Connect with us

Music

Garap Lagu Rohani, Puteri Juby Selipkan Sebuah Pesan

Published

on

FEM Indonesia – Penyanyi Nagaswara, Puteri Juby ingin menjajal lagu-lagu rohani. Tapi Juby tak mau sembarangan mengkonsep lagu religi yang sedang digarap.

“Lagu religinya kalau bisa yang abadi yang memiliki kandungan makna universal agar semua orang dapat menikmatinya,” ujar Puteri Juby saat take vocal di studio rekaman di daerah Jakarta Pusat, belum lama ini.

Puteri melihat bahwa orang yang menulis lagu religi kadang bisa jeli melihat kehidupan.

Seperti contoh di jaman sekarang banyak perselisihan dan perang di mana-mana yang dilancarkan seakan-akan hidup tak ingat Tuhan.

“Dia akan menulis seolah-olah orang tidak ingat Tuhan lagi, itu juga lagu universal. Nantinya lagu aku juga mengajak orang untuk selalu ingat kasih sayang Tuhan,” pungkas Puteri Juby.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Music

Lagu ‘Gantung Aku di Monas’, Jadi Bukti Kesetiaan Meggy Diaz Kepada…

Published

on

FEM Indonesia – Single berjudul “Gantung Aku di Monas” yang dipopulerkan artis cantik, Meggy Diaz kabarnya dapat memberikan inspirasi baik bagi penikmatnya. Kenapa?

“Karena lagu ini inspiring bagi semua orang, termasuk ini karakter aku banget yang setia dan memegang janji baik kepada keluarga,” aku Meggy Diaz dari laman Nagaswara News, baru-baru ini di Jakarta.

Single “Gantung Aku di Monas”, kata Meggy sudah ditonton jutaan netizen sejak diluncurkan pada 12 Juli 2016 silam. Meggy mengatakan, lagu patut dijadikan landasan bagi kaum remaja agar bisa memegang pesan baik dari kedua orang tuanya.

Menurut penyanyi yang diisyukan dekat dengan komedian Tukul, meski lagu bercerita tentang kesetiaan seorang wanita kepada punjaanya dengan bahasa yang agak lebay. Namun ada pesan baik tersendiri bagi pendengarnya.

“Bebeb, kalau gue selingkuh, gantung aja gue di Monas,.lebay ga sih” pungkas Meggy menirukan syair lagu tersebut.

Continue Reading

Music

Talkshow Eny Sagita Kenalkan Musisi Lokal Untuk go International

Published

on

FEM Indonesia – Pedangdut campursari yang beken di Jawa Timur, Eny Sagita baru-baru ini meggarap program talkshow lewat live streaming.

Eny menggagas acara bertajuk “Eny Talk Show” secara independen melalui medsos You Tube akun resminya.

“Alhamdulillah program ‘Eny Talk Show’ tayang setiap hari Rabu jam 8 malam, semoga terealisasi karena sudah 3 episode berjalan sukses,” kata Eny Sagita di laman Nagaswara News, Jumat (23/10/2020).

Program siaran langsung di medsos tambah Eny, akan memberikan inspirasi dan warna baru untuk masyarakat terutama pecinta musik Indonesia. Lewat talskhow, secara khusus Eny akan memperkenalkan para musisi wilayah Jawa Timuran plus karyanya.

“‘Selain akan mengekspos para seniman dan karyanya, di dalamnya juga ada ‘challenge’ dan live performance yang diiringi oleh OM SAGITA. Aku ingin menduniakan musisi lokal lewat medsos yang bisa disaksikan di belahan dunia manapun,” jelas penyanyi berjargon Assololey.

Di kalangan musisi koplo Jawa Timur, Eny Sagita termasuk salah satu penyanyi senior. Tak hanya sukses gaek tampil dari panggung ke panggung, Eny juga membentuk orkes yang mengiringi dirinya dan melahirkan banyak penyanyi.

Lewat tangan dinginnya pula, lahir penyanyi-penyanyi koplo wanita yang sukses di Jawa Timuran.

Continue Reading

Music

18 Tahun, Merpati Band Ingin Mengulang Viral Lewat Lagu Baru

Published

on

FEM Indonesia – 18 tahun sudah Merpati band di blantika musik Indonesia. Band yang berasal dari Ciamis, mulai merasa yakin kembali meraih sukses.

“Usia 18 tahun adalah memasuki usia dewasa, mudah-mudahan karya kita lebih baik lagi dan diterima masyarakat. Kita semua berharap semakin kompak dan lebih solid lagi,” ucap Andi vokalis Merpati band dikutip dari Nagaswara News, Kamis (22/10/2020).

Andi juga berharap, karya-karya bandnya akan bisa terus dikenang meski ada beberapa yang belum terwujud mimpi bandnya itu.

“Yang belum dicapai dari Merpati band adalah merilis album ketiga. Sementara single terbaru dulu akan kita rilis. Semoga karya-karya Merpati band terbaru bisa viral mengulang kesuksesan hits single sebelumnya seperti ‘Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah’ dan ‘Tak Rela’. Aamiin,” harap Andi

Merpati band berdiri pada 22 Oktober 2002 silam oleh sekelompok anak muda di Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat, saat itu mereka adalah Rani (vokal), Andi (vokal, gitar), Liez (gitar), Ayus (bass), dan Boegil (drum). Lalu di 2008, tergabung di label Nagaswara dengan merilis single hits pertama berjudul “Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah”.

Selama 18 tahun perjalanan Merpati band menjalani suka dan duka plus harus gonta ganti personil. Nama Rani dan Liez tak lagi bersama Merpati band. Dauz lalu hadir menggantikan posisi Liez sebagai gitaris.

Kini Andi (vokal/gitar) Dauz (gitar), Ayuz(Bass) dan Boegil (drum) menjadi formasi solid Merpati band.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending