Connect with us

Lifestyle

Promosikan Hidup Sehat Dekat Alam, RSUI Resmikan “WINGS Garden”, Ada Fasilitas Penunjang Kesehatan Mental!

Published

on

FEM Indonesia – Yayasan WINGS Peduli resmikan RSUI WINGS Garden, sebuah lahan hijau yang mudah diakses masyarakat dan komunitas sekitar di wilayah Depok, kolaborasi bersama UI (Universitas Indonesia) dan RSUI (Rumah Sakit Universitas Indonesia). 

Untuk meresmikannya, Yayasan WINGS Peduli menggelar “Festival Sehat RSUI WINGS Garden” yang terdiri dari rangkaian sport activities, talkshow inspiratif, hingga pengobatan dan konsultasi kesehatan dengan dokter umum secara gratis yang diikuti oleh ratusan masyarakat. Kegiatan “Festival Sehat RSUI WINGS Garden” ini merupakan komitmen #WINGSPeduliKesehatan untuk mempromosikan gaya hidup sehat, salah satunya dekat dengan alam, untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental masyarakat.

Sebuah scientific report berjudul “Spending at least 120 minutes a week in nature is associated with good health and wellbeing” menegaskan bahwa dua jam selama satu minggu, merupakan durasi ideal menghabiskan waktu di alam untuk kesehatan fisik dan mental. Alam yang dimaksud adalah taman, hutan, bukit, atau sungai. RSUI WINGS Garden dibangun untuk menjadi salah satu alternatif bagi komunitas sekitar UI dan RSUI untuk menikmati elemen alam dengan mudah. 

Sheila Kansil, perwakilan Yayasan WINGS Peduli menuturkan, “RSUI WINGS Garden diharapkan dapat menjadi alternatif tujuan bagi tenaga kesehatan, pasien dan keluarga yang menjenguk, mahasiswa UI, hingga masyarakat di sekitarnya, untuk menghabiskan waktu saat mereka membutuhkan ruang terbuka hijau. Inisiatif ini merupakan salah satu upaya kami untuk mempromosikan gaya hidup sehat kepada masyarakat, dengan berkolaborasi bersama mitra yang memiliki kesamaan misi di bidang kesehatan yakni RSUI.’’

Untuk meresmikan RSUI WINGS Garden, Yayasan WINGS Peduli menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Festival Sehat RSUI WINGS Garden” dengan menggandeng para brand yang mendukung konsumennya melakukan healthy lifestyle. Festival Sehat RSUI WINGS Garden ini menghadirkan pengalaman menikmati alam sambil berolahraga, seperti Cardio Boxing persembahan ProGuard, Zumba persembahan Isoplus dan Mie Sedaap Baked, serta PoundFit persembahan Zinc. 

Terdapat juga berbagai booth yang turut mendukung kesehatan pengunjung, seperti medical check up serta konsultasi kesehatan gratis persembahan ProGuard, edukasi #PilahDariSekarang yakni kampanye pemilahan sampah untuk kesehatan lingkungan, booth game persembahan Zinc, hingga makanan dan minuman persembahan IsoPlus, Mie Sedaap Baked, Top Coffee, dan Yoshinoya.

Selain baik untuk kesehatan tubuh, menurut Listya Tresnanti Mirtha, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RSUI, bergerak sambil menikmati alam, salah satunya dengan berolahraga, memberikan banyak manfaat untuk kesehatan mental dan sosial. Beberapa di antaranya dapat mengurangi stres, menajamkan konsentrasi, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, hingga memperbaiki mood. 

Hal ini disebabkan elemen alam dapat menenangkan pikiran, seperti gemercik air, kicauan burung, hingga angin berdesir. Begitu juga dengan pengalaman sensorik dari aroma segar tanaman, sentuhan tanah dan daun, hingga paparan cahaya matahari.

