Connect with us

FEM Depok

Merasa Dilecehkan Lawan, Afifah Geram dan Yakin Menang di Pilkada Depok

Published

on

FEM DEPOK – Pasangan calon kandidat kepala daerah kota Depok telah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan selama dua hari dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat.

“Alhamdulillah sudah selesai pemeriksaan kesehatan, saya dan bang Pradi siap untuk menjalankan tahapan selanjutnya,” ujar Afifah Alia, satu-satunya kandidat perempuan di Pilkada Depok 2020 melalui curhatanya di grup Whats App, DMC, Kamis (10/9/2020).

Dari empat peserta, Afifah mengaku paling cepat dalam melaksanakan tahapan pemeriksaan kesehatan. “Iya saya selesai duluan, Alhamdulillah tidak ada kendala. Hanya mata diinformasikan sudah perlu menggunakan kacamata.”

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, Afifah juga menceritakan salah satu pengalaman yang tak menyenangkan yang ia terima dari kandidat lawan. “Pak Imam Budi, dalam lontarannya mengatakan, bu Afifah sekamar sama saya saja, buat saya itu tidak pantas. Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu,” beber Afifah.

Afifah yang merupakan wakil ketua bidang perempuan dan anak PDI Perjuangan kota Depok menjelaskan, bahwa yang disampaikan seperi itu termasuk dalam kategori pelecehan verbal. “Itu terjadi di hari pertama, saat pihak RS membagikan kamar isolasi untuk kami semua peserta pemeriksaan kesehatan. Saat itu saya merasa geram namun memilih diam,” urai Afifah.

“Saya sadar posisi saya yang belum pernah menjabat apa-apa sebelumnya, saya hanya warga biasa. Saya juga sudah dengar beberapa cibiran orang, perempuan kok berani-beraninya ikutan pilkada kota. Saya yang sesama kandidat saja dengan entengnya dilecehkan oleh kandidat lain, karena saya perempuan,” tambahnya.

Sementara itu, Ena Nurjanah dari LSM Perempuan Kota Depok, turut berkomentar dan ikut prihatin. Kejadian seperti itu, katanya patut jadi perhatian bersama. Dan berharap ini jadi cambuk agar tidak terulang.

“Terhadap perkataan yang mengandung unsur pelecehan seksual, sekalipun itu dengan maksud candaan. Dan seharusnya level calon pemimpin tidak melakukan candaan diluar batas kewajaran dlm sebuah relasi yang sehat,” ujat Ena.

Ena menambahkan, atas itulah ia berharap siapapun belajar lah untuk menghargai kaum perempuan apalagi sejak berniat jadi calon pemimpin negeri ini.

Di Depok, kasus kekerasan terhadap perempuan tambah Afifah termasuk tinggi. Bahkan, tak semua kasus yang terjadi dilaporkan. Dari kasus-kasus yang dilaporkan beberapa terkendala visum untuk bukti laporan. “Di Depok itu visum harus bayar, kalau mau gratis ke RS Polri,” jelas Afifah.

Diketahui, Pradi-Afifah pun akan mengusung visum gratis bagi perempuan dan anak korban kekerasan sebagai salah satu program unggulannya. “Ke depan, para korban didukung untuk berani menyuarakan kasus yang dialaminya, jangan diam saja,” pungkas Afifah. [foto: istimewa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FEM Depok

Pradi ‘Loby’ Tempat Penginapan di Depok Untuk Pasien Covid 19

Published

on

FEM DEPOK – Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku, pihaknya sedang melobi sejumlah tempat penginapan di Depok untuk menampung pasien COVID-19 khusus dengan gejala ringan.

Langkah ini dinilai perlu karena terbatasnya fasilitas rumah sakit rujukan di kota Depok dengan meningkatnya Pasien Covid 19.

“Tidak menutup kemungkinan kalau itu (sewa tempat penginapan) harus dilakukan, karena kita masih ada dana cadangan. Saya rasa dalam aturan dari pemerintah pusat mengenai anggaran ini kan begitu longgar terkait dengan penggunaan COVID-19,” kata Pradi Supriatna, Senin (21/11/2020).

Pradi menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan gugus tugas untuk menindaklanjuti usulan tersebut. “Untuk hotel bisa digunakan untuk pasien dengan gejala ringan, tinggal kita kihat sarana pendukungnya,” jelas dia

Selain fokus pada penyediaan tempat isolasi, Pradi juga akan mengupayakan perhatian lebih pada pada korban positif COVID-19, terlebih bagi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. “Kita akan upayakan dari sisi kebutuhan ekonomi mereka, selama mereka keluarganya akan kita bantu,” jelas Pradi.

Seperti diketahui, sejumlah rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kota Depok nyaris over kapasitas. Bahkan, di beberapa rumah sakit untuk HCU telah penuh. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dokter Novarita. Untuk mensiasati hal itu, Depok kini berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit yang ada di wilayah penyanggah.

