Connect with us

Selebriti

Jaga Ketahanan Tubuh, Velline Chu Siap Divaksin Covid-19

Published

on

FEM Indonesia – Ramai pro-kontra seputar vaksin Covid-19, ternyata tidak menggoyahkan penyanyi dan DJ Velline Chu untuk menerima vaksin tersebut.

Menurutnya, demi ketahanan imun tubuh dan kesehatan, Velline siap divaksin.

“Kalau buat menjaga anti bodi tubuh, aku siap divaksin Covid-19 agar terhindar dari virus corona. Harapannya dengan disuntik vaksin aku bisa kebal dengan virus corona dan virus-virus lainnya termasuk virus-virus cinta,” kata Velline Chu dari laman Nagaswara News, Jumat (15/01/2021).

Veline juga mengaku sebelum datangnya vaksin, Ia berupaya menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Seperti selalu cuci tangan, jaga jarak, pakai masker dan selalu jaga imun tubuh.

“Untuk menjaga agar tidak terjangkit virus corona, aku selalu cek kesehatan secara berkala dan rapid tes antigen. Selain itu tiap pagi aku olahraga dan makan-makanan bergizi baru deh beraktivitas lain,” pungkas bintang film penyuluhan anti narkoba, “Wrong Desire”.

Ragam

Pengalaman, Dr. Edi Ribut Ditunjuk Sebagai Konsultan Hukum NHI Internasional

Published

on

FEM Indonesia – Baru-baru ini, seniman dan pengacara kondang, Dr. Edi Ribut Herwanto S.H. ditunjuk sebagai konsultan hukum perusahaan Napoleon Hill Foundation Indonesia atau NHI bertaraf internasional oleh CEO NHI, Mohammad Azhar Bin Abdullah dari Singapura.

NHI sendiri merupakan perusahaan rintisan kelas dunia yang bergerak di bidang jasa training dan motivasi untuk kampus, institusi, dan badan usaha yang berstatus negeri maupun swasta di Indonesia.

NHI terafiliasi dengan Napoleon Hill Foundation yang berpusat di Virginia, Amerika Serikat. Lembaga pelatihan tersebut didukung oleh para trainer kaliber dunia yang telah berpengalaman dalam mengajarkan metode untuk meraih kesuksesan.

Banyak tokoh dunia yang mengagumi sekaligus mengamalkan pemikiran dan ajaran Ilmu Sukses yang digagas oleh Dr. Napoleon Hill yang telah teruji selama 92 tahun.

Dr. Edi yang juga dosen Ahli Hukum Pidana Ekonomi dan HKI Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro, dalam siaran pernya mengatakan bahwa kesepakatan penunjukan kantor hukumnya dilakukan saat menggelar pertemuan di bilangan Jakarta Pusat dengan perusahaan dari MPDT Capital asal Malaysia, beberapa waktu lalu.

NHI dipimpin oleh Mohammad Azhar Bin Abdullah sebagai CEO (Chief Executive Officer). Pengusaha asal Singapura yang mengantongi sertifikat kepelatihan yang telah diakui secara internasional dan telah lama malang-melintang di dunia training. “Dunia training merupakan bidang yang bagus, dapat memberikan motivasi kepada pelaku usaha, juga institusi pemerintahan, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga lainnya,” papar Azhar.

Azhar menambahkan, pihaknya telah jauh hari melakukan pengamatan terhadap kepribadian Dr. Edi dan aktivitas yang dilakoninya. Di mana Dr. Edi adalah seorang dosen, advokat, dan entertainer. “Sengaja kami menunjuk beliau sebagai penasihat hukum di NHI karena segudang cara dan ilmu yang dimiliki dapat juga ditransfer sebagai ilmu tambahan bagi kami,” beber Azhar.

Azhar menyampaikan, hadirnya Asst. Prof. Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H.,M.H. sebagai konsultan hukum dapat membantu upaya pengembangan NHI di indonesia. “Saya sangat senang beliau bersedia menjadi konsultan hukum untuk NHI,” pungkasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Arie Ramahdani dari Indonesian Country Representative MPDT Capital Berhard Malaysia mengatakan bahwa di perusahaannya, Asst. Prof. Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H.,M.H. juga menjadi penasihat hukum. Arie menilai secara personal Dr. Edi merupakan sosok yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik, di samping kecakapannya dalam menangani kasus-kasus besar.

Ditunjuknya Dr. Edi sebagai konsultan pada NHI merupakan kabar yang sangat baik, karena ilmu yang dimilikinya dapat dikombinasikan dengan teknik training yang berkualitas guna memberikan motivasi kepada lembaga-lembaga negara maupun swasta.

“Doktor Edi orang (yang) potensial dan merupakan aset Indonesia yang perlu dimanfaatkan keilmuannya,” kata pengusaha asal Malaysia. Selamat!

Continue Reading

Selebriti

Deri ‘Terapis’ Viral Garang Arang Yang Dikagumi Banyak Artis

Published

on

FEM Indonesia – Beberapa waktu lalu media sosial (medsos) dihebohkan dengan hadirnya anak milenial yang memiliki kemampuan dalam dunia mengobatan tradisional.

