Connect with us

Lifestyle

Punya Bakat Rumahan Menarik Kreatif, Adelderderder Juarai ‘Homemade Idol’

Published

on

FEM Indonesia – Pergelaran pencarian bakat lewat video streaming bertajuk ‘Homemade Idol’ yang diikuti 574 video submission dari seluruh partisipan dari episode 1 hingga episode 3, akhirnya dimenangkan oleh anak muda bernama Adelderderder

Adelderder juara saat mengikuti tahapan di Grand final yang berlangsung pada 24 Mei 2020 lalu, dengan peserta pemenang lainnya di tiap episode adalah lbrahim Ambo dari team Darto, Rudy Visual dari team Ge Pamungkas.

Dewan juri pada grand final adalah Soleh Solihun, Patricia Gouw yang akhirnya menetapkan Beats by Boba Adelderderder dari team Head Hunter UUS sebagai pemenang Homemade Idol dengan meraih hadiah sebesar 50 juta.

Beats by boba dari Adelderderder terpilih sebagai pemenang dianggap memiliki talent yang creative yang sesuai dengan tujuan Homemade Idol mencari bakat rumahan. Menurut team Homemade Idol dan juri, beats by boba dari Adelderderder merupakan salah satu contoh bakat rumahan yang menarik dan kreatif.

Ia menunjukan skill yang dimiliki serta mengundang sosok Ibunya sebagai guest dari penampilannya. Adelderderder dalam penampilannya memutarkan beats lagu yang diambil dari sample suara Patricia Gouw, UUS, dan Soleh Solihun. Penampilan ini menarik karena menggunakan kue nastar sebagai alat pendukungnya selama 90 detik.

Soleh Solihun bahkan terkesan dengan penampilan Adelderderder, dan mengungkapkan bahwa Adelderderder memberikan kejutan dibanding penampilan sebelumnya, dan beat yang ditampilkan lebih enak dan lebih bagus.

“Gue pribadi Shock melihatnya karena belum melihat penampilan Adelderderder yang sebelumnya, dan kalau Kang Soleh mengatakan berbeda dari yang sebelumnya artinya elo nailed it,” kata Partricia Gouw.

Bakat Adelderderder dan beberapa peserta lainnya muncul sejak pandemi COVID I9 di Indonesia. Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak, menggunakan masker dan menjaga kebersihan tangan dengan cara sering mencuci tangan dengan sabun jika harus keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.

Banyak orang menggunakan waktu luangnya di rumah dengan berbagai aktivitas seperti menjelajahi bakat yang dimiliki. Tak heran banyak konten konten kreatif yang akhirny viral melalui kanal digitalHomemade Idol merupakan ajang kompetisi digital dengan mengangkat tagline “Bakat Rumahan Jadi Idola Beneran”, bertujuan memberikan dampak positif untuk mencari sosok sosok idol dengan bakat bakat unik yang menginspirasi dan Juga menghibur orang lain saat #DimmahAja.

“Banyak bakat bakat luar biasa yang berasal dari rumah. Bakat unik yang tidak dimiliki semua orang dan bisa menghibur orang lain,” ujar Luna Maya yang menjadi salah satu juri diajang ini.

“Akhirnya Homemade Idol telah memilih pemenang. Kami memberikan apresiasi pada anak anak muda dalam mengisi masa PSBB mereka dengan berkreasi menunjukan bakat bakat mereka di sosial media. Semoga Homemade Idol bisa menjadi alternatifhiburan, melahirkan idola idola baru, dan bisa menciptakan peluang di industri kreatif dan juga hiburan Indonesia,” kata Iwet Ramadhan, Head of Business Growth MRA Media.

Seluruh kontestan yang mengikuti kompetisi dan menjadi juara dengan cara mengunggah video berisi bakat yang dimiliki tanpa batasan di lnstagram dengan mengikuti syarat yang diberikan. Peserta yang telah dipilih yaitu memenuhi kriteria dan syarat yang diberikan, pesena harus follow lnstagram @Homemadeidolid. Selanjutnya, calon pesena juga telah rekam video dengan durasi maksimal 1 menit berisi bakat yang dimiliki atau kreativitas yang lahir dari kelidaksengajaan selama #dirumahaja, dan di unggah di akun Instragram pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lifestyle

Hasil Riset : Conscious Lifestyle Masyarakat Indonesia Lebih Tinggi Dari Jepang

Published

on

FEM Indonesia – Kabar gembira untuk negara-negara ASEAN, utamanya Indonesia. Dalam sebuah penelitian The Rise of Conscious ASEANs: Why should you CARE?” lewat forum HILL ASEAN ke-6 diketahui masyarakat ASEAN mempunyai 55 poin lebih tinggi dibandingkan masyarakat Jepang yang 40% di antaranya saat ini sudah memahami istilah Conscious Lifestyle serta 25% melakukan tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

“Angka yang lebih menggembirakan tampak pada profil Indonesia, dimana 92% masyarakat kita telah mengetahui istilah Conscious Lifestyle dan bahkan 93% di antaranya telah mengaplikasikannya dalam kehidupannya,” ujar Institute Director HILL ASEAN dan Executive Director Strategy Hakuhodo International Indonesia, Devi Attamimi baru-baru ini.

