Selebritis

10 November, Julia Rossie : Kenalkan Pahlawan Pada Generasi Sesuai Zamannya

Redaksi •    10 November 2018 | 05:43:58 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia – Hasil perjuangan para pahlawan tanah air yang membuat rakyat Indonesia terlepas dari penjajahan dan masih menghirup udara kebebasan hingga saat ini. Karena itu sebagai anak bangsa sudah seyogyanya meneruskan cita – cita mereka dalam mempertahankan NKRI, Pancasila UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan dijadikan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian ungkap artis Julia Rossie, terkait hari Pahlawan 10 November.

“Itulah warisan yang harus kita jaga dan tidak bisa dipindahtangankan dan atau ditukar dengan apapun. Jadi jangan sesekali berpikir mengganti semua itu,” ujarnya kepada kala dihubungi Femindonesia.

Untuk itu, agar warisan tersebut terjaga, penanaman cinta pada para pahlawan harus terus kepada generasi penerus di zaman milenial seperti sekarang. Julia pun mencontohkan keluarga sebagai unit terkecil untuk menanamkan warisan serta nilai luhur budaya bangsa.

“Sejak dini dimulai dari keluarga. Kemudian di sekolah harus segera adanya kembali pelajaran budi pekerti, pelajaran civic dan muatan lokal seperti bahasa dan kebudayaan dan kesenian,” sambungnya.

Namun begitu, ada baiknya pula dalam menanamkan kecintaan pada pahlawan dilakukan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada saat ini. Sehingga generasi milenial mudah dan menarik untuk mencerna informasi tentang sepak terjang para pejuang kemerdekaan dalam merebut kemerdekaan.

“Generasi milenial ini sibuk dengan dirinya berkomunikasi serta dekat sekali hubungannya dengan gadget atau smart phone. Maka harus juga dipikirkan bagaimana memasukkan info tentang kepahlawanan serta cita - cita berbangsa bernegara yang dikemas menarik sesuai cara pikir dunia milenial,” kata perempuan yang menyukai pahlawan Cut Nyak Dien lantaran selain karena muslimah juga pemberani, selalu berjuang, berkorban demi kemerdekaan, sabar dan tak kenal putus asa. [foto : dokumentasi/teks : denim]