Connect with us

Ragam

Juara Group Turut Kurban Kambing Untuk Forum Wartawan Hiburan

Published

on

FEM Indonesia – Di hari raya Idhul Idhul Adha kemarin, dua pengusaha kuliner yang tergabung dalam Jaringan Usaha Amanah Ridho Allah (Juara Group).

Adalah Rufi’ah dan Randhika Ramadani dari Roti Ropy,Warteg Bahagia, Soto Seger Boyolali Hj. Amanah, Ayam Presto Ny.Nida, Mahkota Tanduk, Aneka Gorengan turut kurban 2 ekor Kambing.

“Alhamdulillah, Idhul Adha tahun ini kami bisa kurban dua kambing untuk teman-teman wartawan hiburan yang tergabung di FORWAN. ” Ujar Direksi Juara Group, Sutopo Budi Santoso dalam kata sambutannya, sebelum menyerahkan hewan kurban di Mushola Al Husna RT.007 RW 03 Pondok Ranggon, Jakarta Timur Sabtu (1/8/2020) lalu.

Sutopo menjelaskan jaringan usaha Juara Group yang dipimpinnya sudah tak terhitung dalam kegiatan sosial untuk membantu masyarakat tidak mampu

“Karena kalau tangan kanan memberi, tangan kiri kiri nggak boleh tahu. Makanya kami tidak bisa menghitungnya secara pasti. Berbagi dan membantu sesama yang kurang mampu menjadi kewajiban bagi kami,” tambah Sutopo.

Sutopo juga mengungkapkan bahwa pihaknya berharap dalam berkurban bakal akan menambah jumlah hewan kurban di berbagai tempat

“Insya Allah tahun depan kami akan tingkatkan jumlah hewan kurbannya supaya sebaran dagingnya bisa dinikmati warga miskin yang membutuhkan,” pungkas Sutopo Budi Santoso.

Selain Juara Group dalam gelaran kurban Idhul Adha kemarin, sejumlah selebritis seperti Olivia Zalianty dan Trio Macan dan pengusaha lainnya turut andil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam

New Normal! Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Jazim Ahmad, Paparkan Strategi Perguruan Tinggi

Published

on

FEM Indonesia – Pandemi Covid 19 yang belum berakhir di Indonesia membuat sekolah hingga universitas sudah hampir 6 bulan tak lagi menggelar belajar secara tatap muka.

Untuk itu, perlu strategi yang dilakukan perguruan tinggi agar sukses dalam menghadapi kebijakan tatanan baru dan mengubah tantangan menjadi peluang dengan menyiapkan dan membangun seluruh mental civitas akademika. Kemudian diikuti dengan kebijakan perguruan tinggi yang harus fleksibel tetapi tidak mengurangi standar kualitas.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Drs. H.Jazim Ahmad, M.Pd dalam keterangan siaran persnya, baru-baru ini diterima redaksi FEM Indonesia.

“Mau tidak mau semua dituntut melakukan pembelajaran daring karena tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Semua dosen dituntut lebih responsif menggunakan fitur-fitur yang dapat menjadi media pembelajaran seperti class dojo, padlet, raz-kids, seesaw, zoom, tandem, youtube, kahoot, duolinggi, google classroom, facebook, whatsapp, instagram dan media lainnya,” ujar

Untuk mencapai tujuan tersebut, terang pria kelahiran Kulonprogo, 1 Januari 1960 ini, harus berdasarkan visi, misi dan tujuan institusi dan capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.
Bagaimana sebaiknya pembelajaran di era tatanan baru, hal ini yang masih menjadi tanda tanya besar. Ada beberapa hal yang harus disiapkan perguruan tinggi agar siap menghadapi era tatanan baru, yaitu : Visi Perguruan Tinggi dan Program Studi, mau dibawa kemana institusi dan bisa apa mahasiswa setelah lulus dari prodi.

Tata Kelola, pengelolaan pendidikan untuk mencapai learning outcome dan kebebasan belajar mahasiswa 2 semester diluar Perguruan Tinggi. Menyiapkan SDM pendidik, pengajar dan pembimbing. Sarana prasarana dan keuangan meliputi sarana prasarana pembelajaran daring, luring, praktik real dan virtual, aturan pembiayaan mahasiswa masuk, keluar serta kurikulum dan pembelajaran, pembaharuan bentuk pembelajaran dan target kompetensi, output dan outcome.

