Selebritis

Setahun Terima 4 Penghargaan, Dr. Ayu Widya Rilis Teknologi Kecantikan Wajah Tirus

Redaksi •    25 Desember 2018 | 14:05:25 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Inovasi dan kreatif dari Dokter Ayu Widyaningrum selaku pemilik Klinik Kecantikan Widya Banjarmasin terus menuaj hasil. Terakhir, Ia menerima penghargaan bergengsi, The Best Beauty Clinic of The Year.

Penghargaan dianugerahkan oleh Pusat Penghargaan Indonesia yang telah digelar di Hotel Aston, TB Simatupang, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Dan penghargaan kali ini keempat yang diterimanya selama tahun 2018. 

“(Penghargaan) Ini adalah satu motivasi dan inovasi yang akan membuat saya, bagaimana nanti di tahun 2019 harus kerja keras lagi dan lagi untuk menciptakan suatu  inovasi baru, yang bisa mempertahankan kualitas klinik, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat,” ujar dr Ayu usai menerima penghargaan.

Inovasi yang dimaksud menurunya adalah menggelorakan tren muka tirus tapi mempunyai pipi yang chubby di wajahnya agar lebih cantik menarik yang akan diluncurkan pada tahun 2019 mendatang.

“Artinya mukanya tirus di daerah bawah, kemudian memiliki pipi bulat di daerah atas. Dengan demikian tulang pipinya menonjol dan terlihat imut. Pada akhirnya selain membentuk muka proporsional, wajah tampak cute,” jelas dr. Ayu.

Ia menambahkan, belakangan ini untuk memiliki wajah cantik bisa diraih melalui terobosan dermatologi estetika, yang sifatnya tidak permanen. Selain bisa ditempuh dengan bedah plastik bila pasien menginginkan yang permanen. “Inovasi terbaru ini sebenarnya sudah saya perkenalkan sejak tahun 2018. Alhamdulillah banyak yang suka. Nah, tahun depan akan lebih saya gencarkan,” pungkasnya.

Pusat Penghargaan Indonesia selaku penyelenggara, menyatakan pemilihan para penerima penghargaan sudah melalui proses seleksi ketat. Mereka yang menerima penghargaan ini adalah tokoh wanita yang inspiratif di bidangnya.

“Sebelumnya kami sudah melakukan pemantauan langsung maupun tidak langsung terhadap calon yang masuk nominasi. Antara lain meliputi pantauan lapangan, referensi, kliping pemberitaan di media massa, dan berbagai komunitas,” ujar Jordan Dhimas, selaku juru bicara Pusat Penghargaan Indonesia.