Selebritis

Julia Rossie, Prihatin Korban Gempa Palu Capai Ribuan Orang

Redaksi •    12 Oktober 2018 | 17:44:54 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia – Belum kering air mata atas bencana gempa di Lombok beberapa waktu lalu, kini air mata kembali tumpah lantaran bencana serupa yang disertai tsunami menerpa Palu dan Donggala. Diketahui dari berbagai sumber, data korban meninggal dunia mencapai ribuan orang. Alhasil bencana ini menjadi keprihatinan masyarakat Indonesia. Pun dengan Julia Rossie. Pemeran di sejumlah sinetron itu mengaku terpukul sekaligus prihatin dengan bencana alam yang kembali dirasakan rakyat. Ia berharap pemerintah segera mendatangi lokasi untuk memberi bantuan serta evakuasi pada para korban.

“Belum lagi Lombok pulih, kini ibu pertiwi menangis lagi. Kita berdoa dan berharap Palu dan Donggala mendapat penanganan yang tepat dan cepat dari pemerintah dan pihak - pihak terkait. Kita semua harus prihatin,” jelasnya.

Kepada Femindonesia.com, Julia juga mengajak agar masyarakat membantu dengan cara apapun yang terkait dengan bencana tersebut. Di sisi lain, ia pun tak ingin pertolongan yang diberikan kepada korban gempa dan tsunami oleh para pihak disertai dengan kampanye terselubung, mengingat tahun depan merupakan pemilihan presiden.

“Kini saatnya kita terpanggil semua bersama sama membantu saudara saudara kita dengan jumlah sekecil apapun dan setidaknya dengan doa. Itu yang paling baik. Jangan membawa gempa ke ranah politik untuk menyudutkan dan mendapat keuntungan politik sesaat. Saya mengecam kalau ada yang memanfaatkannya,” terangnya lagi.

Pernyataan Julia bukan tanpa alasan. Pasalnya, masyarakat yang menjadi korban bencana membutuhkan pertolongan, baik fisik maupun mental. Hal ini pula yang sekarang tengah berlangsung di berbagai tempat terdampak gempa di Lombok.

“Soal gempa Lombok saat ini dalam phase rehabilitasi. Tentu masyarakat Lombok ingin segera rumah dan fasilitas umum segera selesai dan perekonomian bergerak dan tumbuh kembali seperti pariwisata dan perekonomian lainnya. Yang juga dibutuhkan adalah sentuhan selain fisik yaitu trauma healing dan hiburan lain yang menyentuh kejiwaan serta biaya hidup keseharian perlu ditunjang juga,” tandasnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]