Selebritis

Hari Ibu, Momen Ini Bikin Lia Emilia Sedih dan Nangis

Redaksi •    22 Desember 2018 | 06:19:57 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia – Peran seorang ibu dalam mengasuh, membesarkan anak amatlah besar. Terlebih di zaman ini tak sedikit para ibu yang juga ikut menyingsingkan lengan di perkantoran atau bidang lain. Namun begitu tetap tidak melupakan tugas sebagai ibu maupun isteri.

“Untuk masa saat ini seorang peran ibu bisa banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk bangsa ataupun untuk lingkungan sekitar. Karena seorang ibu mampu juga melakukan hal yang bisa memajukan segala aspek, kita harus akui itu. Sekarang pun seorang wanita atau ibu terjun di dunia politik juga sangat banyak. Jadi dalam hal ini menunjukan eksistensi seorang Ibu mampu melakukan hal yg sama seperti pria dengan tidak melupakan kodratnya,” ujar Lia Emilia disinggung soal Hari Ibu 22 Desember.

Karena itu Hari Ibu juga dianggap sebagai pemacu dirinya untuk terus berbuat lebih baik, terutama bagi anak-anaknya.

“Makna Hari Ibu secara global menurut aku mengingat dan untuk memacu semangat juang kita agar wanita atau seorang ibu selalu bangkit untuk ke arah yang lebih baik namun tetap bisa berkarier tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang ibu bagi anak-anak atau suaminya,” kata biduan bertubuh langsing ini.

Kepada Femindonesia, pelantun Gonjang Ganjing ini juga mengaku tidak dapat melupakan jasa seorang ibu. Apalagi perhatian yang terus menerus kendati dirinya sudah dewasa.

“Amat mulia jasanya, ibu melahirkan, membesarkan anak-anaknya tanpa rasa lelah dan penuh kasih sayang agar menjadi anak yang membanggakan. Hal yang gak bisa saya lupakan ketika almarhumah ibu masih ada selalu memperhatikan hal kecil, misal ayo Lia makan, kamu entar sakit. Pernyataan almarhumah ibu itu bisa di ulang-ulang kalau aku belum makan. Tapi itulah seorang ibu selalu ingin anaknya sehat dan dalam kondisi baik-baik saja,” paparnya.

Selain perhatian soal makan, ia menambahkan ada hal lain yang membuat dirinya sedih, saat sang ibu tetap memperhatikan kondisi Lia yang sekarang menjadi orangtua tunggal.

“Yang membuat saya sedih teringat saat almarhumah ibu sebelum meninggal menginginkan saya punya pendamping agar saya tidak sendiri. Di saat almarhumah ibu masih dalam kondisi sakit karena kanker stadium 4 beliau masih memikirkan bagaimana anak bungsunya kalau belum ada suami yang bisa menjaga saya nantinya. Itu yang selalu membuat sedih dan menangis. Mudah-mudahan keinginan almarhumah bisa saya wujudkan suatu saat nanti,” imbuhnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]