Connect with us

New Comer

Management Lotim Kenalkan Talent Yu Pakyin Azka Berdarah Hongkong

Published

on

FEM Indonesia – Persaingan di dunia bisnis management artis / talent di Indonesia saat ini sudah mulai berkembang. Bisa dilihat dari banyaknya siaran TV yang menayangkan berbagai ajang pencarian bakat yang menampilkan wajah baru.

Lotim management dan Senza Cinema salah satu manajemen artis yang konsen di dunia entertainment, juga mencari dan mengarahkan bakat termasuk bakat anak sejak dini agar menjadi artis yang populer.

Salah satunya talent yang mulai dikembangkan adalah Yu Pakyin Azka Raffasya Asthoney yang berdarah Hongkong dan Indonesia, berusia 2 tahun.

“Selain sudah banyak meraih piala diberbagai ajang, Yu PakYin sudah banyak meraih piala seperti lomba model, lomba gambar dan lomba menyanyi. Anak ini aktif sekali mengikuti ajang lomba dan terlihat bakatnya menjadi talent. Dari alasan itulah kami dari management untuk merekrutnya bergabung bersama kami,” ujar Yusa perwakilan Lotim Managemen saat di perayaan ultah Yu Pak Yin, beberapa waktu lalu di kawasan Cibinong, Bogor.

Yusa menambahkan, melihat talenta anak di usia dini dari bakat yang aktif seperti “Yu Pakyin” baru bisa diketahui berbakat di bidang model meski usianya baru dua tahun. Lotim melihat kelebihan dari Yu Pakyin seperti bisa bergaya, aktif dari situlah talenta sudah harus di didik dan dikembangkan dan di monitor.

“Nah untuk itu, kami dari Lotim Production menyediakan wadah dan mengembangkan dan mendidik anak-anak supaya tampil lebih baik lagi dan nanti kita arahkan dia nanti minatnya ke Sinetron, dunia modeling atau bakatnya menyanyi nah nanti itu bisa kita arahkan sesuai minat dan bakat yang diinginkan,” sambung Yusa.

Sementara Nayla Setiowati sebagai ibu kandung mengharapkan “Yu Pakyin” kelak bisa berbahasa Inggris dan bahasa Mandarin, karena papahnya orang Hongkong dan berharap kedepannya adik Yu Pakyin juga bisa pintar berakting multi talent dan bakatnya perlu dikembangkan lagi agar lebih aktif dan bisa mencapai cita-citanya.

“Kalau dilihat dari bakatnya “Yu Pakyin” kan pintar akting saat ini, jadi saya ingin mengembangkan anak saya supaya menjadi anak yang bagus di dunia entertainment,” kata Nayla saat acara tasyakuran khitanan di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/8).

Kalau melihat dari history nya “Yu Pakyin” ini keturunan Indonesia dan Hongkong, jadi bisa dibilang Indo, nah wajahnya punya kelebihan dan dia ada berbakat akting, dia aktif loh dan jago banget diantara teman-teman yang lain dia cukup berprestasi. Dan disitulah kami melihat dan mensupport ini supaya lebih terarah, lebih terprogram agar kelak dia menjadi aktor yang terbaik di tanah air,” tandas Yusa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Music

Rilis ‘Biarlah Ibukota Pindah ke Kalimantan’, Nurie Melanie Dengungkan Kesetiaan

Published

on

FEM Indonesia – Jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 4, Nurie Melanie merilis single ke-empat berjudul “Biarlah Ibukota Pindah ke Kalimantan” ciptaan musisi Yanto Sari.

Lagu yang di aransemen oleh The OutsideR diramu sangat berbeda dari single-single Nurie sebelumnya yang original Dangdut. Kenapa?

“Karena lagu kali ini berirama Dancedhut dan menceritakan tentang rencana perpindahan ibukota ke Kalimantan yang tetap setia kepada cintanya,” ujar Nurie Melanie dari laman Nagaswara News, baru-baru ini.

“Biarlah Ibukota Pindah Kalimantan” kata Nurie bercerita tentang ibukota yang akan pindah ke Kalimantan dimana di dalamnya ada lirik-lirik seperti pantun tentang percintaan. Walaupun pindah tempat tapi cinta dan sayang seseorang yang telah tercurah jangan sampai ikut pindah ke lain hati juga.