“Untuk pasien yang butuh HCU kita sudah terintegrasi dengan wilayah lain, jadi kalau di Depok enggak ada bisa ke Bogor, Jakarta dan Bekasi,” katanya.

Selain sedang mengupayakan ketersediaan HCU, pihaknya juga sedang membuka lowongan untuk tenaga medis. “Ada beberapa rumah skait yang HCU-nya ada tapi untuk opersionalnya kekurangan SDM. Nah sekarang kita lagi rekruitmen,” katanya.

Sebagai informasi, HCU adalah unit pelayanan di rumah sakit bagi pasien dengan kondisi stabil dari fungsi pernapasan, cairan tubuh, dan kesadaran namun masih memerlukan pengobatan, perawatan dan pemantauan secara ketat.

Untuk diketahui, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Depok terus bertambah. Data resmi pemerintah setempat mencatat, jumlah kasus terkonfirmasi positif saat ini telah mencapai 3.287 orang, sembuh 2.269 orang dan meninggal dunia 112.

Jika dirunut, angka kasus positif di Kota Depok telah bertambah sebanyak 89 orang dalam kurun waktu empat hari terakhir, dengan jumlah pada Jumat lalu, mencapai 3.198 orang.

Continue Reading

FEM Depok

Tiap Hari Blusukan, Afifah Perjuangkan ‘Suasana Baru’ di Depok

Published

on

FEM DEPOK – Wanita yang tak mengenal lelah meski menerjang hujan, adalah calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia di Pilkada 2020.

Pasalnya, Afifah terus melakukan blusukan disetiap hari meski hari sabtu-minggu dalam upaya merangkul masyarakat untuk perjuangkan ‘suasana baru’ di Kota Depok.

Begitupula saat Afifah menyambangi Paguyuban Warga Madura yang berprofesi sebagai Pedagang Sate se-Kota Depok.

Bukan tanpa sebab, tidak bisa dipungkiri sebagai pedagang di Kota Depok turut memajukan perekonomian yang ada di Kota Depok. Mereka menginginkan kepada Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna dan Afifah Alia (Pradi-Afifah) untuk bisa membawa perubahan di Kota Depok.

“Mari kita dukung dan doakan bersama agar Pradi Supriatna dan Afifah Alia menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok,” do’a seorang warga Madura, Abdurrahman, di Mampang, Kota Depok, Ahad (20/9/2020).

Tak hanya iringan do’a, dirinya juga memperkenalkan Afifah Alia kepada kerabatnya yang berprofesi sebagai pedagang Sate Madura.

“Tak kenal maka tak sayang, sekarang kita sudah mengenal beliau, sudah waktunya untuk memberikan suara kepada mereka,” tuturnya. Dikesempatan yang penuh hikmah tersebut, Afifah mohon doa restu untuk menjadi Wakil Wali Kota Depok mendampingi Pradi Supriatna.

“Mohon doa restu dan dukungannya agar nanti kita bisa bersama membawa perubahan dengan suasana baru di Kota Depok,” kata Afifah. [kristiaprilia]

Continue Reading

FEM Depok

Program ‘Berobat Gratis’ KTP Depok Pradi Afifah Disambut Luar Biasa DKR

Published

on

FEM DEPOK – Pasangan Pradi-Afifah di Pilkada Depok 2020, mengusung program yang memihak ke masyarakat yaitu berobat gratis hanya dengan ber-KTP Depok.

Program tersebut langsung mendapat sambutan dan dukungan penuh dari masyarakat yang tergabung di Dewan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok.

“Sebenarnya sejak 2010 program ini sudah kami gaungkan, tapi ngga direspon. Hanya Pradi-Afifah yang mengusung program berobat gratis dengan KTP Depok. Ini klop dengan program DKR Kota Depok,” kata Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan, Minggu (20/9/2020).

Roy menambahkan, selain kesamaan program, dukungan kepada Pradi-Afifah diberikan lantaran seluruh anggota DKR di berbagai kelurahan Kota Depok menyatakan dukungannya kepada Pradi-Afifah.

“Kami tidak serampangan. Kami lakukan secara demokratis. Aspirasi anggota DKR dari berbagai kelurahan dibawa dalam rapat pleno, lalu diputuskan dukung Pradi-Afifah,” tegas Roy.

Simpatisan DKR Kota Depok yang berjumlah 5.000 anggota juga akan bergerak secara door to door mensosialisasikan program berobat gratis dengan KTP Depok.

“Kami akan bekerja keras menggolkan program ini. Berobat gratis dengan KTP Depok merupakan itikad baik Pradi membantu masyarakat Depok,” pungkas Roy semangat.

Continue Reading

Trending