Connect with us

Ragam

Jadi Korban Mafia Tanah, Susan Somali Butuh 350 Juta Perbulan Untuk “Pejaten Shelter”

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Krisis ekonomi dampak dari pandemi covid-19 yang berkepanjangan tak hanya pada manusia. Hewan yang saat ini sangat bergantung pada manusia pun otomatis ikut terdampak.

Seperti halnya hewan-hewan seperti anjing, monyet, kera, kambing yang berada di Pejaten Shelter, Jakarta, sebuah penampungan hewan liar dan telantar.

Pengurus Pejaten Shelter yang menampung ribuan hewan khususnya anjing, Dr. Susana Somali, Sp.Pk mulai mengetuk hati para pecinta hewan khususnya agar mau gotong royong membantu dana demi keberlangsungan hewan-hewan di Pejaten Shelter yang dikelolanya.

“Jujur di masa pandemi ini kami benar-benar bergantung pada donatur. Terlebih saat saya tertipu oleh mafia tanah, karena salah satu lahan saya yang menjadi sumber dana karena bisa disewakan, itu uangnya sangat membantu pembiayaan Pejaten Shelter. Tapi saat ini lahan tersebut sedang bermasalah akibat ulah mafia tanah,” beber Dr. Susana Somali, Sp.Pk kepada sejumlah wartawan, di Pejaten Shelter, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Menurut Dr. Susana Somali, Sp.Pk, untuk pembiayaan Pejaten Shelter, seperti pakan hewan, bayar pekerja, kebutuhan air-listrik dan lainnya dalam sebulan akan menghabiskan dana sekitar Rp 350 jutaan.

“Dengan kondisi apa pun, saya harus terus berusaha agar hewan-hewan tersebut khususnya anjing ini tetap sehat. Kami juga kerap bekerjasama dengan restauran. Ada yg memberi daging mentahnya, ada pula yg memberi dari sisa konsumen yang masih layak makan,” terang Dr. Susana Somali, SpPk. Tak lupa juga dengan kesehatannya, seperti vaksin rabies.”

Dikatakan Dr. Susana Somali, Sp.Pk. saat ini memang sudah ada sejumlah donatur yang membantu, termasuk dari pemerintah namun semua itu masih sangat kurang. “Kalau dulu saya masih ada rumah yang disewakan dan uangnya itu sebenarnya cukup. Tapi sekarang setelah rumah itu tersangkut mafia tanah, kami benar-benar bergantung dari para donatur,” kata Dr. Susana Somali, Sp.Pk.

Untuk membatasi populasi anjing-anjingnya agar tidak beranak pinak, Dr. Susana Somali, Sp.Pk juga bekerjasama dengan sejumlah dokter hewan untuk membuat hewan-hewan tersebut mandul. “Tentu dengan standar kesehatan yang baik. Dokter-dokter itu juga kan sdh paham,” ujar Dr. Susana Somali, Sp.Pk.

Saat ditanya kemungkinan bila ada yang ingin mengadopsi anjing-anjingnya, Dr. Susana Somali, Sp.Pk mengaku tak keberatan asalkan memang dirawat dengan baik. “Saya ga mungkin kasih anjing yang tidak sehat, karena itu kalau ada yang ingin mengadopsi tak masalah asal juga merawatnya dengan baik, memperhatikan kesehatannya dan vaksinnya,” kata Dr. Susana Somali, Sp.Pk.

Dokter spesialis patologi klinik itu mengaku mengurus anjing, kera dan kucing telantar seperti jalan hidup.”Saya percaya nasib. Kalau Tuhan kasih kesempatan saya untuk menolong hewan, ya, berarti memang nasib hewan itu bisa hidup lebih lama. Kalau enggak, ya, meninggal. Saya pikir meninggal itu kan lebih baik, bisa lepas dari penderitaan hidup,” kata Dr. Susana Somali, Sp.Pk. Banyaknya anjing dan kucing telantar tidak lepas dari minimnya edukasi masyarakat memelihara binatang tersebut. Kucing jalanan biasanya bernasib lebih baik. Kultur masyarakat di Indonesia masih memungkinkan kucing hidup di jalanan dengan relatif aman.

“Kalau kucing, biasanya setelah saya sterilkan, saya lepaskan lagi. Masyarakat kita bisa menerima,” kata dia. Sementara itu, anjing liar di jalanan cenderung rentan disiksa, mulai dipukuli, dilempari batu, bahkan masih ada yang untuk di konsumsi, tandas Susana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam

Jadi Sentra Vaksinasi, Sokongan Central Park dan Neo Soho Tekan Penularan Covid-19

Published

on

FEM Indonesia – Hingga saat ini pandemic Covid-19 masih menghantui masyarakat dunia. Sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi penularan, vaksinasi adalah jawaban. Terlebih pandemic ini membuat perekonomian terdampak cukup signifikan.

