Seremonial

Festival Jajanan Bango 2019 Digelar di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta

Redaksi •    26 Februari 2019 | 09:12:33 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Untuk melestarikan kuliner nusantara, PT Unilever Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Jajanan Bango (FJB) 2019 yang akan dihelat pada tanggal 16-17 Maret 2019 di area parkir Squash, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Hernia Raharia sebagai Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk, Festival Jajanan Bango 2019 mengatakan bahwa FJB kali ini mengangkat tema 'Kelezatan Asli, Lintas Generasi' dengan tujuan mendorong regenerasi pelestarian kuliner Indonesia, khususnya melalui peranan penjaja kuIiner sebagai penjaga ke-otentikan kuliner Indonesia yang sejati.

"Untuk mempopulerkan kelezatan kuliner asli Indonesia, kami mendukung semangat para penjaja kuliner dalam memulai ataupun meneruskan bisnis kuliner Indonesia agar regenerasi pelestariannya dapat terus berlanjut. Hal ini salah satunya kami lakukan melalui FJB 2019 sebagai wadah bagi para penjaja kuliner lintas generasi untuk mengenalkan kelezatan asli Indonesia kepada generasi milenial," ujar Hernia dalam temu media di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Di antara serbuan kuliner asing atau yang serba instan ternyata para pecinta kuliner, kata Hernie, terutama generasi muda, masih mencari sesuatu yang otentik dengan alasan untuk memahami bahwa citarasa tinggi dari sebuah masakan memerlukan usaha yang lebih.

"Sayangnya, di tengah antusiasme ini, kini semakin banyak kekayaan kuliner asli Indonesia yang mulai langka, dan bahkan hampir punah. Jika keaslian rasa dan resepnya tidak terjaga, dan tidak ada orang atau penjaja kuliner yang terus membuatnya, regenerasi pelestarian kuliner Indonesia tentunya jadi mustahil dllakukan," ungkap Hernie.

Kekhawatiran seperti itu dirasakan oleh Chef Ragil Imam Wibowo seorang pengamat kuliner dan foodpreneur yang banyak memfokuskan diri pada keragaman kuliner asli Indonesia. Bahkan karena itu, Ragil mengaku punya kebiasaan sendiri berkeliling Indonesia untuk menemukan kuliner otentik yang sudah mulai langka.

”Dari berbagai kunjungan yang saya lakukan, saya menemukan banyak hidangan yang saat ini sudah sangat Iangka, dan hanya dilestarikan oleh satu keluarga tertentu. Padahal, hidangan itu tadinya merupakan salah satu hidangan khas yang dibanggakan di daerah tersebut," ungkap Ragil.

Kepunahan kuliner kata Chef Ragil umumnya disebabkan oleh kelangkaan bahan-bahan, cara pembuatannya yang mulai pudar, hingga surutnya jumlah penjaja kuliner yang menghidangkan aneka hidangan autentik.

Festival Jajanan Bango 2019 akan menghadirkan lebih dari 80 penjaja kuliner termasuk 10 penjaja kuliner lintas generasi yang memiliki dedikasi tinggi dalam mempersembahkan kelezatan hidangan mereka dari generasi ke generasi. 

Salah satu penjaja kuliner lintas generasi yang akan dihadirkan adalah Eko Setiyabudi sebagai generasi kedua yang meneruskan usaha Warung Sate dan Tongseng Pak H. Budi yang terkenal di kalangan kuliner nusantara.