Melalui webinar, pembicara tersebut menambahkan dalam melakukan penelitian Conscious Lifestyle tersebut menggunakan tiga pendekatan, kuantitatif, kualitatif dan wawancara dari masyarakat ASEAN.

“Metode kuantitatif dengan sampel 4.500 orang, metode kualitatif dengan sampel 24 orang serta wawancara dengan 12 orang Key Opinion Leader (KOL),” kata Devi lagi.

Atas temuan ini, Devi mengatakan muncul istilah baru yang disebut the Consciouslites sebagai segmen yang akan mendominasi pasar dalam waktu dekat.

“Temuan riset ini menjadi bukti perkembangan tren yang sangat positif. Kami menyaksikan terbentuknya segmentasi masyarakat baru, yaitu mereka yang sudah sepenuhnya sadar menjalankan gaya hidup yang bertanggung jawab dalam kesehariannya,” lanjutnya.

Sementara itu CEO Hakuhodo Internasional Indonesia, Irfan Ramli menyatakan bahwa dalam menjalankan usaha, pihaknya menerapkan filosofi ‘sei-katsu-sha’.

“Filosofi ini memandang konsumen dengan perspektif 360 derajat lebih dari sekedar pembeli yang melakukan fungsi ekonomi, namun sebagai individu secara holistik yang memiliki gaya hidup, mimpi dan aspirasi berbeda-beda. Hasil riset ini menjadi semangat baru dan energi positif bagi kita semua dalam membuka peluang, dan menggerakkan brand untuk memanfaatkan momentum besar, menuju ke arah yang benar,” urainya.

Untuk diketahui penelitian dilakukan guna menggali kesadaran dan perilaku masyarakat ASEAN akan gaya hidup dan pilihan mereka, yang memengaruhi aspek sosial dan lingkungan. Temuan ini menjadi petunjuk berbasis fakta yang sangat bermanfaat untuk membantu brand dari produk-produk konsumen di berbagai negara ASEAN dalam meredefinisikan dirinya, membubuhkan nilai tambah sosial dan lingkungan, serta memperkuat strategi pemasarannya, yang tentunya diperkuat dengan keunggulan manajemen dan solusi unik dari Hakuhodo. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Lifestyle

Jakarta Fashion Week 2021, Adakan Seleksi Model di Lima Kota Besar

Published

on

FEM Indonesia – Perhelatan Jakarta Fashion Week 2021 akan digelar Oktober 2020 mendatang, namun JFW Series rangkaian acara menuju Jakarta Fashion Week sudah dimulai di bulan Februari ini.

Rangkaian digelar Jakarta Fashion Week Model Search atau JFW Model Search. Berbeda dari tahun sebelumnya, JFW Model Search tahun ini tidak hanya diadakan di empat kota, tetapi di lima kota besar, termasuk Grand Final di Jakarta.

Audisi pertama akan diadakan di Hartono Mall, Yogyakarta, pada 8 9 Februari 2020, disusul audisi tanggal 15 16 Februari 2020 di Galaxy Mall 3, Surabaya. Pada tanggal 29 Februari 1 Maret 2020, audisi akan dilaksanakan di Delipark, Medan, kemudian tanggal 14 15 Maret 2020 di 23 Paskal, Bandung. Audisi terakhir sekaligus Grand Final akan berlangsung di Senayan City, Jakarta pada 20 22 Maret 2020.

JFW Model Search diadakan setiap tahun untuk mengaudisi para model yang akan berjalan di panggung Jakarta Fashion Week. Audisi ini terbuka untuk model dari agensi mana pun, modelfreelance yang tidak terikat agensi, serta model pemula.

Melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta, penyelenggaraan tahun ini didukung oIeh UBS Gold, pusat emas model baru dan Make Over, kosmetik ternama Indonesia. Selain berkesempatan ambil bagian di Jakarta Fashion Week, JFW Model Search mencari Face of Indonesia, untuk bertanding di Asia Model Festival 2020, di Seoul, Korea Selatan.

Para pemenang JFW Model Search dari 5 kota juga mendapatkan kesempatan mengikuti proses pemilihan The Search for JFW Icons. Program yang dimulai sejak tahun lalu ini menampilkan 12 kandidat model di sebuah web series. Para model berkompetisi merebut gelar JFW Icons, yang menjadi model kampanye Jakarta Fashion Week 2021.

Yang baru tahun ini, pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui aplikasi Jakarta Fashion Week, hasil kolaborasi dengan Monnlay Technologies, serta adanya interaksi voting yang dapat dimanfaatkan pencinta fashion mana pun untuk memilih pemenang regional favorit untuk menjadi bagian dari The Search forJFW Icons.

Aplikasi JFW yang diluncurkan sejak Oktober 2019 ini tersedia untuk diunduh secara gratis di App Store dan GoogIe Play.

Continue Reading

Lifestyle

Komunitas SaveJanda Protes, Kata Janda Diganti Prelove Partner

Published

on

FEM Indonesia –  Kembali penggunaan kata janda yang kurang tepat digunakan untuk menambah riuh ruang media sosial oleh seorang figur publik.

Kali ini kata sakti, yang akan cepat menarik perhatian warga netizen dan menimbulkan pro dan kontra tersebut, tertuang dalam cuitan Henry Manampiring, penulis buku non-fiksi terkenal di kalangan muda seperti Filosofi Teras dan The Alpha Girl’s Guide.

Dalam cuitannya di platform Twitter, Henry melalui akunnya @newsplatter berkata, “Istilah janda dan duda sebaiknya diganti preloved partner”. Setuju?”. Sontak cuitan Henry tersebut disambut marak oleh warga netizen, termasuk tuaian kemarahan yang diterima oleh Henry dari para aktivis perempuan, khususnya janda.

Mutiara Proehoeman yang merupakan founder dari komunitas Save Janda, membalas cuitan Henry melalui akun @proehoeman, “Hai Henry, di saat kami dan teman-teman di @SaveJanda sedang berusaha untuk meminimalisir stigma janda di masyarakat, anda justru menambah beban kami atas apa yang sedang kami perjuangkan. Preloved sama saja kata kerennya untuk bekas #lawanstigmajanda”.

Myrna Soeryo praktisi humas, content creator isu pemberdayaan perempuan sekaligus satu satu co-founder komunitas Save Janda pun bersikap bahwa hal itu sangat memprihatinkan bahwa kembali kata janda dipergunakan oleh seorang figur publik untuk menarik perhatian di ranah media sosial.

“Janda seolah sudah menjadi kata sakti, agar segera dapat meraih popularitas dari warga netizen, tanpa memperdulikan stigma negatif yang terbentuk serta semakin membebani mental seorang janda dalam menjalani hidupnya,” ujarnya

“Kalau kita merujuk kepada KBBI, jelas bahwa kata janda hanyalah sebuah status dan tidak ada makna negatif di balik kata tersebut. Namun, karena pandangan misogini serta tatanan sosial patriarki, kata janda banyak dilekatkan dengan padanan kata yang bermakna negatif sehingga membentuk persepsi tidak baik di mata masyarakat terhadap kata janda. Sangat disayangkan seorang penulis buku terkenal yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kesetaraan perempuan, justru juga bisa membuat pernyataan yang salah mengenai kata janda dan ikut serta menambah pembentukan persepsi negatif terhadap janda,” tambah Myrna.

Menurutnya, berdasarkan data dari mesin pencarian Google, dalam waktu hanya 0.49 detik, ada 31.800.000 pencarian terhadap kata janda. Suatu angka pencarian yang fantastis sehingga membuat banyak tulisan di media daring menggunakan kata janda.

Hal ini juga dialami oleh komunitas Save Janda, di mana akun resmi Instagram @save_janda juga dipalsukan oleh akun lain yang menirukan nama akun resmi tersebut, tetapi malah berisikan foto-foto perempuan tak senonoh.

“Sudah saatnya, kita bersama-sama menghentikan pembentukan stigma negatif terhadap kata janda. Banyak janda-janda muda di daerah-daerah yang kesulitan mencari nafkah akibat stigma negatif tersebut. Dagangannya menjadi tidak laku, hanya karena ia berstatus seorang janda. Atau ia dijauhi oleh tetangga-tetangga perempuannya, karena takut suaminya bakal direbut karena janda dianggap sebagai pelakor (perebut laki orang), hanya karena ia berstatus janda. Justru sebagai anggota masyarakat yang baik, kita harus membantu para janda ini agar dapat menjadi perempuan yang berdaya sehingga mereka dapat memberikan penghidupan yang layak bagi keluarganya. Sehingga tidak ada lagi seorang janda pun yang takut diberi label kata janda, karena janda hanyalah sebuah status,” tandas Myrna.

Continue Reading

Trending