Seni Budaya

Kelompok Pojok Kembali Pentaskan Zonder Lentera Beri Pesan Kaum Milenial

Redaksi •    25 Januari 2019 | 19:11:27 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Kelompok Pojok yang berusia 5 tahun dan telah puluhan kali mementaskan pertunjukan seni teater, kini untuk kali kedua kembali mementaskan sebuah lakon lawas yang sama yang ditulis pada tahun 1930 silam. 

Adalah tokoh peranakan kenamaan yaitu Kwee Tek Hoay yang beljudul Zonder Lentera. 

Duet Tamimi Rutjita dan Yasya Arifa selaku sutradra pertunjukan mengungkapkan, memainkan naskah Zonder Lentera karena lakon ini sangat kontekstual di tahun 2019, atau tahun Pemilu. Tahun yang katanya, seharusnya menjadi pasta demokrasi yang menyenangkan bagi rakyat Indonesia, tapi malah menjadi tahun yang penuh komedi dan satire karena hoax yang terus diciptakan dan tokoh-tokoh yang seharusnya menjadi panutan masyarakat.

“Kami berharap pertunjukan kali ini akan membuat senang penonton dan penonton kaum milenial. Dan berharap kaum milenial tak mudah termakan hoax,” kata Yasya Arifa saat gladik resik pertunjukan di Graha Bhakti Budaya, TIM, Cikini, Jakarta, Jum’at (25/1/2019).

Sementara menurut Iqbal selaku Pimpinan Produksi dari pertunjukan ini, mengatakan, kembali memainkan naskah dari Kwee Tek Hoay adalah karena dia ingin mengkampanyekan bahasa Melayu Tionghoa atau juga disebut bahasa Melayu Pasar atau juga Bahasa Melayu rendahan kepada masyamkat Indonesia 

“Bahasa tersebut sudah tidak diketahui lagi oleh masyarakat saat ini atau juga generasi milenial, padahal bahasa melayu dulu pada jamannya pemah menjadi bahasa Lingua Franca tidak hanya di nusantara namun juga di Asia Tenggara,” ujar Iqbal menambahkan. 

Pertunjukan kali ini memang diadakan dalam rangka memperingati Imlek 2019 dan dalam rangka memperkenalkan bahasa sastra melayu pasar ini sendiri. Dan pertunjukan akan digelar selama dua hari berturut-turut, pada hari Sabtu 26 Januari, pukul 19.30 wib dan Minggu 27 Januari, pukul 16.00 wib di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Manuki, Jakarta.

Acara ini sendiri didukung oleh berbagai macam instansi terkait seperti Simpul Interaksi Teater Jakarta Selatan ( SINTESA), Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia ( ASPERTINA ) dan Yayasan Tridarma Indonesia, PERMATA, Join kopi Bulungan, Gaia Production, Ticn Batik Coastal, Media Havefun dan Cosmopolitan serta pihak dari keluarga Kwee Tek Hoay itu sendiri. [musasan]