Newcomer

Diajeng Liva Ajak Politisi Muda Peduli Kaum Papa, Hak Perempuan dan Anak

Redaksi •    03 April 2019 | 12:37:51 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Calon Anggota Legistatif Perempuan (caleg) pada Pemilu 2019, kini mencapai 3.194 nama. Namun penguasaan medan pertarungan para caleg perempuan, menurut beberapa pengamat politik, relatif rendah sehingga tingkat keterpilihan mereka di parlemen tak pernah mencapai harapan minimal 30%. 

Diajeng Liva salah satu caleg perempuan dari partai PPP kota Bogor, Jawa Barat, mengatakan ingin mengajak kepada seluruh politisi muda yang terpilih agar lebih peduli pada kaum papa, perempuan dan anak-anak.

Sebagai wanita yang masih aktif berkontribusi membela anak dan kaum wanita, Diajeng prihatin dengan kurangnya perhatian dari pihak-pihak terkait sehingga anak anak yang putus sekolah berakibat menjadi pribadi yang kurang baik dan pada akhirnya mereka menambah jumlah kriminal yang terjadi di kota kota besar.

Dengan alasan seperti itulah, wanita yang telah di karuniai satu anak ini ingin membuka pesantren yang mengajarkan pelajaran akademis di bidang bahasa inggris dan keuangan harapanya agar anak anak ini selain bisa mendapatkan ilmu agama juga bisa bersaing dalam dunia pekerjaan.

"Tidaklah penting jika pada akhirnya saya  dapat duduk menjadi anggota dewan tapi saya ngga bisa bermanfaat bagi sesama dan melayani masyarakat dengan baik," ujar Diajengliva kepada FEM Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/4/2019).

Diajeng juga ingin teman teman politisi bisa peduli terhadap rakyat kecil yang membutuhkan bantuan bukan hanya sekedar saat menjelang pemilu tetapi saat tidak di laksanakannya pemilu lebih peduli lagi terhadap sesama dan lebih bekerja nyata membuat kebijakan yang mampu di rasakan langsung oleh masyrakat.

"Selain itu para anggota dewan nantinya juga bisa lebih memperhatikan keluhan dan kendala yang terjadi di lingkungan kita," tambah Diajeng.

Diajeng yang punya kelebihan bisa melihat dengan indra ke 6 ini juga menegaskan, jika pada akhirnya tak terpilih, Ia berjanju akan tetap aktif terus memperhatikan masyarakat yang membutuhkan ide-ide dan pikirannya. "Karena itu adalah tugas dan kewajiban setiap orang yang ada di negeri ini," tandasnya.