FEM Depok

Bukber Depok Media Centre dan Kapolresta Depok, Bahas Posisi dan Fungsi Media

Redaksi •    31 Mei 2019 | 22:05:02 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Depok - Komunitas wartawan, Depok Media Center (DMC) menggelar buka puasa bersama (Bukber) di hari puasa ke-26 dengan Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto dan jajaranya. 

Acara bukber sekaligus silaturahim dan diskusi tentang Uji Kopetensi Wartawan (UKW), dan Tangkal Berita Hoax serta Ujaran Kebencian dipandu oleh Ketua pembina DMC, Rusdy Nurdiansyah, wartawan senior Republika dan dihadiri pembicara, Kesit BH (Sekjen PWI Jaya), Rahmat Tarmuji (Wakil Ketua PWI Depok) serta AKP Firdaus (Krimsus Polres Depok).

Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengungkapkan, media online saat ini memang sangat pesat perkembangannya. Namun tercatat tak kurang dari 47 ribu media online tersebar di seluruh pelosok Indonesia, yang terverifikasi hanya sekitar dua ribu.

“Artinya, Media mitra penting Polri. Salah satunya program yang besar adalah manajemen media. Jadi, media inilah yang bisa menginformasikan apa saja yang sudah dilakukan kepolisian. Ini jadi strategi yang sangat penting bagi kepolisian,” ujar Didik Sugiarto, di Restoran Tawan Dmall, Margonda, Depok, Jawa Barat, Jum'at (31/5/2019).

Didik menambahkan, media sebagai fungsi kontrol setiap masalah, bisa membuat suasana tenang, bisa juga bikin hiruk pikuk. Karena itu media menjadi salah satu pilar penting. “Oleh karena itu, media harus memberi informasi berimbang, perspektif dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan persatuan serta keutuhan NKRI,” imbuh orang nomor satu di Polresta Depok

Sementara Wakil Ketua perwakilan PWI Depok, Rahmat Tarmuji menerangkan, bahwa Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto sangat responsif terhadap wartawan. “Artinya, ketika setiap wartawan butuh informasi Pak Didik selalu terbuka menerima untuk diwawancarai ini menjadi mitra yang baik,” ujar Rahmat.

Mengenai posisi wartawan, Sekjen PWI Jaya, Kesit BH mengatakan, bahwa uji kompetensi wartawan (UKW) sangat penting bagi wartawan. Karena dunia media saat ini sangat kencang perkembangannya. Kalo tidak diikuti oleh sumber daya manusia (SDM)-nya bisa kacau.

Kesit mengingatkan, bahwa untuk bisa jadi media yang terverifikasi menurut undang-undang media tersebut harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan Dewan Pers.

“Artinya, seluruh wartawan sekarang harus ikut uji kompetensi kategori muda. Dua tahun kemudian baru ke madya dan seterusnya ada jenjangnya,” tandas Kesit.