Connect with us

FEM Depok

Pasien Covid 19 Membludak, Depok Rencanakan Fungsikan Kamar Hotel

Published

on

FEM DEPOK – 19 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat, kabarnya sudah tak mampu menampung pasien positif Covid-19.

Rumah sakit itu adalah, RSUD Depok, RS Bunda Margonda, RS Hermina Depok, RSUI, RS Bhayangkara, RS Mitra Keluarga Depok, RS Puri Cinere, RS Sentra Medika, RS Melia dan RS Tugu Ibu.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengumumkan, kapasitas 19 RS rujukan pasien Covid-19 sudah hampir penuh diatas 80 persen.

“Keadaan lebih darurat ditemui pada ketersediaan ICU dan HCU sebagai ruang perawatan pasien Covid-19 bergejala berat. Semuanya sudah penuh,” ujar Idris di Balai Kota Depok, Selasa (15/9/2020).

Menurut Idris, untuk mencari jalan keluar, pihaknya sedang berusaha menjadikan hotel-hotel di Kota Depok sebagai tempat isolasi pasien positif Covid-19 tak bergejala. “Tapi belum ada hotel yang bersedia untuk dijadikan tempat karantina pasien positif Covid-19 tak bergejala,” jelas Idris.

Untuk itu, lanjut Idris, pihaknya meminta para pasien positif tanpa gejala Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah. “Kami sarankan pasien positif tanpa gejala lakukan isolasi mandiri di rumah. Kami juga sudah menambah satu RS rujukan yakni RS Citra Medika Cilodong untuk merawat pasien positif Covid-19 bergejala dan tidak bergejala dengan kapasitas 70 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGTPPC) Kota Depok per hari Selasa (15/9), terjadi penambahan cukup banyak dan mencatat angka tertinggi dalam sehari terkonfirmasi positif Covid-19 yakni sebanyak 124 orang.

Dengan demikian total keseluruhan yang terkonfirmasi positif Covid-19 yakni sebanyak 2.990 orang. [kristiaprilia/foto: istimewa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FEM Depok

Pradi ‘Loby’ Tempat Penginapan di Depok Untuk Pasien Covid 19

Published

on

FEM DEPOK – Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku, pihaknya sedang melobi sejumlah tempat penginapan di Depok untuk menampung pasien COVID-19 khusus dengan gejala ringan.

Langkah ini dinilai perlu karena terbatasnya fasilitas rumah sakit rujukan di kota Depok dengan meningkatnya Pasien Covid 19.

“Tidak menutup kemungkinan kalau itu (sewa tempat penginapan) harus dilakukan, karena kita masih ada dana cadangan. Saya rasa dalam aturan dari pemerintah pusat mengenai anggaran ini kan begitu longgar terkait dengan penggunaan COVID-19,” kata Pradi Supriatna, Senin (21/11/2020).

Pradi menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan gugus tugas untuk menindaklanjuti usulan tersebut. “Untuk hotel bisa digunakan untuk pasien dengan gejala ringan, tinggal kita kihat sarana pendukungnya,” jelas dia

Selain fokus pada penyediaan tempat isolasi, Pradi juga akan mengupayakan perhatian lebih pada pada korban positif COVID-19, terlebih bagi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. “Kita akan upayakan dari sisi kebutuhan ekonomi mereka, selama mereka keluarganya akan kita bantu,” jelas Pradi.

Seperti diketahui, sejumlah rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kota Depok nyaris over kapasitas. Bahkan, di beberapa rumah sakit untuk HCU telah penuh. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dokter Novarita. Untuk mensiasati hal itu, Depok kini berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit yang ada di wilayah penyanggah.

“Untuk pasien yang butuh HCU kita sudah terintegrasi dengan wilayah lain, jadi kalau di Depok enggak ada bisa ke Bogor, Jakarta dan Bekasi,” katanya.

Selain sedang mengupayakan ketersediaan HCU, pihaknya juga sedang membuka lowongan untuk tenaga medis. “Ada beberapa rumah skait yang HCU-nya ada tapi untuk opersionalnya kekurangan SDM. Nah sekarang kita lagi rekruitmen,” katanya.

Sebagai informasi, HCU adalah unit pelayanan di rumah sakit bagi pasien dengan kondisi stabil dari fungsi pernapasan, cairan tubuh, dan kesadaran namun masih memerlukan pengobatan, perawatan dan pemantauan secara ketat.

Untuk diketahui, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Depok terus bertambah. Data resmi pemerintah setempat mencatat, jumlah kasus terkonfirmasi positif saat ini telah mencapai 3.287 orang, sembuh 2.269 orang dan meninggal dunia 112.

Jika dirunut, angka kasus positif di Kota Depok telah bertambah sebanyak 89 orang dalam kurun waktu empat hari terakhir, dengan jumlah pada Jumat lalu, mencapai 3.198 orang.

Continue Reading

FEM Depok

Tiap Hari Blusukan, Afifah Perjuangkan ‘Suasana Baru’ di Depok

Published

on

FEM DEPOK – Wanita yang tak mengenal lelah meski menerjang hujan, adalah calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia di Pilkada 2020.

Pasalnya, Afifah terus melakukan blusukan disetiap hari meski hari sabtu-minggu dalam upaya merangkul masyarakat untuk perjuangkan ‘suasana baru’ di Kota Depok.

Begitupula saat Afifah menyambangi Paguyuban Warga Madura yang berprofesi sebagai Pedagang Sate se-Kota Depok.

Bukan tanpa sebab, tidak bisa dipungkiri sebagai pedagang di Kota Depok turut memajukan perekonomian yang ada di Kota Depok. Mereka menginginkan kepada Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna dan Afifah Alia (Pradi-Afifah) untuk bisa membawa perubahan di Kota Depok.

“Mari kita dukung dan doakan bersama agar Pradi Supriatna dan Afifah Alia menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok,” do’a seorang warga Madura, Abdurrahman, di Mampang, Kota Depok, Ahad (20/9/2020).

Tak hanya iringan do’a, dirinya juga memperkenalkan Afifah Alia kepada kerabatnya yang berprofesi sebagai pedagang Sate Madura.

“Tak kenal maka tak sayang, sekarang kita sudah mengenal beliau, sudah waktunya untuk memberikan suara kepada mereka,” tuturnya. Dikesempatan yang penuh hikmah tersebut, Afifah mohon doa restu untuk menjadi Wakil Wali Kota Depok mendampingi Pradi Supriatna.

“Mohon doa restu dan dukungannya agar nanti kita bisa bersama membawa perubahan dengan suasana baru di Kota Depok,” kata Afifah. [kristiaprilia]

Continue Reading

FEM Depok

Program ‘Berobat Gratis’ KTP Depok Pradi Afifah Disambut Luar Biasa DKR

Published

on

FEM DEPOK – Pasangan Pradi-Afifah di Pilkada Depok 2020, mengusung program yang memihak ke masyarakat yaitu berobat gratis hanya dengan ber-KTP Depok.

Program tersebut langsung mendapat sambutan dan dukungan penuh dari masyarakat yang tergabung di Dewan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok.

“Sebenarnya sejak 2010 program ini sudah kami gaungkan, tapi ngga direspon. Hanya Pradi-Afifah yang mengusung program berobat gratis dengan KTP Depok. Ini klop dengan program DKR Kota Depok,” kata Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan, Minggu (20/9/2020).

Roy menambahkan, selain kesamaan program, dukungan kepada Pradi-Afifah diberikan lantaran seluruh anggota DKR di berbagai kelurahan Kota Depok menyatakan dukungannya kepada Pradi-Afifah.

“Kami tidak serampangan. Kami lakukan secara demokratis. Aspirasi anggota DKR dari berbagai kelurahan dibawa dalam rapat pleno, lalu diputuskan dukung Pradi-Afifah,” tegas Roy.

Simpatisan DKR Kota Depok yang berjumlah 5.000 anggota juga akan bergerak secara door to door mensosialisasikan program berobat gratis dengan KTP Depok.

“Kami akan bekerja keras menggolkan program ini. Berobat gratis dengan KTP Depok merupakan itikad baik Pradi membantu masyarakat Depok,” pungkas Roy semangat.

Continue Reading

Trending