Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Penyanyi Ren Tobing Buka Aplikasi Belanja Online

Published

on

FEM Indonesia – Salah satu penyanyi label Nagaswara, Ren Tobing baru-baru ini membuat terobosan baru dengan membuka perusahaan startup, Pasarkuy.com.

“E-commerce sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi saya, karena saya sangat menggeluti bidang tersebut khususnya dalam bagian distribution channel di bidang industri perhotelan dan demikian juga di industri musik,” ujar Ren Tobing dikutip dari laman NAGASWARA News, Kamis (16/7/2020).

Sebagai Founder & CEO Pasarkuy.com, Ren menambahkan bahwa potential winner industries saat pandemi ini salah satunya adalah industri e-commerce khususnya yang melayani kebutuhan primer pangan, sehingga menjadi salah satu solusi sosial ekonomi dalam menghadapi pandemi.

Pasarkuy.com beber Ren, merupakan aplikasi belanja yang menyediakan produk pangan berkualitas dan segar seperti sayur mayur, buah-buahan, rempah-rempah, bumbu dapur yang berkualitas  harga yang bersaing, serta pelayanan customer service yang ramah ala perhotelan.

“Kenapa aplikasi ini saya namakan Pasarkuy.com? Karena milenial bingits…kekinian, gampang diinget…dan memang biar menjangkau semua masyarakat,” jelas Ren.

Ren berharap, dengan hadirnya Pasarkuy.com layanan yang diberikan saat ini maupun pengembangan fitur-fiturnya di masa yang akan datang dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dalam hal penyaluran bahan pangan secara daring.

Bagikan Artikel :

Ekonomi & Bisnis

Ini Alasan Personal Branding Perlu Dalam Jalankan Usaha

Published

on

FEM Indonesia – Dulu hal ini masih dipandang sebelah mata dalam menjalankan usaha. Namun kini di era digital, branding tak hanya untuk produk tetapi secara personal juga perlu.

Pasalnya personal branding membantu individu atau bisnis terlihat berbeda dan lebih menonjol dibandingkan yang lain. Bahkan membangun personal branding atau tampilan yang ingin diperkenalkan ke luar menjadi sebuah kebutuhan. Hal tersebut diakui Founder Kopi Chuseyo, Daniel Hermansyah.

“Sebagai founder bisnis, saya harus living the brand, bukan hanya gimmick. Pastinya harus sesuai dengan brand atau produk bisnis yang saya jalankan agar mendapat kepercayaan banyak orang,” katanya.

Dilanjutkan dalam siaran Podcast Obsesif kolaborasi Medio by KG Media dan Niagahoster, belum lama ini, bahwa personal branding harus dilakukan dengan konsisten dan bukan secara pura-pura sehingga dirinya dapat menjaring interaksi yang lebih aktif dari pelanggan Kopi Chuseyo. Bahkan terus untuk up to date dengan tren terbaru juga dilakukan.

“Yang terpenting adalah mengerjakannya dengan 110% dan jangan setengah-setengah. Ada upaya, ada kegigihan, dan lakukan branding dari hati agar dapat living the brand,” jelasnya lagi seraya menambahkan guna membangun personal branding yang baik maka terlebih dahulu kenali diri sendiri dan kemampuan yang dimiliki.

Hal senada diungkapkan Head of Brand and Communication Team Niagahoster, Ayunda Zikrina. Menurutnya personal branding dapat meningkatkan kesempatan seseorang dalam persaingan pencarian kerja.

“Ketika CV sudah masuk ke perusahaan, rekruter akan menelusuri internet. Maka sangat bagus jika seseorang memiliki bekal personal branding yang cukup untuk bersaing,” jelasnya.

Sementara itu, kata Daniel, pemanfaatan platform digital yang tepat untuk personal branding juga harus dilakukan. Pasalnya walau kini menjamur media sosial dan memegang peranan penting namun tetap harus diimbangi dengan penampilan secara in-person.

“Kalau secara online personal brandingnya sudah bagus dan kuat, harus diikuti dengan penampilan secara offline. Jangan sampai personal branding secara online dan offline tidak sejalan,” pungkasnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Bagikan Artikel :
Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Usung Strategi Promo dan Kembangkan Bisnis, ShoppePay Bikin Pelatihan Virtual

Published

on

FEM Indonesia – Pemanfaatan dunia maya kini sudah dirasakan banyak pihak, salah satunya pelaku usaha. Melalui akses digitalisasi tersebut, para pelaku bisnis, termasuk UMKM, dapat memasarkan produknya lebih luas, selain mengenalkan.

Untuk itu ShopeePay kembali mengadakan pelatihan virtual dengan tema Strategi Promosi Melalui Konten Pemasaran pada Kanal Digital dan Strategi Mengembangkan Bisnis Bersama ShopeePay, baru-baru ini.

Menurut Head of Business and Partnerships ShopeePay, Eka Nilam pelatihan yang kali ketiga tersebut merupakan kelanjutan dari peluncuran buku panduan UMKM Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay dan mendapat respon positif pelaku usaha. Karena itu pelatihan akan berlangsung hingga Oktober tahun ini seraya berharap peserta memperoleh ilmu usai mengikuti pelatihan.

“UMKM merupakan salah satu tulang punggung dan roda penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk membantu mendigitalisasi dan mewujudkan target pemerintah 30 juta UMKM pada tahun 2024, kami dan ukmindonesia.id telah melaksanakan dua sesi pelatihan pada bulan Juli dan Agustus lalu. Pada pelatihan ketiga kali ini, kami senang melihat sambutan dari para peserta dalam menerima paparan tentang Strategi Promosi Melalui Konten Pemasaran pada Kanal Digital dan Strategi Mengembangkan Bisnis Bersama ShopeePay. Harapan kami semoga pelatihan ini dapat memperkaya ilmu pengetahuan bagi para pemilik UMKM dan membantu bisnis mereka berkembang,” urai Eka.

Sementara pembicara yang juga owner Crodery Craft, Risvico Wahyu Sukmawati mengaku memperoleh manfaat dari pelatihan ini serta membantu dalam mengembangkan bisnis kerajinannya.

“Sebagai pengusaha yang tidak memiliki latar belakang kewirausahaan sebelum memulai bisnis, pelatihan gratis ini sangat membantu saya dalam memahami berbagai konsep dasar yang sangat diperlukan oleh setiap pelaku usaha untuk dapat mengoptimalkan operasional usahanya,” katanya.

“Dari tiga pelatihan yang sudah saya ikuti ini, saya menjadi lebih mengerti tentang bagaimana cara untuk membangun branding, menentukan harga jual produk yang tepat, melakukan promosi pada kanal digital dengan lebih baik lagi, dan bagaimana cara mengembangkan bisnis bersama ShopeePay. Berbagai ilmu yang saya dapatkan di tiga pelatihan tersebut membantu saya untuk melakukan perencanaan ulang agar usaha saya dapat berekspansi suatu hari nanti dan berjalan secara berkelanjutan dengan lebih optimal,” tambah Risvico.

Sedangkan nara sumber lain, Digital Marketing Consultant ukmindonesia.id, Jimmi Mochtar menyatakan pelatihan para pelaku usaha termasuk kalangan UMKM, penting mengingat strategi dalam pemasaran menentukan usaha yang dijalankan, terlebih saat ini era digital yang mudah digunakan untuk penyebaran informasi.

“Para peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi mengenai strategi pemasaran di kanal digital dengan aktif bertanya. Ilmu strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku UMKM di era digital memang penting, karena dapat menjadi penentu kesuksesan usaha mereka. Dengan cakupannya yang luas, pemasaran secara digital dapat menjadi suatu topik yang membingungkan bagi pelaku UMKM yang baru saja terjun ke dunia wirausaha. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang mendalam dan strategi yang tepat untuk memasarkan suatu produk atau jasa secara luas kepada konsumen,” paparnya.

Karena itu Jimmi yakin pelaku bisnis manapun bisa menghasilkan keuntungan bila ragam konsep kewirausahaan yang terkesan rumit dipelajari oleh siapapun dan diterapkan dengan baik. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Bagikan Artikel :
Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Bisnis via Digitalisasi Marak, Niagahoster Gelar Brand Marketing Con 2022

Published

on

FEM Indonesia – JIka ingin memulai bisnis melalui media sosial ada, konten tentang bisnis yang dipromosikan sebaiknya ditayangkan secara kontinyu. Selain itu juga perhatikan waktu untuk mengunggah. Pasalnya tidak semua akan melihat waktu penayangan. Hal tersebut dikatakan CEO dan Founder Tribelio.com, Denny Santoso.

“Konten harus ditayangkan terus menerus karena selalu ada orang yang melihat. Harus diingat, tiap orang itu berpotensi beli setelah melihat. Jadi kenapa enggak tiap hari (ditayangkan, red)? Yang penting enggak membosankan dan demi kepentingan konsumen. Kalau waktu pas unggah, kita lihat dulu kapan audience aktif jam berapa, tergantung ya. Jadi di riset dulu karena ada yang fix, ada yang tidak,” ujarnya saat temu media Brand Marketing Con 2022 by Niagahoster secara daring, Kamis (18/8).

Diakui adanya pandemi sejak 2020 membuat banyak bisnis beralih ke online dan bertanggung jawab penuh atas pemasaran produk dan bisnisnya. Untuk itu, katanya, branding dan digital marketing mendadak menjadi hal yang harus diketahui oleh semua pebisnis dari skala kecil hingga besar.

“Berjualan secara online sangat berbeda dengan offline. Ketika kita berjualan secara online, kita membuat akun media sosial atau website dan kita harus tahu bagaimana caranya agar toko online kita bisa ramai. Yang harus diperhatikan bukan lagi hanya tentang menjual produk tapi bagaimana kita bisa membuat konten dan mendatangkan potential leads. Karena ada gula, ada semut, ada konten, ada audiens,” papar Denny lagi.

Hal yang sama diungkapkan Head of Brand and Communication Team Niagahoster, Ayunda Zikrina. Menurut dia pentingnya pemahaman branding dan digital marketing berlaku bagi orang yang memulai bisnis secara daring dan pelaku UMKM. Untuk itu pihaknya kembali mengadakan event konferensi virtual tahunan secara gratis, Brand Marketing Con by Niagahoster bertema Keeping Up The Pace After Pandemic pada 24-25 Agustus 2022.

“Branding dan digital marketing memainkan peran sangat penting untuk bisnis saat ini. Sehingga harapannya Brand Marketing Con 2022 by Niagahoster bisa membantu meningkatkan wawasan yang lebih luas lagi bagi pebisnis dan UMKM agar mendapat insight dari para ahlinya,” terangnya.

Diketahui, untuk para peserta yang ingin berpartisipasi menimba ilmu dari 19 narasumber yang profesional di bidangnya antara lain Gojek, Prudential, Lemonilo, Kumparan, Tribelio.com, Kopi Chuseyo dan lain-lain dapat segera mendaftarkan diri melalui www.niagahoster.co.id/event. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Bagikan Artikel :
Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending