Movie & TV

Indiskop, Bioskop Rakyat Tonggak Baru Sejarah Perfilman Indonesia

Redaksi •    25 November 2018 | 09:30:21 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Tonggak baru sejarah perfilman Indonesia baru hadir dari sebuah bangunan bioskop untuk rakyat bernama Indiskop, akan segera melengkapi PD Pasar Jaya, Pasar Teluk Gong,  di Jakarta Utara. 

Yang menarik, fasilitas ini nantinya tidak hanya menjadi sarana menonton , tetapi juga akan menjadi pusat kreasi (creative center) bagi siapa saja, terutama kalangan muda yang pertumbuhannya terus signifikan.

Marcella Zalianty, aktris peraih piala citra, ketua umum Parfi56,, dan juga Direktur Utama Keana Film yang memiliki gagasan untuk membuat bioskop rakyat. Keinginan ini disampaikannya ke beberapa pihak, dan salah satunya disambut oleh Pemda DKI Jakarta yang menyediakan sebagian ruang di pasar teluk gong diubah menjadi ruang bioskop dan creative center. 

"Saya bersyukur sekali gagasan membuat Indiskop diterima dan dikerjakan bersama dengan Pemda DKI Jakarta dan Badan  Ekonomi Kreatif. Nantinya bioskop ini akan hadir dengan 2 layar ditambah dengan fasilitas penunjang sebagai pusat kegiatan berkreasi bagi masyarakat sekitar pasar teluk gong ini, " kata Marcella usai mencanangkan akan di bangunnya film ini di Teluk Gong, Jakarta, baru-baru ini.

Tambah bintang film Brownies bahwa pembangunan bioskop di pasar teluk gong merupakan pilot project. Diharapkan nanti kota kota lain akan menyusul dalam waktu dekat. Dan dengan adanya Indiskop, lanjut Marcella, maka semakin terbuka pasar yang lebar bagi produser film untuk memasarkan filmnya. Sementara itu, bagi masyarakat semakin terbuka juga kesempatan untuk menonton film film terutama karya produser dalam negeri.

"Saya tidak menyebut Harga Tiket Masuk ke Indiskop itu murah. Karena nanti akan memberikan kesan akan fasilitas yang serba seadanya. Tetapi harga terjangkau.  Dengan fasilitas yang tidak jauh berbeda dengan bioskop yang ada di pusat pusat perbelanjaan mewah,” ungkapnya Marcella dan menambahkan Indiskop juga akan menambah jumlah layar bioskop yang saat ini mencapai 4000 an layar di seluruh Indonesia.

“Indiskop juga menjadi alternatif bagi peredaran film Indonesia yang sering mendapat perlakuan tidak adil dari pemilik pemilik jaringan bioskop. Hanya karena mendapat jumlah penonton yang kurang di layar mereka, film langsung diturunkan dan produser merugi. Padahal jika diputar di bioskop dengan harga terjangkau, bisa jadi film yang tadinya dianggap tidak laku, ternyata laku dikalangan masyarakat menengah ke bawah yang enggan menonton di pusat perbelanjaan mewah,” jelas Marcella.

Indiskop nantinya akan memutar film selama 4 x sehari pada hari biasa, dan 5 x sehari pada akhir pekan. Fasilitas bangku, sistem tata suara, proyektor dan layar tidak jauh berbeda dengan bioskop berjaringan yang sudah ada. 

"Tehnologi digital saat ini membuat segalanya jadi mudah dan berkualitas. Saya mengajak pemda pemda di kota lain untuk mendirikan indiskop sebagai bentuk layanan kepada masyarakat yang membutuhan sarana hiburan dan pengembangan kreativitas. Imvestasinya tidak mahal tapi dampak yanh ditimbulkan akan sangat besar," tutup Marcella.