Dokter Listya menyarankan, dedikasikan waktu setiap minggu untuk menghabiskan waktu di taman sambil melakukan olahraga ringan atau aktivitas menyenangkan, dan interaksi sosial lainnya. Seperti berjalan atau berlari kecil tanpa gadget, bersepeda, yoga atau meditasi, hingga melakukan fotografi sambil menikmati taman. Dengan suasana yang menyegarkan dan pemandangan indah, olahraga terasa lebih menyenangkan dan memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan hanya di dalam ruangan.

Direktur Utama RSUI, Dr. dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K), MPH, mengatakan bahwa integrasi kegiatan di rumah sakit dengan RSUI WINGS Garden diharapkan dapat memberikan dampak langsung kepada komunitas terkait. “RSUI WINGS Garden diharapkan dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien yang menginap di RSUI, sekaligus memberikan ketenangan kepada tenaga medis yang bertugas saat melayani pasien. Hal ini juga merupakan salah satu misi dari rumah sakit kami yaitu memberikan pelayanan kesehatan paripurna,” ujarnya.

RSUI WINGS Garden memiliki berbagai fasilitas penunjang kesehatan mental dan fisik, mulai dari bebatuan, aliran air, tanaman, aquarium, amphitheater, hingga batu alam berpola untuk area terapi. Terdapat pula Family Mart yang dapat dimanfaat pengunjung taman untuk membeli beragam keperluan. 

Berbagai inisiatif dan kolaborasi ini sejalan dengan upaya Yayasan WINGS Peduli untuk meningkatkan fasilitas pendukung kesehatan, yang sejalan dengan filosofi perusahaan bahwa The Good Things in Life should be Accessible for All.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Lifestyle

Jelang Lebaran, Ariel Bagikan Koleksi Pribadinya ‘Go Outside’ bersama Greenlight asal Bandung

Published

on

FEM Indonesia – Dalam hiruk-pikuk dinamika kehidupan perkotaan yang sibuk, seringkali kita merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton dan terkadang melupakan betapa pentingnya untuk menghirup udara segar dan menjelajahi keindahan alam di sekitar kita. 

Itu yang dirasakan Ariel sekarang ini. Sebagai seorang musisi yang hidup dan beraktivitas di perkotaan, dia sudah mulai merasa jenuh akan rutinitas kesibukan kesehariannya. “Gw udah jenuh jalanin aktivitas yang gitu-gitu aja. Bangun, syuting, main game, terus tidur lagi.” ujar Ariel.

Greenlight, brand asal Kota Bandung bagian dari BIENSI GROUP dengan Hirman R Rivano sebagai CEO menangkap situasi ini. Bersama Ariel, Greenlight mengeluarkan Go Outside sebagai koleksi yang mengajak orang-orang diperkotaan untuk melangkah keluar rumah dan menjelajahi dunia luar. 

Greenlight percaya bahwa melalui pengalaman di alam, kita dapat menemukan ketenangan, inspirasi, dan koneksi yang hilang di tengah kehidupan perkotaan yang hektik.

Greenlight Go Outside adalah sebuah koleksi yang menggabungkan fungsionalitas dan estetika. Terinspirasi dari orang yang aktif, menjaga penampilan dan mempunyai antusias terhadap kegiatan luar ruang. Dirancang untuk berbagai aktivitas luar ruang, Koleksi Go Outside meluncurkan 3 kategori produk sesuai dengan aktivitas yang dilakukan yaitu Go Outside – City untuk aktivitas di perkotaan, Go Outside – Nature untuk kegiatan di alam dan Go Outside – Beach bagi yang suka pergi ke Pantai. 

Ketiga kategori tersebut dirancang menggunakan material yang berkualitas, ringan dan tahan lama sehingga memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi setiap langkah dalam berbagai aktivitas dari mulai di perkotaan, alam dan hingga ke pantai. Koleksi ini sudah bisa didapatkan di 3second Store seluruh Indonesia.

“Saatnya untuk keluar rumah dan merayakan keindahan dunia di sekitar kita. Step out, Go Outside,” kata Ariel.

Continue Reading

Lifestyle

Punya Kulit Cantik dan Sehat, Ini Rahasianya artis Dinar Candy

Published

on

FEM Indonesia – Memiliki kulit mulus nan sehat merupakan dambaan kaum hawa. Terlebih jika kaum ini berkecimpung di dunia entertainmen, dimana kecantikan dan kesehatan kulit menjadi sesuatu yang bernilai.

Salah satu yang melakukan perawatan hal tersebut adalah selebritas Dinar Candy. DJ cantik ini pun menjalani perawatan filler namun karena hasil sebelumnya merasa tidak memuaskan, Candy menyambangi klinik Instabeauty Center untuk memperbaiki.

Di bawah pimpinan Dr. Rudy Adiputra, MARS, M.Biomed (AAM) dan tim, Candy mulai melakukan perawatan filler. Kendati melalui proses yang tidak mudah namun perlahan perbaikan filler yang sebelumnya menimbulkan masalah terlihat. Apalagi tehnologi teranyar yang digunakan Instabeauty Center dapat menghapus filler yang tidak tepat.

Alhasil kulit Dinar kembali mulus dan memukau sehingga menumbuhkan kepercayaan diri yang sebelumnya berkurang untuk tampil di depan umum. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Lifestyle

Kembaran Dewi Gita, Imel Santi Karya Kecantikanya Rambah Negeri Jiran

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Sosoknya yang mirip penyanyi Dewi Gita membuat dirinya kerap disebut Kembaran Dewi Gita. Dialah Imelda Listyo Susanti atau biasa dipanggil Imel Santi

Meski beda jalur, Dewi Gita adalah penyanyi sedangkan Imel adalah make up artist penata namun profesi keduanya sama-sama bisa disebut seniman. Keduanya juga memiliki keahlian di bidangnya masing-masing sebagai profesional.

“Saya tak pernah merasa mirip Dewi Gita. Hanya saja orang-orang banyak yang bilang begitu. Buat saya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan,” kata Imel Santi dikawasan Jakarta Timur, Sabtu (23/3/2024).

Sebagai pemakeup artis dan make up pengantin, nama Imel Santi sebenarnya cukup dikenal dikalangan profesinya. Selain kliennya yang banyak dari kalangan pejabat, profesi Imel juga sudah merambah sampai negeri jiran, Malaysia. Ia kerap terbang ke Malaysia untuk merias pengantin dari kalangan keluarga pejabat, datuk terpandang di sana. Termasuk ia sempat merias pengantin untuk artis Enny Beatrice.

Seperti diketahui Datin Seri Utama Enny Beatrice Ferlat Kusumo Anggraini atau yang lebih dikenal dengan Enny Beatrice adalah aktris asal Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Badan Amal Kasih Ibu Putrajaya, Malaysia. Dia dipersunting oleh seorang politikus Malaysia, yakni Tengku Adnan Tengku Mansor pada 1989. 

“Iya, jasa rias pengantin kita memang sempat dipakai oleh keluarga Enny Beatrice. Di sana beliau merupakan keluarga terpandang di Malaysia, pejabat lah,” ungkap Imel.

Dalam berkarir di dunia make up artis dan pengantin, Imel tak membatasi diri pada tema dari daerah tertentu. Ia mampu merias pengantin dengan tema dan daerah mana pun. “Meski awalnya kita banyak merias pengantin Jawa dan Sunda, kini kita sudah menguasai secara profesional tema dari daerah manapun. Semisal Melayu, Minang, Bali, tema-tema nusantara dan sebagainya,” kata Imel.

Wanita kelahiran 27 Maret 1974 ini mengaku dalam merias wajah selalu menyesuaikan alat kosmetik dengan kulit wajah dari kliennya. Bisa produk luar negeri, bisa pula produk lokal. Tergantung dari kecocokan kulit wajah sang klien.

