Seni Budaya

Pentas 3 Hari, Teater Pandora Angkat Isu Keluarga dan Kesehatan Mental

Redaksi •    05 November 2018 | 11:32:56 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - ISU keluarga dengan masalah kesehatan mental, terbilang jarang diangkat sebagai ide cerita dalam film, apalagi dalam seni pertunjukan teater. Nah, atas dasar itu, Teater Pandora menggelar pementasan dengan lakon 'Rumah Rahasia Perempuan', selama tiga hari, 1-3 November 2018, di Graha Budaya, Taman Ismail Marzuki (TMI), Cikini Jakarta Pusat.

Yang menarik, Ide cerita pementasan diadaptasi dari naskah peraih The Pulitzer Prize 2008 berjudul 'August: Osage County’, karya Tracy Letts yang sangat mendunia dan sukses.

"Ini pertama kali naskah ini dipentaskan di panggung teater Indonesia. Sebelumnya sudah pernah di film kan juga yang pemainnya salah satunya Merryl Strip. Naskah ini juga sudah kami sesuaikan dengan budaya Indonesia,” kata Yofa Muhamad, selaku sutradara usai pertunjukan.

Yofa menjelaskan, alasan naskah ini menarik untuk diangkat lantaran masih banyak masalah kesehatan mental yang muncul di masyarakat berasal dari permasalahan keluarga. "Pada banyak keluarga, masalah ini tidak pernah dibahas secara terbuka. Akhirnya menjadi penyebab banyak dari mereka yang terlepas dari keluarga. Jadi pemurung atau lari ke hal-hal yang negatif,” kata Yoga.

‘Rumah Rahasia Perempuan’ ini secara garis besar menceritakan keluarga yang mengalami disfungsi, karena ketiadaan sosok seorang ayah. Ceritanya, berpusat pada kehidupan lima orang perempuan dari tiga generasi dengan segala permasalahannya. Martha, sang ibu 58 tahun punya problem kejiwaan dan kecanduan obat. Diana, Lisa, dan Mia, anak-anak Martha dengan problem keluarga, asmara, dan karir mereka masing-masing. Sementara itu, Arlen, remaja berusia 16 tahun yang mewakili generasi millenial dengan problem pencarian jati diri dan pemberontakannya.

Sang Ibu dalam kesendiriannya itu hanya ditemani seorang pelayan bernama Anna, harus kembali bertemu dengan anak-anaknya yang telah lama pergi meninggalkan rumah. Pertemuan ini hanya dimungkinkan setelah mereka mendapat kabar bahwa Martin, ayah mereka satu-satunya laki-laki dalam keluarga, menghilang. Dalam pertemuan yang langka ini justru menguak berbagai rahasia dan masalah yang selama ini disembunyikan. Empat perempuan dewasa, penuh rahasia, berkumpul kembali di rumah masa kecil mereka, dihadapkan pada dua pilihan.
Bertahan dengan ibu mereka yang kacau atau pergi meninggalkan rumah.
"Inti dari cerita ini ada pada perempuan," kata Yoga. 

Teater Pandora, salah satu kelompok teater yang dibentuk alumni Universitas Indonesia (UI). Teater ini berdiri sejak 2014 ini. "Pementasan ini produksi kami yang ke-8 dan yang ke-4 di tahun ini," tandas Yofa yang juga salah satu pendiri Teater Pandora.