Connect with us

Selebriti

Pandemi Covid 19, Julia Rossie : Lahirkan Budaya Baru

Published

on

FEM Indonesia – Ramadhan baru saja dijalani. Namun keprihatinan masih dirasakan umat Islam tanah air belum lama merayakan Idul Fitri. Pasalnya Ramadhan tahun ini berbarengan dengan pandemi Covid 19. Sehingga kegiatan keseharian maupun ibadah menjadi terbatas. Hal tersebut pula dialami Julia Rossie.

Ibu satu anak itu mengaku dengan keterbatasan yang ada, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), segala sesuatu yang biasa dilakukan menjadi janggal. Terlebih jika berkegiatan di luar rumah, termasuk berbelanja pemenuhan kebutuhan sehari-hari harus memperhatikan protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan Covid 19.

“Melaksanakan ibadah puasa tahun yang sulit karena adanya pandemi Covid 19 membuat suasana berbeda dari tahun sebelumnya. Covid 19 membuat segala aktifitas jadi tidak nyaman bahkan mengubah semua sendi berkehidupan. Mobilitas terbatas karena PSBB, belanja kebutuhan sehari-hari serba online, bekerja dan kegiatan lainnya bahkan ibadah pun semua di rumah termasuk ibadah tarawih,” paparnya.

Tetapi di sisi lain, selebritas ini mengaku memperoleh keberkahan lain yakni selalu berkumpul bersama keluarga tercinta. Bahkan bisa melakukan ibadah sunnah Ramadhan lainnya yang sebelumnya jarang dijalankan bersama-sama.

“Akhirnya saya bisa mengatakan bahwa Covid 19 ini melahirkan budaya baru bagi kita semua. Yang paling terasa adalah kumpul bersama suami full selama Ramadhan. Juga alhamdulillah sholat berjamaah dengan suami serta sholat Ied di rumah sesuai anjuran pemerintah,” urai Julia. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selebriti

Ferry Juan Bahagia Jadi Contoh Single Parent Yang Sukses

Published

on

FEM Indonesia – Pengacara kondang berpenampilan flamboyan, Ferry Juan memgungkapkan, bahwasalah satu kenangannya yang tak bisa dilupakan adalah saat Ia pernah selama bertahun-tahun memperjuangkan hak asuh anaknya bernama Niquita Juan dan kemudian dimenangkannya hingga sekarang.

Kini, ketika Niquita Juan telah beranjak dewasa dan kuliah di sekolah fashion paling terkemuka di dunia di kota mode Paris, Ferry Juan patut menjadi contoh single parent teladan yang dianggap sukses telah mengasuh anak semata wayangnya dengan sangat baik.

“Sekarang kami sudah berdamai dan sudah seperti kakak beradik saja demi untuk kepentingan bersama dalam pengawasan terhadap perkembangan Tata (nama panggilan Niquita). Sebagai single parent tentu saya merasa sangat puas dan bahagia telah dapat membesarkan Tata dengan baik tanpa kurang suatu apapun dan bisa menyekolahkan di Perancis adalah suatu kebanggaan yang luar biasa,” ujar Ferry Juan ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Ferry juga berharap Tata cepat lulus kuliahnya dan bisa sukses bekerja sesuai bidang studi pilihan hatinya serta betah menetap di kota mode dunia untuk seterusnya.

“itu menjadi harapan saya dan Zarima yang sama-sama bahagia senang melihat Tata sukses kelak,” tandas Ferry Juan.

Continue Reading

Selebriti

Petugas P2TP2A Lampung Timur Lakukan Kekerasan Seksual Pada Korban Perkosaan, Lia Emilia : Pelaku Monster Enggak Berotak

Published

on

FEM Indonesia – Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitu nasib korban NF (13), korban perkosaan di Lampung Timur yang kembali menjadi korban tindak kekerasan seksual oleh petugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur berinisial DA. Tidak hanya mendapat kekerasan seksual, oleh petugas yang seharusnya melindungi, korban juga dijual. Subdit V Renakta Ditkrimum Polda Lampung telah menangkap DA dan terus mendalami kasus ini.

Karuan kasus tersebut menyita perhatian masyarakat, salah satunya penyanyi Lia Emilia. Pelantun Kerak Telor ini mengaku kesal bercampur emosi begitu mendengar berita itu. Bahkan jika dirinya bersua dengan pelaku ingin melabrak habis-habisan.

“Perasaan gue marah, emosi meledak! Rasanya kalau ketemu oknum itu pengen aku siksa. Perilakunya enggak punya otak, monster enggak punya hati,” katanya.

Kemarahan Lia beralasan. Pasalnya tidak mudah mengembalikan keadaan psikis korban perkosaan seperti sebelum kejadian.

“Orang yang seharusnya jadi pelindung serta mengembalikan mental korban dari trauma malah membuat korban jadi lebih trauma lagi,” ucapnya.

Untuk itu, secara eksklusif kepada Femindonesia.com, Lia meminta agar aparat kepolisian menjerat pelaku dengan pasal yang memberatkan hukuman. Hal tersebut agar masyarakat melihat tindak kekerasan seksual pada umumnya, khususnya pada anak, bakal diganjar dengan hukuman berat. Terlebih pelaku pada kasus ini adalah petugas yang semestinya melindungi korban perkosaan.

“Pihak berwajib harus tegas dengan hukuman. Gue sebagai wanita dan seorang ibu bagi ke 2 anak sangat tidak setuju kalau hukuman hanya 15 tahun. Itu terlalu ringan. Kalau bisa hukuman mati, biar orang lain mikir untuk berbuat biadab seperti itu. Kalau enggak ya, hukuman seumur hidup. Gue prihatin lembaga yang seharusnya bisa memberi perlindungan terhadap korban malah melakukan hal bejat,” urai Lia. [foto : dokumentasi/teks : denim]

 

Continue Reading

Selebriti

Velline Chu Mulai Bisa Melihat Dengan Indra Ke-6

Published

on

FEM Indonesia – PSBB terakhir kemarin, pedangdut cantik Velline Chu berada di Surabaya, Jawa Timur. Sebab, untuk kembali ke Jakarta tidak mungkin karena harus mengurus SIKM.

Pelantun single “Aku Bukan Samsak” itu beberapa pekan ini, masih tinggal di kota pahlawan sampai kondisi Jakarta, benar-benar aman dari wabah corona.

Menurut pelantun single “Ngopi Say” di sana, kebetulan ia memiliki banyak kerabat yang taat sprirtual dan berdoa. Velline diharap agar selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, agar karir dan hdupnya kembali lancar.

“Aku dikasih nasehat agar lebih banyak berdoa agar dekat dengan Allah, dan harus rajin puasa, prihatin agar karirku bisa naik,” ujar Veline dikutip dari laman Nagaswara News, baru-baru ini.

Namun, karena sering tirakat dan berpuasa, malah membuat mata bathin dan indera ke enamnya terbuka. “Kemarin berkunjung ke rumah teman yang angker di Wage Surabaya, malah bisa melihat macem-macem,” tuturnya.

Sekarang, personel Duet VW ini mengaku lebih berani menguji nyali. “Sekarang lebih berani menghadapi mahluk gaib, dibanding menghadapi kenyataan pahit,” ujarnya.

Continue Reading

Trending