Seremonial

Pasangan Jokowi Amin Dapat Dukungan Para Bidadari

Redaksi •    08 Februari 2019 | 10:28:56 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM IndonesiaPasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 kembali mendapat dukungan dari relawan yang mengatasnamakan ‘Bidadari Jokowi’. Kelompok yang rata-rata emak-emak cantik, keren, manja ini di bawah naungan Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH). 

“Bidadari Jokowi: Cantik, Manja, Mempesona. Bidadari Jokowi: Jokowi Lagi Say. Bidadari Jokowi: Jokowi Lagi Can! Yel-yel ini kami bikin sedemikian rupa untuk memberikan kesan yang berbeda, enak didengar dan menggelitik,” ujar Linda Kartika Dewi selaku Ketua Umum Bidadari Jokowi, di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Tambah Linda, para Bidadari mendukung Paslon 01 untuk memajukan pengembangan industri kreatif di bawah kepemimpinan Jokowi. “Kami dari Bidadari Jokowi yang terdiri dari semua bidadari yang ada di negeri ini, artinya ada yang pengusaha, artis, ibu rumah tangga, dosen, konsultan dan sebagainya. Jadi semua, kami ada berkumpul karena kami merasa memang harus mendukung Jokowi,” papar Linda.

Setelah melakukan deklarasi di Jakarta, lanjut dia, akan dilakukan di beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya. “Pembentukan Bidadari Jokowi di daerah itu sesuai permintaan daerah,” ungkapnya.

Selain itu berbagai kegiatan positif dilakukan Bidadari Jokowi diantaranya akan berfokus membantu anak-anak jalanan, menggelar diskusi di Warung Presiden, juga melakukan fogging bagi wilayah yang rawan penyebaran demam berdarah,” tambahnya.

Linda Kartika Dewi menambahkan bahwa Bidadari Jokowi terdiri dari berbagai komunitas ibu-ibu. Ada yang bekerja sebagai notaris, pengacara, pengusaha, ibu rumah tangga dan artis. Mereka menyuarakan dukungan untuk Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin. Selain itu, akan menyosialisasikan visi-misi Jokowi-Ma’ruf melalui berbagai kanal media sosial seperti Instagram maupun Facebook. Bahkan, mengajak keluarga dan kerabat untuk memilih paslon 01 yang memiliki pengalaman dan bukti nyata terkait pembangunan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Bidadari Jokowi juga menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan yang dipromotori Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Penolakan itu lantaran menghambat proses kreatifitas musisi, pencipta lagu hingga penyanyi.

“Kami menilai RUU Permusikan sangat bertolak belakang dengan semangat Pemerintah Jokowi yang mendorong perkembangan industri kreatif terutama industri musik. RUU Pemusikan mengebiri kreatifitas, dan cara seperti tidak tepat diterapkan di Indonesia,” ucap Linda.

Dijelaskan, RUU Permusikan menyimpan banyak masalah fundamental. Diantaranya, menghambat dukungan perkembangan proses kreasi, merepresi para pekerja musik dan dikhawatirkan akan tumpang tindih dengan UU Hak Cipta, UU Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, serta UU ITE.

“Sekali lagi, kami menolak keras RUU Permusikan karena bertolak belakang dengan semangat kemajuan Budaya Indonesia,” kata Linda sambil menambahkan di Relawan Bidadari Jokowi ini ada penyanyi, musisi, insan musik yang tidak setuju dengan rencana RUU Permusikan.

Hal senada juga diutarakan Astrid selaku Ketua Program Bidadari Jokowi.

“Semua tahu kan bahwa musik Indonesia sudah berkembang pesat. Banyak melahirkan generasi baru yang menekuni musik. Ini kan hasil sebuah kreatifitas. Nah, kenapa dihambat dengan RUU Permusikan,” tutur Astrid.

“Penghambatan kreatifitas ini, jelas tidak benar dan wajib ditolak. Bidadari Jokowi sepakat menolak RUU Permusikan. Dan kita mendukung program Presiden Jokowi yang menjujung tinggi kreatfitas generasi milenial dalam berbagai bidang, termasuk musik,” tandasnya.