“Karena tidak semua produk luar negeri cocok untuk kulit tertentu. Jadi kita bagaimana kecocokan kulit wajah klien aku. Tapi yang terpenting untuk klien aku sebelum makeup, khususnya untuk klien calon pengantin, pasti aku akan suruh lepas skincare pribadi yang dipakai selama min 3 hari sebelum di makeup sama aku,” jelas Imel.

Hal itu, kata Imel,  untuk menghindari hasil makeup crack atau pecah selama dimakeup. Hasilnya, makeup Imel mampu bertahan dalam sehari. “Selain itu sebelum dimakeup kondisi wajah sudah harus siap sebelum mulai di makeup. Selain skinprep, pemilihan warna foundation, loose powder, eyeshadow & lipstik harus di sesuaikan dengan warna kulit setiap klien,” tambah Imel.

Sebagai seorang profesional rias pengantin yang memiliki klien para pejabat dalam dan luar negeri, Imel memang mengerti akan karakter kulit wajah. Meski begitu, ia juga tak sungkan menanyakan jenis kosmetik yang biasa dipakai sang klien. “Kita tetap harus tahu kebiasaan-kebiasaan klien dalam menggunakan kosmetik. Karena kebahagiaan klien adalah nomor satu. Jadi kita tetap harus mengerti mau nya klien,” ujar Imel.

Dalam meniti karirnya di dunia makeup, Imel mengaku awalnya disuruh oleh sang ibu. Kebetulan ibunya juga berbisnis jasa makeup pengantin, termasuk paket-paket wedding. Dari mulai sekadar merias saudara hingga akhirnya ia dipercaya sang ibu untuk merias pengantin. “Iya memang aku ini meneruskan bisnis orangtua, ibu saya. Sebelumnya saya merupakan pekerja kantoran. Saya kerja di perusahaan group BNI,” kata Imel.

Imel sebelumnya berkarir disebuah bank swasta setelah tamat kuliah, lalu pindah jalur ke dunia business dan buka Make up artis profesional menekuni profesi sebagai Makeup Artis dan Pengantin. Kini ia mulai merasakan penghasilan dari bisnisnya itu lebih besar beberapa kali lipat dari sekadar gaji bulanan saat ia masih bekerja kantoran. Terkait masalah tingkat kesulitan dalam memakeup pengantin, Imel mengaku setiap tema memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Misalnya pengantin Jawa.

Rias pengantin adat Jawa merupakan salah satu rias pengantin yang paling umum digunakan karena masyarakat Jawa yang merupakan mayoritas. Ciri khas dari rias pengantin adat Jawa adalah penggunaan paes di dahi pengantin perempuan. “Misalnya pengantin Jawa, itu harus orang-orang yang benar-benar bisa untuk merias menggunakan paes di dahi. Karena tidak mudah. Bukan sembarang dekorasi, paes ini merupakan simbol keanggunan dan ketundukan perempuan pada pasangannya,” kata Imel.

Jadi, kata Imel, membuat paes ini tidak mudah dan tidak bisa sembarangan dilakukan oleh semua perias pengantin,  Ada pakem-pakem khusus yang harus diikuti sehingga paes yang bagus hanya bisa dibuat oleh perias pengantin adat yang berpengalaman. Selain adat Jawa, riasan pengantin Sunda juga merupakan salah satu yang cukup populer. Dari segi riasan wajah, mungkin tidak ada perbedaan yang terlalu jauh dengan rias pengantin pada umumnya. Namun, ciri khas dari rias pengantin Sunda adalah pemakaian mahkota siger dan potongan daun sirih di tengah dahi.

Mahkota siger yang biasanya terbuat dari campuran logam melambangkan harapan akan rasa hormat, kearifan, serta kebijaksanaan dalam pernikahan. Sedangkan daun sirih yang dipotong menyerupai bentuk wajik dan ditempel di dahi dipercaya menjadi penolak bala dari berbagai musibah dan kejahatan yang bersifat magis.

“Jadi memang masing-masing daerah punya kekhasan tersendiri. Dan masing-masing punya tingkat kesulitan lah pastinya,” tandas Imel.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending