Seni Budaya

Pesta Raya 2018, Membangun Ruang Untuk Pelaku Budaya Seni Teater

Redaksi •    03 Desember 2018 | 07:17:13 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Pergelaran Pesta Raya 2018 yang digelar pada 21 sampai 28 November 2018 lalu, di Auditorium Gelanggan Olah Raga Bulungan, Jakarta Selatan, berjalan dengan sukses.
 
Acara yang digagas oleh SINTESA (Simpul Interaksi Teater Jakarta Selatan) ini di tutup dengan sebuah karya yanh memukau dari sutradara Anwari yang berjudul “Menjahit Kertas”. Ceritanya sendiri berkisah tentang sebuah ruang di masa kecil dan menjahit memori-memori jangan sampai hilang tergerus dengan modernisasi saat ini. 
 
"Bahwa ada ruang-ruang dan kehilangan cerita dari kecil yang disajikan sutradara. Dengan menawarkan teknik pola lama tetapi di kolaborasi dengan kekinian. Menjahit memori pada waktu kecil jangan sampai hilang tergerus modernisasi. makanya ada beberapa lagu zaman kanak-kanak yang mereka tampilkan," papar Toto Sokle selaku Ketua Umum Sintesa di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (30/11). 
 
Selaku penggagas acara, Sintesa mengambil tema yang sangat menarik sekaligus unik, yaitu ; BERGERAK. Bergerak adalah sebuah tema kajian dari program Pesta Raya Sintesa yang tiap tahun kalender selalu mencermati dan mencoba membuat catatan perkembangan seni dan budaya ter-khusus teater.
 
“Mengapa demikian? Tak bisa di pungkiri lagi teater adalah gambaran perkembangan peradaban tentang keberadaan. Semua mesti bergerak untuk berkembang, secara alamiah pasti akan menjadi berubah karena kita hidup”, jelas Toto Sokle.
 
Awal dibentuknya pagelaran ini adalah untuk menawarkan sebuah peradaban bagi seni pertunjukkan teater. Dimana saat ini di Jakarta ruang pertunjukan dirasa sudah sangat susah, kalaupun ada pastinya dengan biaya yang sangat mahal. Menurut Toto, sebenarnya acara ini adalah sebuah gagasan untuk membuka dan menawarkan untuk membangun kembali sebuah ruang untuk peradaban seni teater khususnya di Jakarta.
 
"Karena butuh sebuah ruang yang saat ini semakin tergerus, kami membuat pertunjukkan ini yang saat ini ruang tersebut sangat susah di Jakarta. ketika dibangun oleh Ali Sadikin ini merupakan sebuah daerah keramat untuk membangun peradaban tersebut. Nah, kita merasa perlu untuk membangun kembali ruang tersebut yang tidak lagi banyak tawaran di Jakarta," tambah Toto.
 
SINTESA yang sudah berlangsung selama 3 tahun merupakan gagasan dari para seniman di Jakarta terutama seni teater. Dengan mengambil tema Nusantara, pada kesempatan kali ini dipilih daerah untuk mewakili rasa nasional yaitu dari profinsi Pontianak dan Madura
 
"Ada beberapa  propinsi yang kita undang tahun ini, kebetulan yang kita tampilkan adalah Pontianak dan Madura. Kedepannya kita ingin semua menjadi nasional, karena keinginan dari kawan-kawan terutama di Jakarta Selatan. Kami ingin gagasan ini benar-benar menjadi sebuah teater company.  Bahwa ada regulasi dan tekhnik market yang digarap semua menyangkut dunia pertunjukkan terutama panggung teater,” tandas Toto. [dian]