Connect with us

Berita Selebriti

Makna Idul Adha, Julia Rossie : Kurbankan Arogansi Demi Negeri

Published

on

FEM Indonesia – Kendati Idul Adha sudah lewat. Namun makna salah satu hari raya umat muslim itu masih relevan dengan kondisi sekarang. Apalagi tahun ini, Idul Adha (11 Agustus, red) berdekatan dengan tanggal kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Namun karena pemilihan umum beberapa waktu lalu masyarakat tidak lagi menyatu, terlebih saat pemilihan presiden. Sebab itu sudah saatnya masyarakat yang sempat berbeda pilihan kembali bersatu demi bangsa.

“Karena kita juga sedang merayakan Hari Raya Iedul Qurban, maka mari kita berkurban dengan menghilangkan ego dan arogansi kita masing – masing dan utamakan kepentingan negeri ini,” terang Julia Rossie usai melaksanakan sholat Idul Adha.

Selebritas yang kini vakum juga mengajak agar masyarakat melihat lebih jernih dalam membangun negeri.

“Mari kembali ke rumah Pancasila. Indonesia first, bring your heart home,” jelas Julia lagi.

Bahkan dalam ikut membangun negeri ke arah yang lebih baik, ibu satu anak ini mengatakan bahwa setiap orang dapat memberikan konstribusi dari segala bidang yang digeluti. Sebab agama pun menganjurkan hal serupa.

“Kita masing – masing harus memberikan yang terbaik bagi negara dengan fungsi dan kedudukan masing masing. Do your best for the country. Bukankah agama juga menganjurkan bahwa sebaik baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain ?,” ucap Julia kepada Femindonesia.com [foto : dokumentasi/teks : denim]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News

Kenapa Artis Tersandung Narkoba ? Ini Kata Tata Liem

Published

on

FEM Indonesia – Tepat jika narkoba dan obat psikotropika jadi musuh nomor satu. Pasalnya semua lapisan masyarakat dapat terjeremus ke lingkaran barang haram ini. Salah satu yang rawan bersentuhan dengan narkoba dan sejenisnya, dunia entertainmen. Terbaru, Lucinta Luna harus berurusan dengan hukum lantaran polisi menemukan narkoba dan obat psikotropika serta hasil positif usai tes urine di kamar salah satu apartemen di Jakarta.

Kejadian ini pun memunculkan sejumlah opini. Semisal Tata Liem. Sepupu Fauzi Syahputra atau lebih dikenal Ozy Syahputra itu mengaku prihatin dengan kasus artis tersandung narkoba kembali terjadi. Terlebih dunia sosial saat ini bikin orang dengan mudah untuk terkenal walau tanpa karya bahkan cenderung hanya mengumbar kehebohan semata.

“Dunia entertain jaman sekarang sudah kehilangan arah. Fenomenal jaman digital dimana yang menjadi artis beneran itu ya yang harus seperti ini tanpa karya. Sensasi boleh tapi harus dengan gimmick yang tepat dan normal,” katanya.

“Sekarang yang halu halu karena untuk rating views tinggi malah digadang-gadang kan ? setidaknya setelah ini harus lebih selektif untuk mengatakan mana yang artis beneran atau publik figur beneran,” sambung Tata seraya menyarankan semua yang real artis harus tes jika mereka bukan pemakai atau pengguna narkoba.

Karena itu, lanjutnya, tak heran, menjadi terkenal sekarang lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu hanya menjual sensasi. Manajer beberapa selebritas ini pun merindukan jaman dimana artis lebih mengedepankan kerja nyata.

“Kalau sekarang saling hina, saling maki maki hanya ngejar endorse kali ya, lupa dengan namanya prestasi atau tampil untuk bisa syuting sinetron atau film. Kangen suasana dulu tahun 90 an dan 2000 awal dimana karya atau prestasi sangat diutamakan dari seorang talent. Semua talent mengejar bisa syuting atau masuk tv demi dapat nama jadi artis,” tutur Tata lagi.

Tak ketinggalan Tata juga berpesan agar seorang artis harus selalu mawas diri terhadap lingkungan sekitar termasuk dalam memilih teman pergaulan.

“Kejadian artis LL ini semoga bisa menjadi pelajaran betapa pentingnya jaga image atau jaga sikap untuk bisa dikatakan seorang bintang,” pungkasnya hanya kepada Femindonesia.com. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Selebriti

Awali 2020, Connie Constantia Kembali Berkarya Lewat Buku

Published

on

FEM Indonesia – Penyanyi lawas Connie Constantia kembali berkarya, tapi kali ini melalui sebuah buku yang judulnya agak menyentil, ‘Tuhan Tidak Adil?’

