Seremonial

Diskusi Peace Is Possible, JCI Indonesia Ajak Jaga Perdamaian Demi Persatuan Bangsa

Redaksi •    06 Desember 2018 | 08:24:48 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Sebuah organisasi nasional pemuda non-politik dan non-sektarian, bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia yang berafiliasi pada PBB, Junior Chamber International (JCI) Indonesia menggelar diskusi sekaligus memperkenalkan kegiatan ‘Peace is Possible’.

Dengan mengangkat tema peran pemuda dalam menjaga keutuhan dan kerukunan bangsa, kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mendorong dan menjaga perdamaian serta mempromosikan gerakan perdamaian di seluruh dunia.

Dalam diskusi bertajuk “Perdamaian dan Toleransi, Merawat Keutuhan dan Kesatuan Bangsa Di Tengah Perbedaan” hadir Erwin Soerjadi (Pengusaha), Budi Setiawan – (Divisi Humas Polri), Fahira.F Idris (Ketua Komite III DPD RI), DR. Ida Ruwaida (Sosiologi UI), dan Vivi Wijaya ( 1st Runner Up Miss Grand Indonesia ) serta para member JCI Indonesia.

Zulfikar Priyatna selaku National President JCI Indonesia yang juga bertindak sebagai moderator diskusi mengungkapkan alasan digelarnya kegiatan tersebut, “Peace is Possible” merupakan gerakan global yang diselenggarakan juga di negara-negara lain ada 25 negara oleh JCI Internasional. Itu adalah alasan pertama. 

“Alasan kedua bahwa bangsa Indonesia memiliki keragaman dengan segala macam keunikan tersendiri oleh karena upaya komunikasi terus menerus menjadi wajib dalam memahami saling pengertian dan mengembangkan toleransi,” ujar Zulfikar di Unionspace, Satrio Tower, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, (/12/2018). 

Sementara Fahira.F Idris mengungkapkan bahwa memasuki tahun pemilu bahwa tema seperti itu harus terus kita diskusikan. “Kerukunan antar warga harus terus kita rawat kita sebagai warga negara terus merekat. Peran JCI ini di setiap daerah virus-virus seperti ini harus ditularkan karena masyarakat memang   butuh pencerahan. Masih sedikit masyarakat yang mungkin belum ngerti masalah hukum, apa sih yang boleh dan tidak dalam mengatasi masalah persatuan. Kebhinekaan adalah fakta yang harus kita jaga adalah persatuan.” Ujar Fahira F.Lubis.

Budi Setiawan dari Polri mengungkapkan pentingnya “saring before sharing” dalam menyebarkan informasi, karena ada berita-berita yang belum jelas kebenarannya disharing oleh para netizen bisa menimbulkan perpecahan. Berita-berita yang sering disebut dengan ‘hoax’ juga bisa terjadi dalam berbagai bidang.

Sedikit catatan tentang Junior Chamber International (JCI),  adalah satu-satunya organisasi kepemudaan dunia yang anggotanya berusia antara 18 hingga 40 tahun yang berasal dari berbagai negara di dunia. Tujuan dari JCI adalah Untuk menyebarluaskan kepada masyarakat dunia bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri; bahwa setiap insan manusia di dunia adalah sama kedudukannya; bahwa di dunia ini terdapat saling ketergantungan; bahwa dunia ini bukan milik perorangan akan tetapi dunialah yang memiliki manusia.

Indonesia sendiri telah berinteraksi dan mengembangkan afiliasi JCI sejak tahun 1970-an. JCI Indonesia telah mengembangkan sayap organisasi ke kurang lebih 27 (dua puluh tujuh) kota dan provinsi di Indonesia. 

Di Indonesia sendiri, JCI mengembangkan gerakan “Indonesia Goes Global” yang bertujuan Mendorong kaum Muda Indonesia untuk aktif tampil dan mewarnai globalisasi. Dengan Moto: “Global Citizens. Global Actors. Global Power”. Kegiatan anggota JCI terbagi dalam 4 kategori: Individual Development, Community, Development, Business Opportunity,, International Relationship.