Pasalnya, Deri sang terapis muda yang viral dari Bogor, Jawa Barat, tampil di acara Brownis Trans tv. Dalam tayangan tersebut, Deri di minta oleh artis Ayu Ting-Ting dan Ruben Onsu untuk mempraktekkan kemahirannya untuk menterapi artis Ivan Gunawan yang saar itu sempat mengeluh pada lehernya karena salah bantal.

Awalnya banyak yang khawatir ketika Deri menggunakan media bara arang sebagai metode terapinya. Namun deri meyakinkan bahwa terapinya aman karena yang di pakai hanya hawa panas dari bara arang nya saja. Bara arang berasal bukan dari kayu sembarangan, kayu yang di gunakan untuk menterapi adalah kayu mahoni yang di campur dengan ramuan serbuk jingga dan minyak kalajengking

Deri menuturkan bahwa terapi ini dinamakan terapi garang arang yang sudah digunakan oleh leluhur suku badui sejak ratusan tahun silam, guna mengeluarkan bisa racun dari gigitan ular dan serangga dengan cara memanaskan telapak kaki dari bara arang tersebut.

Pada saat menjalani terapi, Ivan Gunawan menyatakan bahwa sekujur tubuh nya berkeringat sampai bagian kepala. Deri menjelaskan, berdasarkan pengalamannya kenapa keringat yang keluar sampai kebagian kepala padahal yang di terapi hanya bagian telapak kaki saja.

“Itu menandakan bahwa kandungan zat karbon dari hawa panas bara arang tersebut meresap masuk melalui pori-pori kulit telapak kaki dan kemudia hawa panas zat karbon arang tersebut mengalir lewat pembulu darah keseluruh tubuh melewati jantung dan kepala untuk menetralisir toksin-toksin yang kemudian di keluarkan melalui keringat,” jelas Deri.

Dan keringat yang keluar pun agak berlendir tambah Deri, berbeda dengan keringan yang keluar ketika berolah raga. Setelah di terapi garang arang, Ivan Gunawan mengaku mengalami perubahan badan nya terasa segar dan enteng. “Jadi menurut saya terapi ini sangat recommend sekali dan perlu untuk di cobam” jelas Igun.

Sontak semua yang berada di studio bertepuk tangan dan kagum terhadap deri sang terapis viral tersebut.

Kemudian Ruben Onsupun bertanya penyakit apa saja yang bisa di tangani Deri, dan bagai manah bila ada yang mau di terapi.

“Penyakit yang banyak berhasil saya tangani adalah stroke, saraf kejepit, rematik dan asam urat,” jelasnya pria bernama asli Deriwana Yaksa.

Bagi warga atau masyarakat yang membutuhkan terapi, bisa datang ke tempat prakteknya di daerah Ciledug
tepatnya di Ruko Bumi Permata Indah No.38a Meruya Utara, Kembangan, Ciledug Tangerang, kata Deri. [Nata K.]

Continue Reading

Selebriti

Jaga Kesehatan, Aida Saskia Tak Terima Job DJ Resident

Published

on

FEM Indonesia – Ada fenomena dimana seseorang yang berprofesi DJ (Disc Jockey) tak berumur panjang. Fenomena ini membuat artis dan FDJ Aida Saskia merasa prihatin.

Keprihatinan Aida lantaran pernah beberapa kali mendapat kabar duka dari sesama temannya yang masih muda berprofesi DJ.

“Iya sih, aku sering liat WA teman yang memasang status duka seperti itu aku turut berduka dan prihatin,” ujar pelantun single “Ayam Jago” dikutip dari NAGASWARA News, Jumat (26/2/2021).

Menurut Aida, profesi dj dirasa berisiko jika pola hidupnya tak teratur, lingkungan yang kurang sehat, seperti asap rokok, alkohol dan sebagainya. “Ya pola hidup tidak sehat, awalnya sehat tapi lama kelamaan begitu drop, dropnya parah banget,” tutur cewek kelahiran Bogor, 6 Juli 1985.

Aida mengaku beberapa kali melihat sahabat dan kerabatnya mengunggah status RIP kepergian seorang DJ yang masih berumur muda. “Sudah ada beberapa kerabat dan teman-teman aku (yang berprofesi DJ), yang sudah pergi mendahului,” ungkap artis yang mulai berprofesi DJ sejak sebelas tahun silam.

Aida yang sudah menikah lagi dengan manajernya setahun lalu bersyukur tidak mendapat job dj yang rutin tiap hari (resident). Katanya, resident itu kerjanya harus setiap hari datang kerja.

“Sedangkan aku reguler, tidak ngedijey tiap hari, misalnya sebulan 5 kali, jadi tidak terlalu sering menghisap rokok, dan aku memang tidak minum alkohol,” papar pemilik sekolah Disc Jockey, AS Production di Bogor, Jawa Barat itu.

Tambah Aida, berkunjung ke klub setiap malam dirasa berisiko. Ia menyarankan kalau memang berprofesi dengan music DJ, harus bisa mengurangi alkohol dan sejenisnya. [Kimsadewa/nagaswara]

Continue Reading

Trending