Hot News

Usai Gunung Everest, Naila Novaranti Akan Taklukan Benua Antartika

Redaksi •    18 April 2019 | 10:37:40 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Sosok Naila Novaranti, perempuan Indonesia yang namanya mulai viral sebagai penerjun payung wanita Indonesia mulai menjadi sorotan media sejak pernah menaklukan 6 Benua di dunia.

Setelah beraksi di atas ketinggian gunung everest di Nepal, Naila mengaku kembali akan menaklukan satu benua lagi yaitu benua Antartika yang landasanya adalah es terdingin di dunia. Benua Antartika adalah benua ketujuh yang bakal ditaklukan Naila yang direncanakan akan dilakukannya pada Desember 2019 mendatang. 

Bila hal tersebut berhasil dilakukan, maka Naila adalah satu-satunya sebagai penerjun payung perempuan pertama dari Indonesia yang bisa menaklukan 7 benua di dunia. "Kebetulan ini benua yang ke 7 yang bakal aku taklukin. Antartika adalah benua terakhir yang aku belum pernah ke sana. Dan Aku pingin jadi penerjun pertama kali yang mengibarkan bendera Indonesia di tujuh benua. Antartika adalah benua terakhir yang ingin aku kunjungi,” ujar Naila Novaranti di temui usai hadir di acara program Rumpi no Secret d Transtv, jalan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/19).

Menurutnya hal ini adalah salah satu sebuah prestasi yang memang merupakan ambisinya untuk menaklukan 7 Benua di dunia dengan olahraga terjun payung. Selain itu merupakan tantangan buat perempuan berusia 38 tahun ini menaklukan benua terakhir di dunia ini.

Benua Antartika menurut perempuan yang merupakan  instruktur profesional terjun payung dunia yang melatih para penerjun payung baik dari kalangan militer maupun sipil di 47 negara di dunia ini adalah Medan yang tersulit. Dan benua Antartika lebih ekstrim membuat keberangkatannya ke Antartika pun sempat tertunda dikarenakan cuaca ekstrim yang tidak menentu di sana.

“Harusnya saya lakukan bersama suami di bulan Januari kemarin saya sudah terbang ke sana, tapi faktor cuaca yang lagi ngga bagus juga lapisan es juga mengerikan. Tapi aku berharap cuaca di sana sebeku mungkin supaya pas jatuh ada landasan bukan ke air yang dingin," ungkapnya.

Untuk persiapan wanita yang sudah mempunyai 3 anak ini seperti biasanya, terus latihan rutin bersama pelatih yang biasa melatihnya. Dan sedang mempersiapkan tim yang akan berangkat ke benua Antartika.

"Untuk kesana memang aku akan lebih intens latihanya karenakan medannya kan beda, apalagi itu landasan es yang dinginnya seperti apa. Untuk waktu persiapan sendiri aku mulai bulan Oktober direncanakan mulai latihan sampai akhirnya berangkat bulan Desember mendatang sekitar 3 bulan digenjot persiapan semuanya termasuk persiapan tim yang akan berangkat ke sana," papar Naila. [musasanz]