Adapun perkuliahan di era tatanan baru adalah kesiapan perguruan tinggi dalam melakukan reorientasi kurikulum program studi di perguruan tinggi, menyusun RPS sesuai dengan capaian pembelajaran yang dibebankan prodi memiliki karakteristik sesuai Standar Nasional Dikti, proses pembelajaran dengan menggunakan pola blended, flipped classroom, dll. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan, integrasi dengan penelitian dan PKM, melatih keterampilan abad 21 yaitu 6c (communication, collaboration, creative thinking, critical thinking, computation logic dan compassion).

Selain itu tetap memperhatikan penilaian pembelajaran daring yaitu dengan mengukur Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang dilakukan dengan berbagai cara seperti tugas yang telah diberikan dikembalikan dan diberi respon, serta outcome dengan membuat rancangan dan ide kritis dan kreatif, merealisasikan dalam berbagai bentuk produk.

“Ukuran perkuliahan yang efektif saat ini bukan sekedar terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa didalam kelas tetapi lebih luas dari itu. Perkuliahan yang efektif harus memenuhi karakteristik proses pembelajaran, yang terdiri atas sifat : interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa. Proses pembelajaran berlangsung dalam bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu secara online dan offline dalam bentuk audio visual terdokumentasi” pungkas Ketua Umum Tapak Suci Lampung.

Mahasiswa dilibatkan dalam penelitian dan PKM dosen, dan terintegrasi dengan pembelajaran, serta penilaian pembelajaran (proses dan hasil belajar mahasiswa) untuk mengukur ketercapaian capaian pembelajaran berdasarkan prinsip penilaian yang mencakup: edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.

Continue Reading

Ragam

Pandemi, Beasiswa Pendidikan Fair & Lovely Berikan 60 Siswa dan Keluarga Perawat

Published

on

FEM Indonesia – Di tengah situasi yang sulit dampak pandemi covid 19 yang belum berakhir, Fair & Lovely percaya bahwa pendidikan merupakan hal yang harus tetap diutamakan.

Sejalan dengan komitmennya untuk menginspirasi dan membuka akses pendidikan, produk pencerah wajah ini mengumumkan bahwa 60 wanita muda berprestasi Indonesia yang menerima ”Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2020” untuk melanjutkan pendidikan tinggi di universitas favorit pilihannya.

Tak hanya itu, dengan semangat bertajuk #CerahkanPendidikanIndonesia, juga berikan Beasiswa Pendidikan Seumur Hidup ke lebih dari 50 putra-putri perawat Indonesia yang meninggal dunia akibat COVID-19.

”Fair & Lovely Bintang Beasiswa yang telah memasuki tahun ke-empat ini menjadi salah satu wujud nyata Fair & Lovely mendorong generasi muda agar mampu bersaing dan meraih impian mereka. 60 wanita muda yang terpilih dari 50 ribu pendaftar ini merupakan figur dengan aspirasi serta motivasi besar untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cemerlang,” kata Amaryllis Esti Wijono, Head of Marketing Skin Care Category Unilever Indonesia.

Amaryllis menambahkan, bahwa sejak 2017, pihaknya telah memfasilitasi 150 wanita muda berprestasi Indonesia agar berkembang menjadi wanita Indonesia yang cerdas, professional dan mampu beradaptasi Bintang Beasiswa. Program tahunan ini kembali mendapatkan sambutan yang sangat positif dengan jumlah peningkatan peminat hingga hampir 40% dari tahun lalu.

Sementara, Lintang Gustika, Program Manager Hoshizora Foundation mengungkapkan, makin banyak wanita muda Indonesia memanfaatkan Fair & Lovely untuk mewujudkan impiannya. Lonjakan peminat tercatat didominasi dari wilayah cakupan baru di luar Pulau Jawa yang jumlahnya mencapai 42,5% dari total keseluruhan pendaftar atau sebanyak 5.228 orang.

“Animo juga bertambah karena penerima beasiswa tahun sebelumnya berhasil memacu siswi daerah asalnya dalam memperjuangkan mimpinya, seperti di Jawa Barat yang juga merupakan wilayah dengan pendaftar tertinggi,” jelasnya.

Dukungan Fair & Lovely Bintang Beasiswa diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan yang akan diberikan secara berkala serta dilengkapi dengan berbagai program pendampingan selama empat tahun masa studi.
Fair & Lovely turut juga membuka lebar akses pendidikan selama pandemi COVID-19 melalui berbagai program untuk #CerahkanPendidikanIndonesia. Di antaranya melalui www.KelasBerbagiCerah.com, sarana edukasi yang mudah diakses kapan dan di mana saja untuk memperkaya pengetahuan.

Selain itu juga melakukan peranannya di masa pandemi dengan memberikan Beasiswa Pendidikan Seumur Hidup hingga sarjana bagi putra-putri 55 perawat Indonesia yang meninggal dunia setelah berjuang menangani kasus COVID-19.

Secara simbolis, donasi telah diserahkan kepada Harif Fadillah, Skp., SH., M.Kep., MH., Ketua Umum DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Mewakili para perawat Indonesia, beliau sangat mengapresiasi inisiatif ini dan berharap santunan dapat merajut kembali asa mereka yang ditinggalkan agar tidak menyerah meraih cerahnya harapan di masa depan.

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Lindungi Kesejahteraan Petani, Bango Rilis Program Pangan Lestari

Published

on

FEM Indonesia – Melihat kondisi kehidupan dan penghidupan petani ditengah pandemi COVID-19, dan bagian dalam melindungi kesejahteraanya, hadir program bertajuk “Bango Pangan Lestari”.

Program menjalin kolaborasi dengan Sayurbox dan TaniHub Group, untuk mengajak masyarakat bersama-sama melindungi kesejahteraan petani dengan membeli bahan pangan langsung dari para petani.

“Banyak negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan. Melihat fakta ini, hingga tahun 2050,.Unilever secara global berkomitmen untuk mentransformasi cara kita menanam, memproduksi, dan mengonsumsi makanan untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan yang terus bertambah. Guna mewujudkan komitmen ini, Unilever ingin berkontribusi terhadap sistem pangan yang lebih baik melalui dua hal penting, yaitu diversifikasi konsumsi pangan dan diversifikasi produksi pangan,” kata Hernie Raharja,  Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk.

Secara garis besar, program akan menggarisbawahi tiga pilar penting, yaitu Pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan; Perlindungan kesejahteraan petani dan keluarganya; dan Penggalakkan regenerasi petani.
Terkait dengan pilar kesejahteraan, saat ini kehidupan dan penghidupan petani sebagai pihak yang berada di garda terdepan untuk menjaga ketahanan pangan nasional menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama di tengah pandemi COVID-19.

“Pada masa pandemi, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak terkontraksi pada kuartal II 2020, meski tidak sebesar pertumbuhan pada kuartal yang sama tahun lalu. Di balik fakta ini, secara umum kesejahteraan petani ternyata kian tergerus. Buktinya, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan – yaitu perbandingan antara indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani – kian menurun. Di awal tahun NTP berada pada level 104,16; sementara di bulan Juli 2020 indeksnya tercatat turun menjadi 100,09. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian kita semua,” papar Rusli Abdulah selaku Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Untuk membeli bahan pangan langsung dari petani, salah satunya melalui platform digital Sayurbox dan TaniHub Group. Website ini akan menjadi penghubung bagi masyarakat yang ingin menunjukkan dukungan mereka terhadap jerih payah petani dan berkontribusi nyata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kolaborasi ini diharapkan dapat lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses hasil tani sekaligus meningkatkan permintaan hasil tani.
Kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan Bango terhadap program-program Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang turut menggiatkan pemasaran komoditas pertanian secara online.

Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI menanggapi bahwa di tengah pentingnya kebutuhan konsumen akan bahan pangan berkualitas untuk mencukupi asupan gizi dan melindungi daya tahan tubuh selama pandemi, pemasaran secara online seperti yang digalakkan dalam kolaborasi Bango, Sayurbox dan TaniHub Group.

“Diharapkan akan mampu membuka akses jual beli yang lebih luas, terbuka, dan cepat – untuk keuntungan petani maupun masyarakat,” ujarnya.

Oshin Hernis selaku Head of Communications Sayurbox menanggapi, “Senang sekali bahwa pihak industri seperti Unilever, dalam hal ini Bango, ikut memiliki komitmen untuk memperbaiki kesejahteraan petani. Berangkat dari persamaan visi dan misi kami, diharapkan kerjasama ini dapat lebih menyebarluaskan pentingnya membeli hasil pangan langsung dari petani, sehingga memberikan dampak yang semakin besar terhadap kesejahteraan mereka.”

Antusiasme yang sama juga datang dari Aria Alifie Nurfikry, Vice President of Marketing TaniHub Group. Beliau menerangkan melalui kolaborasi ini, pihaknya akan memperluas jaringan mitra petani yang melakukan transaksi dengan TaniHub maupun yang dibantu pendanaannya oleh TaniFund, sehingga lebih banyak petani di Indonesia yang terbantu kesejahteraannya.

“Bersama Bango, kami juga akan menggelar berbagai pelatihan kepada lebih dari 500 petani, mulai dari cara pembuatan pupuk organik cair hingga pelatihan analisis usaha tani guna meningkatkan kapasitas petani Indonesia dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending