Seni Budaya

Dari Hoby, Satria Tarigan Ingin Indonesia Ada Taman Berburu Menarik Minat Turis

Redaksi •    24 Mei 2019 | 11:47:19 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Berburu hewan buas kini tak lagi sebebas jaman dahulu kala. Seperti bisa kapanpun dilakukan dan dimana saja meski di ruang terbuka dan hutan. 

Namun, Untuk menuangkan hobi berburu, ternyata harus tahu dulu pemahaman hukum dan tata cara berburu, baik di dalam dan luar negeri. Lantaran binatang saat ini sudah banyak yang dilindungi undang-undang baik yang buas dan jinak. Bagaimana di Indonesia sendiri?

"Seorang pemburu itu harus paham hukum dan sekaligus sebagai seorang konservasi karena jika pemburu tak cinta kepada lingkungan, logikanya nanti ngga akan ada lagi lokasi untuk berburu," ujar lawyer Satria Zulkarnain Tarigan kepada awak media di kantornya Satria Tarigan & Aldila Warganda Legal Consultan, Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Rabu (22/5/2019).

Mengenai pemahaman hukum dalam berburu, pria kelahiran 27 April 1970 ini menjelaskan, seorang pemburu harus tahu kriteria hewan yang akan diburu seperti di Indonesia, hewan yang hanya dianggap hama yang boleh diburu. "Kalau di dunia internasional, hewan yang bisa diburu adalah hewan yang sudah tua, tidak produktif lagi dan sizenya besar, tanduknya besar, gadingnya besar," papar Satria yang sudah pengalaman berburu diberbagai penjuru dunia ini.

Satria juga ingin menunjukan bahwa lokasi berburu di Indonesia itu sebenarnya sangat luas dan banyak lokasi yang bagus untuk berburu. Karena itu, Ia berharap Indonesia nantinya akan ada disediakan taman lokasi untuk berburu yang memadai. 

"Kita ini di Indonesia sebenarnya punya sangat banyak spesies babi hutan seperti orang di Bengkulu menyebut babi hutan Nangoi yang beratnya diatas 400 kg lebih seperti kerbau dan ngga ada di tempat lain negara lain. Dan orang luar negri takjub menyebut babi ini adalah monster ngga mungkin ada saat saya tunjukan sebuah foto hasil buruan dari teman saat saat di Bengkulu," tandasnya.

Atas alasan itulah, Satria Tarigan berharap kawasan di Indonesia seperti Sumatera dan lainnya menjadi lokasi menarik atau taman berburu yang bisa menarik minat para pemburu internasional datang ke Indonesia.