Selebritis

Saling Dukung Pilpres di Kalangan Artis, Julia Rossie : Demokrasi itu Alat Bukan Tujuan

Redaksi •    22 November 2018 | 12:15:47 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia – Pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sudah di depan mata. Kedua pasangan calon pun berlomba menarik hati masyarakat agar memilih mereka pada tahun depan. Pun dengan para pendukung yang sibuk memberikan informasi terkait rencana yang dilakukan jika terpilih nanti. Dukung mendukung calon presiden dan wapres ini juga terjadi di kalangan selebritas. Lantas bagaimana artis Julia Rossie melihat hal ini ?

Khusus kepada Femindonesia.com, ia mengakui ada teman – teman selebritas yang tidak sama dalam memilih calon pasangan presiden dan wapres. Namun perbedaan pilihan jangan sampai memecah belah hubungan pertemanan yang telah terjalin selama ini sebelum pesta demokrasi pemilihan presiden. Ia juga meminta elit politik harus dapat menjaga sikap sehingga ketentraman terus terjaga di masyarakat.

“Para selebriti punya pilihan masing – masing dan tentu tidak sama. Berbeda pilihan jangan sampai memecah silaturahmi dan pertemanan, karena demokrasi itu sekedar alat atau means bukan tujuan. Saya melihat karena elite politik terlalu bersemangat dan berdampak kepada pecahnya masyarakat termasuk juga di kalangan para selebritis,” katanya.

“Ada yang menganggap tidak sama pilihannya seperti berhadapan dengan musuh. Tentu hal ini disayangkan. Di depan mungkin tidak kelihatan tapi dalam pikiran dan hati sudah saling menjaga jarak. Tapi ada selebritis yang bersikap netral tidak memihak salah satu. Namun saya berharap yang netral juga menggunakan hak pilihnya sebagai upaya kita bersama membangun demokrasi yang lebih baik,” sambung Julia.

Karena itu perempuan yang berakting di sejumlah FTV dan sinetron ini meminta kalangan selebritas yang berseberangan pilihan agar bersikap dewasa jika calon pasangan yang dijagokan tidak menang.

“Saran bagi yang berseberangan ya seperti saya katakan di atas harus memahami bahwa demokrasi ini alat/means bukan tujuan. Jadi hak pilih begitu selesai ya sudah pemenangnya cuma 1 pasang bukan ? Kita percaya pada KPU dan BAWASLU. Selesai yang menang memikirkan semua dan yang kalah harus mengakui kemenangan lawannya. Dan para pendukung termasuk selebritis ya damai saja seperti sebelumnya,” jelas Julia lagi.

Secara pribadi ia pula berharap supaya pada pemilihan presiden dan calon presiden tahun depan dapat berjalan lancar serta sesuai dengan harapan masyarakat.

“Harapan saya Pilpres 2019 lebih bermutu dan bermartabat. Para calon dan pendukung sudah pasang mental yaitu berani maju, artinya siap kalah dan siap menang,” imbuhnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]