Lewat buku, sepertinya Connie juga ingin membagikan pengalaman jatuh bangun keimanan dan spiritualnya guna memberikan semangat kepada orang lain, terutama anak muda. Bahkan, wanita kelahiran Manado, 23 Januari 1963, kabarnya butuh waktu 10 tahun untuk merampungkannya bersama 13 orang yang membantu dalam penulisan.


“Dalam buku ini saya tidak membentuk aliran keyakinan baru atau mencari pengikut, tapi mengajak pemeluk agama-agama untuk bersungguh-sungguh di dalam meyakini Tuhan. Tidak semata-mata menggunakan akal, namun juga hati nurani yang tulus dan bersih. Saya akan mengerahkan segenap kemampuan, jiwa-raga saya, untuk menyampaikan kabar baik ini kepada sesama. Saya berpuasa secara rutin dan memohon hikmah dari Tuhan agar apa yang saya sampaikan mudah diterima oleh masyarakat,” ujar Connie dalam acara peluncuran bukunya di Pondok Seni & Budaya, kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (2/2/2020).

Salah satu yang menarik diungkap adalah kisah Connie sendiri saat mati suri sampai empat kali. Melalui media inilah ia menceritakan apa yang dialami, dirasakan, didengar, dan dilihat dalam peristiwa mati suri pertama selama enam hari. Connie juga mengungkapkan bagaimana dirinya menanggulangi kekhawatiran atas munculnya kontroversi, termasuk orang-orang terdekat yang tidak mendukung apa yang ia inginkan.

Saat acara perilisan, Connie menggelar diskusi untuk membedah bukunya yang setebal 272 halaman dengan menghadirkan sejumlah pembicara seniman dan budayawan seperti Jajang C Noer, tokoh lintas agama Trisno Sutanto, tokoh politik PDIP Henry Yosodiningrat, dan dimoderatori oleh Dedi Gumelar alias Mi’ing Bagito.

Dalam diskusi terungkap, untuk menulis buku ini Connie membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Serta rasa tanggung jawab yang semakin besar dan kuat untuk menulis buku ini muncul ketika ia melihat realita manusia, khususnya bangsa Indonesia, yang dihantam berbagai persoalan serta krisis kemanusiaan baik di dalam tatanan moral maupun sosial.

“Semoga dengan membaca buku ini, khalayak bisa tersentuh sisi rohaninya. Membuka hati untuk memahami lebih dalam dan memperbarui keimanan demi kembali kepada fitrah kemanusiaannya, yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Juga mengasihi sesama manusia sebagaimana mengasihi diri sendiri,” tandas Connie.

Peluncuran buku juga dimeriahkan oleh penampilan aktris serta musisi ternama antara lain Ian Antono, Ermy Kullit, Vonny Sumlang, Taraz Bistara, Doddy Katamsi sampai Ratna Listy dan sejumlah tamu selebritis. [foto: sutrisnobuyil]

Continue Reading

Selebriti

Ingin Berkesan, Julia Rossie Tak Mau Sembarangan Cari Souvenir Untuk Ibunya

Published

on

FEM Indonesia – Selain pernikahan, perayaan ulang tahun tentu memerlukan persiapan. Hal ini agar saat hari pelaksanaan dapat berjalan lancar sesuai rencana. Namun dalam melakukan persiapan ada yang membutuhkan waktu lama tetapi ada juga yang singkat.

Semisal yang dialami Julia Rossie. Pesinetron ini belum lama berselang merayakan ulang tahun ibundanya, Raden Nenden L Purnamasari Gandapraja di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah, Bandung. Secara eksklusif, Julia mengaku dalam mempersiapkan syukuran ulang tahun ibundanya membutuhkan waktu lebih dari sehari. Hal tersebut lantaran dalam pencarian cinderamata tak mau sembarangan.

“Persiapan untuk ini cuma butuh beberapa hari saja namun yang makan waktu adalah mencari, memilih dan memesan barang-barang sebagai bingkisan atau souvenir,” ujarnya.

Pasalnya, sambung Julia, dalam syukuran itu, ia juga mengundang keluarga dan kerabat dekat. Sehingga ingin mempunyai kesan tersendiri nantinya.

“Yang diundang memang keluarga saja dan sobat yang sudah tergabung didalam group keluarga besar garut atau Garut Family Gathering/GFG. Mamah dalam ultah tahun ini ingin kumpul makan bareng keluarga,” ucapnya lagi.

Isteri Lalu Tjuck Sudarmadi yang memberikan kado special itu pun berharap dengan penambahan usia, sang ibunda selalu diberikan kesehatan dan panjang usia.

“Jadi yang diberikan kepada mamah adalah kado sebagai tanda ikut berbahagia di ulang tahun ini. Harapan saya dan suami tentu berharap mamah sehat sejahtera selalu serta dianugerahkan panjang umur. Aamiin YRA,” imbuhnya. [foto/teks : denim]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending