Connect with us

NASIONAL

Relawan Ganjar Mahfud ‘XVG’ Serahkan 8 Gagasan Brilian Industri Musik Indonesia ke Ketua TPN, Arsjad Rasjid

Published

on

FEM IndonesiaKetua Umum Organ Relawan Pendukungnya Extravaganjar (XVG), Adi Adrian, didampingi Sekjen Fendy Mugni, dan Tim Khusus 8 XVG, menyerahkan ‘8 Gagasan Industri Musik Indonesia’, kepada Arsjad Rasjid, Ketua Umum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Penyerahan gagasan brilian dari para musisi dan penyanyi serta seniman itu bertujuan untuk kemajuan musik Indonesia digelar pada Jumat (10/10) lalu bertepatan dengan Hari Pahlawan, di Markas XG, Jalan Tangkas Baru, Jakarta Selatan.

“Hari ini secara resmi kami menyerahkan 8 Gagasan Industri Musik Indonesia untuk Mas Ganjar dan Prof. Mahfud, melalui Pak Arsjad Rasjid. Semoga setelah keduanya memimpin Indonesia 2024, 8 gagasan tersebut bisa digunakan sebagai referensi utama, dalam mengelola ekonomi kreatif, khususnya sektor musik,” kata Adi Adrian, sebelum menyerahkan sebuah map berwarna putih dengan logo XVG, yang berisi 8 Gagasan tersebut.

“Terima kasih atas 8 gagasan ini. InSyaa Allah gagasan yang luar biasa untuk ekonomi kreatif ini, dibuat dengan niat baik untuk Indonesia, akan diterima dengan baik pula oleh Mas Ganjar dan Prof. Mahfud. Segera saya akan meneruskannya,” jawab Arsjad Rasjid, sembari menerima map yang berisi Berita Acara Rapat Kerja XVG, yang telah memutuskan dan menetapkam 8 Gagasan Industri Musik Indonesia tersebut.

Momen tersebut yang dihadiri sejumlah pejabat XVG seperti, Prof. Franki Raden (Musisi & Budayawan), Buddy ACe (Pengamat Musik & Wartawan Senior), Kadri Mohamad (Advokat & Musisi), Tamara Geraldine  (Presenter Senior & Penggiat Rohani), Febrian Nindyo (Musisi & Sekjen FESMI), Fendy Mugni (Promotor Musik, Once Mekel (Musisi & Politisi) dan Venny Asyita (Peneliti Pasar & Kebijakan Ekonomi Kreatif) juga hadiri oleh Alam Ganjar anak dari Ganjar Pranowo. Serta disaksikan oleh Anang Hermansyah, Pembina XVG, dan para Ketua Bidang XVG, seperti; Ade Andrini, Ayu Soetopo, Jimmo, Tofan, Raiden Soedjono (sekaligus Ketua Panitia XVG Talents)

“Sebagai Think Tank, Tim Khusus 8, telah bekerja lebih kurang 3 bulan untuk menyiapkannya. Selain diskusi intens, juga melalui proses studi banding atas program ekonomi kreatif selama ini. Kami berharap 8 Gagasan ini bisa melengkapi kebutuhan pemerintah mendatang, dengan semangat, Jago Kandang, Jago Tandang,” ujar Kadri Mohamad, anggota Tim Khusus 8, yang juga adalah seorang advokat dan vokalis Makara Band.

“Setelah mengumumkannya ke publik usai Rapat Kerja XVG pada akhri bulan Oktober lalu, Hari ini, kami memutuskan untuk menyerahkannya kepada Pak Arsjad Rasjid, agar bisa segera digunakan sebagai bahan kampanye bagi pasangan Ganjar Mahfud dalam program Ekonomi Kreatif,” jelas Fendy Mugni, Sekjen XVG, yang juga anggota Tim Khusus 8.

Berikut ini rincian dari ‘8 Gagasan Industri Musik Indonesia tersebut.

Gagasan 1: Presiden adalah “Aktor Utama” untuk memastikan ekosistem dan mesin  industri kreatif berjalan dengan optimal. Mekanisme pengelolaan industri kreatif tersebut, melalui institusi negara khusus ekonomi kreatif setara kementerian. Tugasnya membuat regulasi, melakukan pengawasan dan fasilitasi industri kreatif, serta roadmap jangka pendek dan Panjang menyambut Indonesia Emas 2045. Prosesnya, mulai dari kegiatan hulu (produksi) sampai hilir (penjualan) yang pada akhirnya akan mampu menyumbangkan kontribusi pada PDB yang signifikan.

Gagasan 2: Pemerintah meningkatkan dana abadi (endowment find) yang melibatkan partisipasi dan sinerji pihak swasta besar dan BUMN. Para pihak diharapkan untuk berinvestasi dan membiayai kegiatan industri kreatif andalan, melalui penyediaan infrastruktur fisik ruang kreatif dan gedung pertunjukan, termasuk membuat Creative Hub di daerah-daerah strategis.

Gagasan 3: Pemerintah mengambil peran penting untuk mempersiapkan proses produksi karya industri kreatif andalan. Tahapannya, mulai dari pencarian bakat,  pelatihan, hingga kesetaraan dan perlindungan pekerja seni. Termasuk menyediakan fasilitas kearsipan dan data base, standarisasi kualitas pelaku industri kreatif dan ekosistem-nya. Serta penguatan komunitas dan local hero musik tradisi dengan menambah value creation pada industri di daera-daerah agar dapat berorientasi kualitas dan pasar.

Gagasan 4: Pembenahan sistem tata kelola karya kreatif dan ekosistemnya.  Termasuk tata kelola lisensi dan royalti musik, dengan melakukan restrukturisasi sistem yang sudah ada, serta perbaikan regulasi, digitalisasi pengumpulan royalti, sosialisasi, edukasi dan penegakan hukum.

Gagasan 5: Akses kapital dan pembiayaan perbankan bagi pelaku ekonomi kreatif sebagai UMKM dengan menggunakan jaminan kekayaan intelektual.

Gagasan 6: Produksi industri kreatif (khususnya musik) dilakukan dengan berorientasi pada penguatan pasar dalam negeri (Jago Kandang) dan fasilitasi terhadap ekspor karya kreatif ke luar negeri (Jago Tandang).  Pemerintah harus mendukung upaya ini dengan melakukan kampanye promosi dan diplomasi industri kreatif. Termasuk promosi atas kegiatan pop culture, membuat agen, kantor perwakilan dan kerjasama dengan negara negara target ekspor regional dan international.

Gagasan 7: Pemerintah harus memberlakukan perizinan usaha Industri Kreatif yang tersentralisasi secara digital. Khususnya perizinan konser satu pintu oleh institusi kreatif yang dibentuk, dalam rangka melahirkan kenyamanan dan keamanan konser, berbasis green music yang bebas dari emisi. Pemerintah juga harus memastikan ketaatan pembayaran royalti untuk setiap konser musik. Tujuannya agar konser dan festival musik Indonesia dilaksanakan dengan standar international, agar menarik wisatawan regional untuk menyaksikan secara langsung konser dan festival musik di Indonesia.

Gagasan 8: Industri kreatif dari hulu ke hilir dilakukan dengan basis  pengembangan industri Intellectual Property (IP based), digitalisasi dan teknokrasi (keputusan diambil secara profesional oleh ahli yang memiliki kompetensi dibidangnya). Dengan demikian, maka program kerja pemerintah dibidang industri kreatif (termasuk musik sebagai lokomotif andalan) akan membuka lebih banyak lagi lapangan kerja baru, mulai dari hulu sampai hilir. Program tersebut diharapkan bermanfaat untuk seluruh masyarakat. Terutama untuk generasi muda yang kelak akan memegang peranan penting dalam industri kreatif sebagai andalan alternatif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Keluarga besar Extravaganjar nampak sumringah usai acara penyerahan 8 Gagasan itu selesai. Kini mereka, kembali bekerja dengan program kampanye untuk kemenangan Ganjar-Mahfud 20203, seperti ‘XVG Nongkrong’, ‘XVG Talent’, XVG Podcast ‘Ngobras’ dan XVG ‘Suara Kita’.

NASIONAL

Baim Wong Maju di Pilgub Jawa Tengah Gandeng Crazy Rich, Joko Suranto

Published

on

By

FEM Indonesia – Selebritas Baim Wong akhirnya menegaskan bahwa dirinya siap mendampingi Joko Suranto sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Tengah di Pilkada Jateng 2024.

Baim Wong juga mengatakan kesiapanya jika dibutuhkan. Pasalnya, Joko Suranto ungkap Baim adalah sosok yang tepat dan sangat dibutuhkan warga Jawa Tengah sebagai pemimpin.

“Bapak Joko Suranto ini baik dan gemar berbagi kebaikan, sedekah, dan sebagainya,” beber Baim Wong. Suami dari Paula Verhoeven ini juga menambahkan, ada tiga alasan utama mengapa Joko Suranto sangat layak memimpin Jawa Tengah. 

Pertama, Joko Suranto dikenal berhati baik dan filantropis. Kedua, ia adalah pengusaha yang ulet dan tidak korupsi. Ketiga, Joko Suranto pro semua program Presiden Jokowi, yang saat ini memiliki tingkat kepuasan masyarakat Indonesia yang sangat tinggi.

Diketahui, sosok Joko Suranto dikenal sebagai Crazy Rich Grobogan, dan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui berbagai proyek sosial yang didanai dari kantong pribadinya.

Joko juga membangun Taman JOSS yang ditengok oleh Baim Wong, dan diharapkan bermanfaat bagi warga setempat memiliki tempat rekreasi yang aman dan nyaman.

Continue Reading

NASIONAL

Disdik Depok Apresiasi Sukses MPLS 2024 Kolaborasi PWI di 34 SMPN Depok

Published

on

FEM Indonesia Taiwan – MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang diadakan di 34 SMPN di Depok telah berjalan sukses dan lancar. 

Atas keberhasilan ini, Dinas Pendidikan Depok mengapresiasi kerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok, dalam memberikan materi bijak dalam penggunaan media sosial.

Selama tiga hari pelaksanaan, para anggota PWI memberikan materi yang telah disiapkan sebelumnya untuk memberikan pemahaman kepada para siswa SMPN dan menugaskan masing-masing dua orang di setiap sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Sutarno menyampaikan terima kasih  dan apresiasinya yang tak terhingga kepada PWI atas kolaborasi program perdana MPLS Tahun Ajaran 2024 – 2025 yang dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Saya mengamati pelaksanaan pada hari pertama sampai hari ketiga, sangat luar biasa dapat berjalan dengan baik dengan memberikan hal-hal yang positif antara PWI dan Disdik. Namun, kolaborasi ini seharusnya tidak hanya satu kali, melainkan harus terus berkelanjutan,” ujar Sutarno dikawasan Margonda, Depok, Rabu ( 17/7).

Sutarno menambahkan bahwa kolaborasi antara Disdik, sekolah, dan wartawan harus terus berlangsung untuk memberikan edukasi literasi yang lebih baik kepada siswa. Selain MPLS, masih banyak hal lain yang bisa dilakukan, seperti pelatihan cara menulis sesuai kode etik oleh para wartawan kepada siswa.

“Kita harus bersama-sama menjalin komunikasi dengan para guru, Disdik, dan wartawan agar bisa dilihat oleh anak-anak kami dimana sekarang ini era digital. Wartawan dapat berperan sebagai guru yang memberikan pelajaran tentang literasi,,” tambah Sutarno.

“Saya harap dalam hal ini, kita dapat bekerjasama untuk mewujudkan hal-hal yang positif kedepannya dan meningkatkan literasi di kalangan siswa,” tutup Sutarno.

Continue Reading

NASIONAL

Kepala Sekolah SMPN 12 Depok, Apresiasi “Bijak Bermedsos” Kolaborasi PWI 

Published

on

FEM Indonesia Taiwan – Awali masa sekolah jenjang SMPN tahun ajaran baru 2024/2025 yang dimulai pada Senin, 15 Juli 2024 dilaksanakan MPLS bagi siswa baru selama 3 hari, pada 15 16 dan 17 Juli 2024. 

Kegiatan MPLS digelar Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016, dan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Dalam MPLS 2024 ini, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengandeng PWI Kota Depok, Polrestro Depok dan TNI untuk memberi materi motivasi. 

Dalam MPLS tahun ini, PWI Kota Depok menerjunkan 24 wartawan sebagai pemateri MPLS di 34 SMPN di Kota Depok selama 3 hari. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Depok, Sumarno, MPd mengatakan MPLS akan dilaksanakan serentak di 34 SMP Negeri selama 3 hari (15-17 Juli 2024).

“Pematerinya bukan hanya dari pihak sekolah, tetapi melibatkan Kodim, Polres, Kesbangpol, Impresia, dan PWI untuk memberikan pembekalan di tiap sekolah selama MPLS kepada siswa didik baru,” ujar Sumarno.

Ket foto: kepsek SMPN 12 Depok dan PWI Depok

MPLS tahun ini, pihaknya melibatkan PWI Kota Depok dengan harapan tumbuh budaya positif bagi siswa baru dalam berliterasi digital dan pentingnya memahami etika bermedia sosial. Sekaligus dapat mengembangkan kemampuan menulis siswa.

“Kenapa PWI, karena mereka yang kompeten untuk menyampaikan materi tersebut, sebab peran jurnalis bukan hanya menulis berita, tapi juga memberi edukasi. Jurnalisme juga senapas dengan program Merdeka Belajar. Yakni, berpikir kritis dan mampu menganalisis serta menyajikan informasi dengan benar,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Disdik Kota Depok, Sutarno menegaskan, ini kali pertama Disdik Kota Depok mengandeng PWI Kota Depok untuk terlibat sebagai guru dihadapan para siswa baru SMPN.

“Selama ini, kan wartawan itu berkerja meliput dan mewawancarai. Nah, kami ajak para wartawan untuk mencoba sebagai guru. Semoga bisa ya, tapi saya yakin bisa kok. Para wartawan PWI Kota Depok itu sudah kompeten semua. Saya apresiasi para wartawan PWI Kota Depok yang bersedia menyajikan ilmunya ke para siswa baru SMPN, sehingga tentunya dapat memotivasi,” papar Sutarno. 

Kepala Sekolah SMPN 12, Muawanah mengapresiasi kehadiran PWI Depok di MPLS untuk peserta didik barunya pada hari Selasa 16 Juli 2024.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada PWI Depok yang mengingatkan kepada generasi penerus bangsa agar bijak dalam penggunaan media sosial. Kemudian anak-anak siswa kami paham akan penggunaan hape secara positif bukan hanya untuk bermain games ataupun kesenangan,” ujar Muawanah.

Kepsek yang akrab disapa Ibu Mamu ini juga berharap PWI Depok bisa bekerjasama terus dengan pihak sekolah sekolah dan tak berhenti hanya di MPLS saja.  “Karena memang anak-anak ini di tahun 2045 nanti pada saat Indonesia emas yang akan mengisi dan yang akan menjadi pemimpin dan menjadi orang-orang hebat nantinya dan dari sekarang harus dipersiapkan sebagai generasi yang berkarakter,” harapnya.

PWI pada hari kedua MPLS di sekolah SMPN 12, PWI Depok mengirimkan dua wakilnya yaitu, Musa Sanjaya yang menjabat sebagai ketua bidang Seni & Budaya dan Wandi anggota PWI menjadi narasumber pemberi materi tentang bijak bermedsos yang disambut antusias peserta didik baru.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending