Connect with us

Hot News

“Rakyat Bumilangit” Wadah Untuk Fans Club Berkumpul Diresmikan

Published

on

FEM Indonesia – Setelah sebelumnya mengumumkan peluncuran Jagat Sinema Bumilangit, kini kembali diluncurkan pula wadah bagi para fans club Bumilangit untuk berkumpul.

“Rakyat Bumilangit” dipilih sebagai nama yang menyatukan para fans karakter-karakter Bumilangit dan Jagat Sinema Bumilangit yang akan mendapatkan info terkini secara eksklusif mengenai segala informasi atau produk Bumilangit.


Peluncuran Rakyat Bumilangit yang diadakan di Indonesia Comic Con 2019 pada hari Sabtu 12 Oktober dihadiri oleh Joko Anwar (produser dari Jagat Sinema Bumilangit), Zara JKT48 (pemeran Virgo), Abimana Aryasatya (pemeran Gundala), dan Muzakki Ramadhan (pemeran Sancaka kecil).

Keuntungan yang didapat dengan menjadi anggota Rakyat Bumilangit di antaranya, akan mendapatkan newsletter bulanan berisikan informasi terbaru mengenai event sampai dengan peluncuran komik, film atau produk lainnya dari Bumilangit.

Anggota juga menjadi yang pertama mendapatkan akses spesial melihat first look di tiap produk Bumilangit. Dan bagi penggemar koleksi merchandise Bumilangit berkesempatan mendapatkan potongan harga jika menjadi anggota Rakyat Bumilangit.

Untuk menjalin engagement dengan para anggota, Bumilangit akan menggelar acara acara tiap tiga bulan sekali, seperti gathering, workshop, seminar dan diskusi bersama kreator-kreator Bumilangit.

“Bangkitnya Ki Wilawuk”. Komik ini adalah karya terakhir pak Hasmi sebelum beliau meninggal dunia. Bahkan karya ini belum selesai. Lalu dilanjutkan oleh dua komikus muda Indonesia yaitu Fajar Sungging dan Toto Winarno.

Pendaftaran Rakyat Bumilangit dapat dilakukan secara online di website Bumilangit dan juga bisa dilakukan offline ketika ada event terkait Bumilangit.

Bumilangit yang berdiri sejak tahun 2003 adalah sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, sekitar 1000 lebih karakter ciptaan banyak komikus legendaris Indonesia. Nama-nama legenda seperti bapak komik Indonesia RA Kosasih, Ganes TH., Hasmi, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Nono GM, Banuarli Ambardi, Mater sampai Iwan Nazif dan Is Yuniarto merupakan original artist yang karyanya dilisensi di Bumilangit.

Jagat Bumilangit dimulai sejak Letusan Toba 75.000 SM. Jagat Bumilangit terbagi atas empat era yaitu Era Legenda, Era Jawara, Era Patriot, dan Era Revolusi. Era Jawara adalah eranya para pendekar, mereka ada di masa kerajaan nusantara. Jagat Jawara memiliki 500 karakter dengan 50 judul komiknya yang telah diterbitkan.  Di antaranya ada Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala.

Sedangkan Era Patriot adalah eranya para jagoan. Mereka ada di masa saat ini. Untuk Jagat Patriot terdiri dari 700 karakter dan 110 judul komiknya, yang telah diterbitkan dan dijual. Sepanjang sejarahnya komik-komik ini telah terjual lebih dari dua juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari sepuluh juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya adalah Gundala, Sri Asih, jagoan pertama Indonesia yang diciptakan tahun 1954, lalu Godam, Tira, Sembrani dan masih banyak lagi lainnya.

Tahun ini, Jagat Sinema Bumilangit diluncurkan dengan film dari Patriot Pertama yaitu Gundala. Tahun depan, sedang dipersiapkan untuk dirilis film dari Virgo and the Sparklings dan Sri Asih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News

Produseri Hendra Ang, Nur Bayan ‘Milih Dalan Liyane’ Gaungkan Campursari dan Rock

Published

on

FEM Indonesia – Penyanyi rock Hendra Ang dikenal sebagai rocker Nasional bersama bandnya juara 1 Festival Rock se-Indonesia IX versi Log Zhelebour, merilis single baru yang unik berjudul ‘Milih Dalan Liyane’.

Kali ini Hendra Ang berkolaborasi dengan pencipta lagu Nur Bayan yang juga seniman tradisional yang karya lagunya sudah sangat dikenal sampai mancanegara.

Single pertama Milih Dalan Liyane (Milih Jalan Lain) dipilih menjadi hits dari album Titik Terang yang diproduksi LUV Over Kreasi (2020) lantaran punya keunikan, dimana lagu ini bercita rasa oriental mandarin dengan range vokal rock khasnya Hendra Ang.

Hal inilah yang menjadi daya pikat kekuatan lagu Milih Dalan Liyane apalagi hasil dari karya dari Nur Bayan yang mempelopori genre musik campursarock (perpaduan campur sari dengan rock).

Secara keseluruhan aibum yang terdiri dari 7 lagu ini berkonsep “Jawa Oriental Campursarock”. Sinergi dan akselerasi antara Hendra Ang dan Nur Bayan tentunya tak lepas dari peran Yudi pemilik rumah produksi LUV Over Kreasi yang visinya ingin menduniakan karya musisi dari tanah Kediri.

“Publik Industri musik tanah air perlu disuguhkan sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah ada, apalagi disaat Indonesia dan dunia dilanda pandemi covid 19, istilah masyarakat yang dirumah aja butuh hiburan musik, makanya first single Milih Dalan Liyane hadir di masyarakat melalui ponsel genggaman (Youtube dan medsod lainnya serta streaming),” ujar Hendra Ang, baru-baru ini di Jakarta.

Vokalis band rock U9 kelahiran Kediri, 23 januari 1982 ini berharap single di albumnya untuk kedepannya yang baru dirilis ini mampu menggenggam dunia, tentunya lewat aplikasi digital dunia.

“Mengenai project album Titik Terang ini, ceritanya sangat singkat, karena saya dan Nur Bayan adalah kawan lama dan sama sama musisi, bedanya saya eksis di musik rock sedangkan Nur Bayan terkenal di musik tradisional. Kemudian ada sahabat satu lagi namanya Yudi yang selama ini bergerak di industri entertainment di Kediri, akhirnya kita sepakat bertiga bersinergi, maka jadilah album ini,“ papar cerita pria berdarah Tionghoa ini.

Sementara Nur Bayan pun mengungkapkan pada karyanya kali ini berupaya menjadi One Stop Entertainment untuk Industri musik Indonesia dan dunia internasional. “Karena lagu ini bagi mereka yang mencintai dan mengapresiasi budaya Jawa, tentunya dari kota Kediri, salah satu kota kreator musik di Indonesia,” kata Nurbayan.

Untuk video klip firtssingle Milih Dalan Liyane sudah bisa dinikmati di TV parabola, TV kabel, dan TV lokal se-lndonesia serta media alternatif You Tube dibawah ini:

Continue Reading

Hot News

Album “In Memoriam of The GodFather of Broken Heart” Kenang Didi Kempot

Published

on

FEM Indonesia – Sebagai sebuah bentuk penghargaan untuk mengenang karyanya, label Nagaswara mempersembahkan karya Didi Kempot dalam balutan spesial mini album.

Album bertajuk “In Memoriam of The GodFather of Broken Heart”.
dirilis resmi dengan menyajikan 6 yang belum sempat dirilis ke publik dan ada lagu “Tulung” yang sebelumnya sudah diperkenalkan.

Selain “Tulung”, uniknya ada beberapa lagu hits milik band Wali yang diadaptasi liriknya oleh Didi Kempot ke dalam bahasa Jawa seperti lagu “Baik Baik Sayang” yang merupakan ciptaan Apoy Wali Band, menjadi lirik berbahasa Jawa ”Apik Apik Sayang” aransemen musik oleh Titred & Bayu Onyonk.

Kemudian ada lagu berikutnya “Dik” ciptaan Apoy, diadaptasi lirik oleh Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titred & Bayu Onyonk, lalu lagu “Kancanono Aku” ciptaan Apoy Wali yang diadaptasi lirik oleh Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titred & Bayu Onyonk,

Berikutnya lagu “Lahir dan Bathinku” ciptaan Apoy Wali yang didaptasi lirik oleh Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titred & Bayu Onyonk, lagu “Tresno Selawase’ ciptaan Apoy, adaptasi lirik Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titred & Bayu Onyonk.

Dan terakhir, lagu “Kelingan” ciptaan Xin Ron Chen & Chuan Xiong Zhou dengan adaptasi lirik oleh Didi Kempot serta aransemen musik oleh Lilik Laju.

Lagu yang diadaptasi liriknya oleh Didi Kempot ini memang terasa menjadi berbeda, apalagi dari sisi musiknya yang diaransemen oleh Titred & Bayu Onyonk, serta ada satu buah lagu yang diaransemen oleh Lilik Laju menyajikan alunan merdu suara khas Didi Kempot dengan penuh penjiwaan dan penghayatan yang tinggi.

Sehingga suara vokal berlirik bahasa Jawa berpadu menyatu dengan suara musik campursari dangdut, memang tidak perlu diragukan lagi ketika sang maestro Didi Kempot membawakan lagu ini karena sangat enak untuk dinikmati dan diikuti.

Didi Kempot, selain sebagai penyanyi ia merupakan sosok seniman yang komplit. Ia mampu menghidupkan budaya lokal dalam setiap lagu-lagunya, di tengah generasi millenial saat ini. Karya-karyanya sangat digemari oleh segala lapisan masyarakat.

Continue Reading

Hot News

Jaydon Lewis dan Paxton Asal Afrika Selatan, Rilis ‘Good Company’ di Indonesia

Published

on

FEM Indonesia – Dikenal sebagai salah satu musik label yang kerap menghadirkan musik-musik hip hop tanah air, untuk pertama kalinya Pluus Record menggandeng salah satu musisi internasional asal Afrika Selatan, Jaydon Lewis dan Paxton.

Duet ini lalu meluncurkan single perdana mereka di Indonesia yang berjudul ‘Good Company’. Single bergenre dance-electronic ini resmi dirilis pada Kamis, 23 April 2020 lalu di seluruh digital platform.

Jaydon Lewis merupakan seorang musisi dan produser dari single ‘Good Company’ yang diketahui pernah merilis karya-karyanya melalui label yang dimiliki Avicii, yaitu PRMD. Saat ini, Jaydon Lewis terhitung telah mengumpulkan lebih dari 150 juta hit di YouTube.

Sementara Paxton adalah seorang musisi jebolan dari ‘South African Idola’ yang sudah pernah manggung di berbagai tempat, termasuk Los Angeles, Swedia dan Rusia. Keduanya bertemu selama lima hari di Red Bull Studios, Cape Town, untuk sesi penulisan single. Penulisan single ini juga kerap dibantu oleh musisi lokal hebat lainnya, yaitu Caleb Willams.

Jaydon menjelaskan, bahwa inspirasi dari single ini adalah untuk mendorong masyarakat agar lebih mengeksplor kreatifitas dalam setiap hal yang dilakukan. “Sebagai seniman, pastinya kita harus kreatif tetapi dalam suasana yang menyenangkan dan ceria. Pesan utama yang bisa diambil dari single ini adalah rasa percaya pada diri dan rasa percaya dengan apa yang Anda inginkan. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang baik dan tetaplah berada dalam lingkungan yang positif,” jelas Jaydon dikutip dari keterangan siaran persnya yang diterima redaksi FEM Indonesia, baru-baru ini.

“Saya dijadwalkan untuk bertemu dengan Jaydon untuk sesi penulisan dan kami tidak benar-benar berencana untuk menciptakan sesuatu. Setelah diperdengarkan musiknya oleh Jayden, kami berdua yakin bahwa single ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa.” tambah Paxton.

Reza ‘Arap’ Oktovian yang merupakan Founder dari Pluus Record menjelaskan, alasannya menghadirkan single bergenre dance-electronic yang sangat berbeda dengan single keluaran Pluus Record lainnya yang bergenre hip hop

“Tujuan Pluus menghadirkan musik dance-electronic ini adalah agar musik kami lebih berwarna. Karena tidak semua orang bisa menikmati musik hip hop sehingga kami ingin berikan sesuatu yang lebih mudah dan lebih banyak disukai oleh penikmat musik di Indonesia,” jelas Arap.

Pluus Record merupakan sebuah label musik Asia yang merupakan sebuah afiliasi dari Gushcloud Group. Pluus Record menggandeng Reza ‘Arap’ Oktovian sebagai co-owner, serta Ricky Tjong sebagai co-owner dan A&R. Hingga kini, Pluus Record telah meluncurkan enam single sejak awal berdiri pada Juli 2019 lalu.

Lima single tersebut adalah Cookie Jar by Reza ‘Arap’ Oktovian, Death Bed by Slippydoor, Monster by Atsy & Kamga, Pink Rockstar by Reza ‘Arap’ Oktovian, Brown Sugar Boba Hennessy by Slippydoor, serta Good Company by Jaydon Lewis dan Paxton.

 

Continue Reading

Trending