menghadirkan sebuah pagelaran musik bernuansa kekinian namun tetap memasukan unsur – unsur budaya seperti tarian tradisional dipadukan dengan lagu-lagu milik Didi Kempot yang bakal memberikan kesan terhadap para penontonnya.

“Arzillo bergabung dengan CMA Entertainment karena kami berdua mempunyai visi dan misi yang sama bahwa musik dengan unsur tradisional kini sudah semakin diterima dan mampu bersaing dengan musik-musik yang ada sekarang ini. Selain itu menurut Arzillo, CMA Entertainment mempunyai kredibilitas dan komitmen yang tinggi untuk memajukan industri musik Indonesia” jelas Roy Siregar selaku Direktur Utama Arzillo Indonesia.

Untuk tiket konser “The Lord of Loro Ati” bisa didapatkan melalui aplikasi GO –TIX sejak 28 Oktober 2019 lalu. Namun untuk Tiket Pre-Sale 1 dan Pre-Sale 2 konser ini sudah sold out dalam kurun waktu 2 hari saja.

Tapi tiket kategori festival masih bisa didapatkan dengan harga Rp.350.000,-. Penasaran?

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending