Connect with us

Berita Movie & TV

“Lorong”, Kisah Mencekam Perjuangan lbu Mencari Anaknya

Published

on

FEM Indonesia – Multivision Plus (MVP) Pictures kembali merilis film terbaru berjudul “Lorong”. Film bergenre horor dan thriller ini Disutradarai oleh Hestu Saputra.

Lorong dibintangi oleh aktor, Winky Wiryawan dan aktris Prisia Nasution. Akting keduanya semakin terasa berkat kehadiran Nova Eliza, Teuku Rifnu Wikana, dan pemeran pendukung lainnya.

Bagi Prisia, film memiliki kekuatan cerita yang sanggup membuat perasaan penonton bercampur aduk. Sementara itu, Lorong juga jadi penanda kembalinya Winky pada genre horor setelah sekian lama absen.

“Film Lorong adalah Film drama suspend horror yang menurut gua, film ini lebih mengedepankan sisi dramanya yang sangat kental sekali dan juga diselimuti dengan nuansa horror yang sangat padat, menurut gua ini akan menjadi film yang sangat menghibur buat temen-temen yang memang suka drama dan suka horror bisa jadi satu disini,” kata Winky di Jakarta, baru-baru ini.

Pada Lorong ini, Mayang (Prisia Nasution) diceritakan terbangun pasca melahirkan mendapatkan kabar tidak seperti yang ia harapkan sosok Reza sang suami, bahwa bayi pertama mereka telah meninggal dunia. Tapi kerelaan Mayang sebagai seorang ibu tidak begitu saja. Mayang mencari bayinya yang semua orang di rumah sakit yakin bahwa dirinya hanya berhalusinasi.

Dia lantas menghubungi pihak kepolisian untuk mencari titik terang kasus janggal  ini. Usaha Mayang menemui jalan buntu setelah dr. Vera (Nova Eliza) yang membantunya melahirkan. berhasil memberikan bukti berupa dokumen kematian bayinya. lengkap dengan beberapa foto kejadian.

Di tengah keputusasaan. Mayang yang memilih tidak menyerah akhirnya mulai dianggap gila oleh sebagian orang di rumah sakit, termasuk suaminya sendiri. Hal ini ditambah dengan Mayang yang merasa terus diikuti roh penasaran.

Apa yang sebenarnya terjadi? Dan siapakah yang benar, Mayang atau pihak rumah sakit dan Reza? Temukan jawabannya di film Lorong yang akan tayang 12 September 2019 mendatang di bioskop-bioskop kesayangan Anda.

Movie & TV

Film Produksi Lokal, “Kucumbu Tubuh Indahku” Masuk Nominasi Oscar 2020

Published

on

FEM Indonesia – Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ produksi anak bangsa, resmi mewakili Indonesia di ajang festival film Internasional paling bergengsi Oscar tahun 2020.

Sebelumnya film garapan Garin Nugroho itu bersaing dengan dua film lainnya yakni ’27 Steps Of May’ dan ‘Ave Mariam’.

Film tersebut berhak mewakili Indonesia untuk kategori International Feature Film atau yang dulu dikenal dengan Best Foreign Language Film di ajang Oscar. Mereka akan bersaing dengan film seperti ‘Parasite’ dari Korea Selatan dan ‘Weathering With You’ dari Jepang.

“Setelah dilakukan penilaian dengan seksama, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, Indonesian Academy Awards 2019 menetapkan film berjudul Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia ke Academy Awards ke-92 untuk kategori International Feature Film,” ujar Sheila Timothy sebagai Sekretaris Komite Film Indonesia di konferensi pers di XXI Lounge Plasa Senayan, Jakarta, Selasa (17/9).

‘Kucumbu Tubuh Indahku’ berkisah tentang seorang penari Lengger bernama Juno yang bisa tampil luwes meski ia seorang pria. Kisah Juno diceritakan dalam 3 masa, yaitu Juno Kecil, Juno Remaja, dan Juno Dewasa.

Juno Kecil terpaksa harus hidup sendiri sejak ditinggal pergi oleh ayahnya. Di tengah kesendiriannya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger. Sejak itu, Juno harus hidup berpindah-pindah tempat.

Film sebenarnya juga pernah melenggang ke berbagai festival dan diputar di 25 negara. Dan kini kembali akan mewakili Indonesia di kancah Oscar yang digelar pada 9 Februari 2020 di Dolby Theatre Hollywood, California, Amerika Serikat.

Sutradara Garin Nugroho mengatakan bangga dengan terpilih oleh komite seleksi Oscar Indonesia untuk dikirim  ke ajang sangat prestisius itu. ” Saya salut kepada komite seleksi yang telah memilih film saya. Artinya komite seleksi benar benar bekerja secara independen dan jujur dalam menilai film, ” ungkap Garin.

Untuk mendapat perhatian dari kalangan perfilman yang menjadi juri di Oscar, memang masih panjang. Terutama sekali dari segi pembiayaan yang nilainya milyaran rupiah.

Setelah terpilih oleh komite seleksi yang terdiri dari Christine Hakim, Lola Amaria, Lala Tymothy, Roy Lolang, Benny Setiawan, Benny Benke, Thoersi Agiswara, Reza Rahadian, Adi Surya Abdi, Mathias Muchus, Aliem Sudio dan Firman Bintang,  Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Menyerahkan sepemuhnya kepada Pusbangfilm Kemendikbud untuk mendaftarkan dan mempromosikan film tersebut. [foto: istimewa]

Continue Reading

Movie & TV

Rambo: Last Blood, Veteran Brutal Kembali ke Medan Tempur Selamatkan Anak Kesayangan

Published

on

FEM Indonesia – Sosok veteran John Rambo di film Rambo : Last Blood, 2019 kali ini ternyata masih menyisakan trauma masa lalu di kepalanya.

Kali ini, rasa trauma yang menggiring dirinya untuk menyembunyikan fakta dirinya sendiri. Bahwa John Rambo bukanlah orang baik. Semuanya disajikan di dalam film Rambo: Last Blood, seri kelima dari cerita film Rambo yang menegangkan dan menyisakan kebrutalan.

Kepergian Gabrielle (Yvette Monreal) ke Meksiko adalah awal permasalahan yang muncul. Meskipun punya keluarga yang hangat di Arizona bersama neneknya Carmen Delgado (Paz Vega) dan pamannya John Rambo (Sylvester Stallone), Gabrielle tetap masih penasaran dengan masa lalunya.

Tapi Gabrielle tdak menyenangkan di Meksiko menemukan fakta asli tentang sosok Ayahnya dan Gabrielle malah terlibat tentang hal yang kelam. Ia jadi budak sex bagi para kartel dan polisi korup di Meksiko.

Sudah berhari-hari tak pulang ke Arizona, John Rambo pun bangkit dengan satu alasan. Menemukan kembali keluguan Gabrielle yang menyemangati hidupnya usai menjadi veteran perang. Cerita seperti itu dianggap telat bagi Gabrielle, tapi tidak bagi John Rambo.

Rambo yang tengah berkelana dalam misi penyelamatan ke selatan harus terjebak dalam masalah besar. Berbekal pisau, pistol dan busur, ia mencoba bertahan dari serangan para penjahat yang mencoba menyerang rumahnya. Ia mengubah rumahnya menjadi zona perang lengkap dengan perangkap mematikan untuk para musuh yang mencoba masuk ke dalam rumahnya.

Film aksi John Rambo tayang mulai 18 September 2019 di bioskop Indonesia. Penasaran?

Continue Reading

Movie & TV

Film “Pretty Boys” Angkat Cerita Suka Duka Perjuangan Dibalik Layar Dua Host

Published

on

FEM Indonesia – Artis dan presenter Desta sepertinya melakukan secara totalitas dalam melakukan aktingnya untuk film garapan perdananya bersama Vincent berjudul “Pretty Boys”.

Di film bergenre drama komedi itu, keduanya bermain peran bersama dengan Onadio Leonardo, Danilla Riyadi, Imam Darto, Roy Marten, Ferry Maryadi, hingga Tora Sudiro. Hasilnya lumayan menarik perhatian.

“Tujuannya yang penting bisa menghibur penonton dulu,” ujar Desta menjawab berbagai pertanyaan awak media di press confrence usai screening film Pretty Boys, di XX1 Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

Film uniknya disutradarai oleh musisi sekaligus Dokter Ahli Bedah Plastik, Tompi, yang bercerita dua orang sahabat sejak kecil yang bercita-cita ingin terkenal dan masuk TV. Dalam alur ceritanya, lengkap menggambarkan tentang kehidupan karir, keluarga, dan percintaan.

Seperti scene bintang baru bernama Danilla Riyadi, berperan sebagai Asty sosok perempuan yang selalu mendampingi dua sahabat Rahmat dan Anugerah yang diperankan sendiri oleh Desta dan Vincent. Hingga suatu hari, Rahmat dan Anugerah akhirnya menjadi penonton bayaran di sebuah stasiun televisi hingga bertemu dengan kordinator penonton diperankan oleh Onadio Leonardo.

Dalam film ini, digambarkan pula mengenai bagaimana kehidupan para pemain dunia hiburan di balik layar.

Desta dan Vincent sebagai produser merangkul rumah produksi Anami Films. Desta pun membeberkan prosesnya film tersebut. “Saat itu, Tompi ada di Rusia. Waktu gue telepon dan tanya ada cerita apa untuk difilmin, dia minta waktu untuk mikir. Ternyata, dia punya ide cerita yang sangat menarik. Saat dikirimin naskah film ini, gue nggak langsung baca karena waktu itu gue lagi liburan. Tapi, begitu baca awalnya, gue benar-benar langsung tertarik dan jatuh hati dengan idenya,” ujar Desta.

Desta menambahkan bawah tayangan kurang mendidik di televisi itu seperti ayam dan telur. Siapa yang meminta duluan! Apakah berasal dari demand para penonton sehingga muncul tayangan yang kurang mendidik ataukah tayangan kurang mendidik yang muncul terlebih dulu dan  tinggi rating sehingga terus menerus di produksi Karena itu, kami memakai tagline

“Televisi Yang Menodai Kita atau Kita Yang Menodai Televisi?” untuk menggambarkan hal itu.” kata Desta.

lde film berawal dari keprihatinan Tompi terhadap tayangan-tayangan televisi yang mulai bergeser jauh dari pakemnya. “Banyak orang yang mengubah kepribadian mereka saat tampil di televisi hanya agar terkenal, saling mem-bully, atau berdandan tidak sesuai kodrat. Orang-orang yang bermimpi bisa masuk televisi bisa menganggap itu sebagai panutan “Oh, gue harus begini ya kalau mau masuk TV,” ungkap Vincent.

Cerita film ini begitu menarik bercerita sosok dua sahabat Rahmat (Deddy Mahendra Desta) dan Anugerah (Vincent Rompies) sejak kecil bercita-cita ingin terkenal. Namun, Anugerah selalu mendapat tentangan dari Ayahnya, Pak Jono (Roy Marten), bahwa dunia entertainment dekat dengan hal-hal yang buruk. Karena kesal, Anugerah pun kabur dari daerahnya dan mengadu nasib ke Jakarta bersama Rahmat.

Namun, nasib berkata lain. Karier mereka hanya mentok menjadi pelayan dan koki restoran. Untunglah, ada Asty (Danilla Riyadi) yang selalu menjadi penyejuk bagi keseharian Anugerah. Hingga suatu hari, Anugerah dan Rahmat yang sedang menjadi penonton bayaran di sebuah acara bincang-bincang “Kembang Gula” bertemu Roni (Onadio Leonardo), koordinator penonton super rempong, dan Mas Bayu (Imam Darto).

Apakah pertemuan ini akan menjadi pembuka jalan bagi impian Rahmat dan Anugerah? Saksikan filmnya pada 19 September serentak diseluruh bioskop Indonesia.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending