Hot News

Lia Emilia Yakin Pelaku Penembakan di Masjid di Selandia Baru Sakit Jiwa

Redaksi •    17 Maret 2019 | 22:42:14 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia – Penembakan yang terjadi di dua masjid, Masjid Linwood dan Masjid Al Noor di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) menuai kecaman tak hanya kaum muslim namun juga masyarakat dunia. Terlebih pelaku menyiarkan secara langsung kejadian tersebut melalui media sosial. Informasi terakhir, lebih kurang 50 korban akibat penembakan ini. Perbuatan kejam tersebut juga membuat prihatin biduan Lia Emilia. Pedangdut yang tengah menyiapkan single anyar ini mengaku sedih dengan penembakan secara brutal itu. Apalagi kejadian terjadi di masjid.

“Sangat memprihatikan, sedih juga pas baca berita penembakan di Selandia Baru. Karena masjid ini kan tempat beribadah, malah terjadi penembakan secara tiba - tiba dan ada 2 WNI yang jadi korban,” katanya geram.

Bahkan pelantun lagu Gonjang Ganjing ini meyakini bahwa pelaku memiliki gangguan kejiwaan parah lantaran dalam melakukan aksi menayangkan secara langsung di media sosial serta tak menunjukan raut penyesalan ketika ditangkap polisi.

“Lia rasa si pelaku ini sakit jiwa karena penembakan brutal malah di unggah ke sosial media, tidak punya hati nurani. Bahkan ketika tertangkap juga no ekspresi. Dalam hal ini pemerintah harus sangat tegas untuk menghukum para pelaku yang sangat biadab,” tegas Lia Emilia.

Kepada Femindonesia.com, perempuan yang suka berolah raga di rumah ini sepakat jika aksi pelaku yang telah tersebar untuk tidak disebarluaskan. Karena ia mendukung pemerintah, dalam hal ini Kemeninfo yang meminta masyarakat tak menshare tindakan pelaku yang sudah terlanjur beredar di media sosial.

“Lia tidak setuju ya kalau kejadian penembakan pada hari Jumat kemarin di share. Karena bisa melukai keluarga korban. Takutnya juga di contoh oleh orang - orang yang tak bertanggung jawab hanya untuk jadi terkenal tapi melakukan hal - hal yang salah, bahkan sangat merugikan orang lain. Jadi pemerintah harus sangat tegas dalam hal ini,” pintanya. [foto : dokumentasi/teks : denim]