“Dengan konsep baru, aku berharap lagu ini bisa menghibur masyarakat pecinta dangdut di Indonesia maupun di mancanegara,” katanya.

Nurie berharap melalui single barunya menjadi eksistensinya di dunia musik dangdut dan bisa diterima masyarakat meski masih di era pandemi covid 19.

Continue Reading

Music

Ikuti Aturan ‘PSBB’ Total, Penyanyi Thavia : Tak Mudah Stay at Home!

Published

on

FEM Indonesia – PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Jakarta mulai berlaku lagi pada hari Senin (14/9/2020).

Bagi solois muda Thavia, keputusan PSBB bukanlah salah satu langkah yang mudah untuk “merumahkan” kembali masyarakat. Namun pelantun “Pendampingmu” ini dapat memaklumi langkah yang diambil Pemda DKI Jakarta tersebut.

“Tentunya Pemprov DKI Jakarta sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Pastinya melalui pertimbangan dan perhitungan yang detail. Tentunya tak mudah bagi kita sebagai masyarakat untuk kembali stay at home, apalagi kalangan musisi yang juga kena imbasnya, sepi job manggung,” ujar Thavia di laman Nagaswara News, Senin (14/9/2020).

Sarjana Psikologi lulusan Universitas Jaya Baya, mengaku mengikuti perkembangan penanganan Covid-19 di tanah air sejak wabah masuk ke tanah air, enam bulan yang lalu.

Sebagai artis penyanyi, Thavia juga merasakan imbas akibat mewabahnya Covid-19. Katanya, Belum lama bernapas, Pemrov DKI kembali menarik rem darurat dan memberlakukan PSBB.

“Semua harus sabar dengan kesulitan yang kita hadapi bersama ini. Pemerintah mengupayakan yang terbaik bagi masyarakat, tinggal kitanya saja harus nurut aturan yang tujuanya supaya angka penderita virus ini cepat menurun dan kembali normal. Kita harus tetap semangat, terus berdoa agar ‘badai’ ini segera berlalu,” tandas dara kelahiran Jakarta, 25 September 1995.

Continue Reading

New Comer

PSBB Jakarta Kembali Diberlakukan, Balena: Terima Kenyataan!

Published

on

FEM Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total, pada Senin (14/9/2020) mendatang.

Kenyataan ini, membuat penyanyi cantik Balena kaget tapi maklum, lantaran kebijakan akan berefek terhadap aktivitas masyarakat seperti masa-masa awal pemberlakuan PSBB enam bulan yang lalu.

“Sebenarnya kaget sih. Cuma mau gimana lagi, ya terima kenyataan saja kondisi mau ada PSBB lagi. Bingung juga harus ngatur orang segini banyak di Indonesia. Ada yang bandel nggak pakai masker, nggak cuci tangan,” ujar Balena di. laman Nagaswara News, Jumat (11/9/2020).

Menurut pelantun tembang “Yang Kunanti” itu, dengan diberlakukan PSBB, maka pekerjaannya di dunia musik kembali dibatasi secara ketat. Kejadian tersebut persis seperti enam bulan yang lalu, di masa-masa awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

“Akibatnya kerjaan pasti terbatas lagi. Seperti enam bulan yang lalu itu, aku nggak kerja sama sekali, dan hanya diam thok di rumah. Tapi mungkin kalau yang sekarang nggak terlalu kaget kaya yang dulu,” terang penyanyi asal Sukabumi, Jawa Barat itu.

Balena berharap kondisi penerapan PSBB sekarang tidak seperti pada masa awal merebaknya Covid-19. Lantaran ia masih ingin meneruskan pekerjaaan-pekerjaannya yang belum sempat diselesaikan.

“Sekarang aku sih tetap harus bekerja, berkarya. Karena nggak bisa juga kita selalu berdiam di rumah. Mungkin kerja nggak bisa, cari uang nggak bisa, tapi aku tetap berkarya. Aku bikin cover juga belum selesai,” terangnya.

Sebagai langkah preventif membatasi penyebaran Covid-19 di lingkungan terdekatnya, Balena selalu mengingatkan anggota keluarganya untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Selalu aku sampaikan ke teman, keluarga dan sahabat, masker itu wajib selalu dipakai. Hand sanitizer jangan lupa. Selain itu, jaga jarak sama orang. Hindari kerumunan. Yang pasti jaga diri baik-baik,” pungkas penyanyi 23 tahun itu

Continue Reading

Trending