Melihat kenyataan tersebut, Central Park dan Neo Soho Mall menggandeng Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas PPUKM Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Puskesmas, Mayapada Hospital dan APPBI mendirikan Sentra Vaksinasi Covid-19 guna mendukung program pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus covid-19.

Sentra vaksinasi Covid-19 ini diperuntukan bagi ribuan peserta UMKM dan pelayan publik pusat perbelanjaan serta dilaksanakan selama 3 hari yakni 7, 8 dan 10 Mei pada pukul 08.00 hingga 16.00 di d’ Capital, Soho Capital, lantai 29. Peserta vaksinasi adalah 60% pelayan publik pusat perbelanjaan dan 40% untuk UMKM yang telah terdaftar di data penerima vaksin yang dikeluarkan pemerintah.

Center Director Central Park dan Neo Soho Mall, Pauline Filliani mengatakan pihaknya sengaja memfasilitasi untuk pembagian vaksin pada masyarakat, utamanya karyawan serta tenant di Central Park dan Neo Soho Mall, pun UMKM yang ada sebagai bagian dukungan pada pemerintah dalam meminimalisir penularan Covid-19.

“Vaksinasi ini memang kami adakan untuk program UMKM. Selain UMKM dari Central Park, juga ada 40% kami berikan ke UMKM binaan DKI dan 60% dari karyawan, tenant gedung,” ujarnya yang didampingi Kepala Dinas PPUKM DKI Jakarta Elizabeth Ratu Rante Alo dan Dinas Kesehatan Sudinkes Wilayah Jakarta Barat dr. Parlyn.

Setali tiga uang. Asst. GM Marcomm & Relations Central Park dan Neo Soho Mall Silviyanti Dwi Aryati menyatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan bentuk sokongan pada pemerintah dalam pemerataan vaksinasi guna mengurangi angka penyebaran sekaligus melawan virus Covid-19 sehingga para pelaku usaha dapat mempersiapkan diri untuk memulihkan Indonesia dari segi perekonomian.

“Sentra vaksinasi ini adalah sebagai program CSR. Namun kami telah mempersiapkan segalanya dengan matang agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan customer kepada kami sehingga dapat berbelanja dengan tenang dan aman,” katanya.

Disebutkan bahwa seluruh aspek dalam pengadaan sentra vaksinasi ini sangat diperhatikan termasuk support dari Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta, APPBI dan Rumah Sakit Mayapada. Sebab itu di sentra vaksinasi ini juga dilengkapi dengan tenaga kesehatan, sarana mini ICU, ambulans, peralatan dan perlengkapan kesehatan standar sentra vaksinasi hingga tempat vaksin khusus perempuan berhijab.

“Alur dari proses vaksinasi ini sudah diatur dengan baik agar dapat memberikan kenyamanan bagi para penerima vaksin serta tetap menjadikan standar protokol kesehatan menjadi yang utama,” terang Silviyanti lagi.

Pauline menambahkan lantaran keikusertaan vaksin yang ditargetkan 3000 peserta maka vaksinasi dilakukan tiga periode dengan masing-masing per hari 1000. Pun dengan pendaftaran peserta yang telah dilakukan sebelum hari H agar tak terjadi antrian.

“Karyawan cukup banyak, jadi kami bagi. Karena vaksin yang tersedia sebanyak 1000 per hari. Jadi mereka harus daftar dahulu, kami sudah input dulu datanya untuk UMKM di Central Park dan binaan DKI. Jadi lebih cepat prosesnya, supaya antrean tidak panjang. Mudah-mudahan kedepannya kami bisa adakan lagi di periode berikutnya. Kami bangga bisa membantu memfasilitasi program pemerintah untuk memberikan vaksin kepada masyarakat supaya kita bisa meredam pandemi ini,” imbuhnya. [foto/teks : denim]

Continue Reading

Ragam

Forwan dan Imperium 2000 Berikan Bingkisan Untuk Tiga Panti Asuhan di Jakarta Timur

Published

on

FEM Indonesia – Gelaran bakti sosial yang dilakukan Forum Wartawan Hiburan atau Forwan dalam rangkaian ulang tahun ke 7 belum berhenti.

Senin (10/5) giliran tiga panti asuhan di bilangan Lubang Buaya yang disambangi Forwan bersama Ikatan Mandiri Perwira Remaja Millenium atau Imperium 2000 TNI AU. Sekitar 100 bingkisan dibagikan kepada tiga panti asuhan yakni Yayasan Darul Quran, Yayasan Nurul Ibad dan Yayasan Nurul Huda.

Menurut Ketua Umum Forwan Sutrisno Buyil kegiatan bakti sosial tersebut berjalan sesuai rencana kendati dilakukan di sela kesibukan anggota Imperium.

“Kerjasama dengan Imperium 2000 lumayan singkat. Meski baru saling mengenal tapi tawaran kami untuk menggelar baksos disambut antusias. Bahkan di tengah kesibukan mereka bisa mencari 3 panti asuhan untuk berbagi tali asih, Ini bukan pekerjaan mudah. Karena itu kami ucapkan terima kasih kepada Imperium 2000,” jelasnya di Yayasan Nurul Ibad.

Di tempat yang sama, Ketua Imperium Letkol Pnb Hendra Supriyadi menyambut baik ajakan Forwan untuk menggelar bakti sosial. Terlebih kegiatan tersebut sejalan dengan misi Imperium 2000.

“Kami alumni Ikatan Mandiri Perwira Remaja Millenium alias Imperium 2000 TNI AU dengan senang hati mendukung kegiatan baksos dalam rangka ulang tahun ke 7 Forwan. Kegiatan sosial ini senafas dan sejalan dengan misi kami. Untuk itu ajakan kerjasama ini kami sambut gembira,” katanya.

“Setiap tahun kami berbagi tali asih kepada anak-anak yatim. Alhamdulilah tahun ini bersama Forwan di bulan suci Ramadan kami bisa berbagi di 3 Panti Asuhan. Semoga berkah buat teman-teman perwira yang tergabung di Imperium 2000 dan Forwan,” sambung Hendra Supriyadi.

Sebab itu, Sutrisno Buyil berharap bakti sosial yang mendapat dukungan Ucie Sucita, PT. Kino Indonesia Tbk, PT Melon Indonesia, SCTV, Indosiar, Direktorat Film,  Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nagaswara Music, Proaktif, Soto Seger Boyolali Hj. Amanah ini dengan Imperium 2000 dapat terus berlanjut di masa depan. Apalagi memiliki misi sosial yang sama.

“Kesamaan visi dalam bidang sosial, membantu rekan sejawat yang sedang sakit, kena musibah dan membantu keluarga rekan yang ditinggal selamanya sahabatnya. Modal kuat untuk saling bersinergi,” imbuhnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Ragam

Jurnalis Komite Gelar Buka Bersama dan Bhakti Sosial Gandeng Dermis

Published

on

FEM Indonesia – Sejumlah wartawan yang tergabung di Komite atau Komunitas Media Entertainment mengadakan acara buka puasa. Selain bukber, saat itu juga dilakukan penyerahan paket sembako secara simbolis untuk sahabat sesama jurnalis dan anak yatim.

Acara bukber dan penyaluran sembako tersebut digelar di Graha Findo, Gandaria, Jakarta dengan mengandeng Dermis Premiere Clinic dan dihadiri oleh owner Dermis yaitu Endah Watiningsih Kuswiyoto, Henny Darmawan dan Dr. Fiza , SPKK, Jumat (7/5/2021).

Endah Watiningsih mengatakan, pihaknya merasa bahagia dan senang masih bisa buka puasa bersama dengan para sahabat garda terdepan dalam menyampaikan informasi yaitu wartawan dengan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Dimasa yang masih serba sulit ini untuk bergerak karena masih era pandemi Covid-19, saya merasa senang dan bahagia masih bisa berbuka puasa bersama jurnalis Komite yang selama ini sudah menjadi sahabat kami dalam penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujar Endah Watiningsih di Dermis Gandaria, Jakarta Selatan.

Endah yang juga sebagai ketua IIKP atau Ikatan Istri Karyawan Pegadaian menyampaikan, bahwa kehidupan wartawan juga agar bisa diperhatikan oleh berbagai pihak dalam menghadapi dampak pandemi yang kini masuk tahun kedua.

“Di era pandemi ini memang menyulitkan kita semua, tetapi kita tetap doakan bersama-sama agar semoga pandemi ini segera berakhir agar kami semua termasuk sahabat wartawan bisa bangkit lagi dari dampak krisis akibat pandemi ini,” harap Endah.

Sementara perwakilan Jurnalis Komite, Musa Sanjaya dari majalah Intai atau Indonesia Taiwan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas undangan acara berbuka puasa dan simbolis penyerahan paket sembako untuk wartawan dan anak yatim yang jumlahnya dibatasi puluhan saja lantaran untuk tetap menjaga prokes.

“Kami mengucapkan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi atas dukungan yang diberikan pihak Dermis Gandaria yang tempatnya sangat nyaman untuk memanjakan kulit wanita Indonesia agar tetap sehat dan glowing. Semoga selalu terjaga silaturahim ini sampai kapanpun, amin,” katanya.

Jurnalis Komite muncul atas rasa keprihatinan sesama wartawan sejak pandemi Covid-19 di tahun lalu hingga kini yang berdampak secara ekonomi kepada semua unsur.

Di tahun 2020 lalu, Jurnalis Komite juga pernah menggelar bakti sosial dengan membagikan paket sembako untuk wartawan, anak yatim dan duafa di Gor Bulungan Jakarta yang di dukung oleh Endah Watiningsih, Nagaswara dan sejumlah selebritis dan para dermawan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending