Connect with us

Berita Hot News

RTV Merilis Dua Andalan Program : “Super 10 Indonesia” dan “Sekolah Stand Up Milenial”

Published

on

FEM Indonesia – Masih mempertahankan stasiun tv yang ramah anak dan keluarga, Rajawali Televisi (RTV) kembali meluncurkan 2 program untuk anak terbarunya yang sangat menarik bagi pemirsanya.

Dua program terbaru RTV itu adalah Super 10 Indonesia dan Sekolah Stand Up Milenial (SSM), yang diharapkan bisa menjadi tontonan  yang menghibur dan mengedukasi pemirsanya.

“Kehadiran dua program ini semakin mengukuhkan posisi RTV sebagai stasiusn televisi yang ramah anak dan keluarga di dunia broadcast yang makin ketat” pungkasnya. Program Super 10 Indonesia, disajikan untuk mewadahi anak anak Indonesia untuk mewujudkan mimpinya, sajian program Super 10 Indonesia ini menjadi pembuka jalan bagi anak-anak Indonesia untuk menunjukan bakat dan kreativitasnya,” kata CEO RTV, Artine S Utomo pada press confrence RTV di studio 4, Cawang, Jakarta, Selasa (4/10/2109).


General Manager Production RTV, Pinkan Laluyan yang hadir mengatakan bahwa program Super 10 Indonesia merupakan adaptasi dari program serupa yang lagi beken dari Thailand, namun di RTV program dilakukan oleh anak anak Indonesia. “RTV akan berupaya untuk lebih dekat dengan pemirsanya dengan memberi kesempatan anak anak Indonesia menunjukan bakatnya”, beber Pinkan.

Pinkan menjelaskan bahwa pesertanya yang terlibat dalam program ini merupakan anak anak usia SD hingga SMS antara 6 hingga 20 tahun, yang melakukan pendaftaran secara online. Dan diharapkan bisa mendapatkan anak anak yang memiliki bakat yang unik seperti keahlian bermain salah satu cabang olahraga, permainan tradisional dan lainnya. “Kita ingin mewujudkan mimpi mereka menjadi kenyataan melalui panggung Super 10 Indonesia, di mana para pesertanya bisa menunjukan bakatnya dan menerima tantangan yang diberikan oleh dewan juri”, jelas Pinkan, seraya menyebut bahwa program Super 10 Indonesia tayang di RTV setiap Sabtu dan Minggu, pukul 18.00 WIB, mulai 12 Oktober 2019 mendatang.

Sedangkan untuk program Sekolah Stand Up Milenial (SSM), akan memberi kesempatan kepada anak anak menjadi komika sejati, terutama bagi mereka para pelajar SMP dan SMA, yang diharapkan mampu menunjukan kelucuan lewat banyolan banyolan segar yang berasal dari pengalaman sehari hari di lingkungan mereka sebagai seorang pelajar. “Karena tema-nya sekolah, maka set panggung kami sajikan panggungnya layaknya sekolah yang memiliki kepala sekolah, wali kelas, wali murid dan dewan guru”, tambah Pinkan.


Untuk meriahkan menambahkan greget dua program itu, RTV melibatkan para artis beken antara lain, Abdel Achrian sebagai wali murid sekaligus sebagai host, dan sebagai wali kelas ada Rahmet Ababil, Jui Purwoto dan David Nurbianto. Sementara jajaran Dewan Guru adalah Kemal Palevi, Ghe Youbi dan Ridwan Remin dan Irgy Fachrezi dan Narji.


SSM juga mulai tayang di RTV setiap Senin setiap pukul 18.00 WIB, mulai 4 November 2019 mendatang. Penasaran?

Hot News

Taklukan “Antartika”, Naila Novaranti Jadi Wanita Pertama dan Tercepat Dengan Terjun Payung ke 7 Benua

Published

on

FEM Indonesia – Pelatih dan penerjun payung dunia dari Indonesia, Naila Novaranti pada hari Kamis 5 Desember 2019 lalu sukses melakukan terjun payung di benua antartika. Aksinya itu termyata bagian dari misinya dalam menaklukan 7 benua di Dunia dengan penerjunan payung.

Meski lokasi yang sangat berbahaya, Naila berhasil melakukan aksi terjun payung tepat di atas Kutub Selatan Bumi sambil mengibarkan Bendera Merah Putih di Benua Antartika dari ketinggian 13.500 kaki (4.114 m). Sebelum aksi ini, pada 16 November 2018 yang lalu, Naila pernah berhasil menaklukan ketinggian Gunung Everst, di Nepal.


Alhamdulillah…dan bersyukur menjadi wanita Indonesia pertama dan tercepat di Dunia dengan terjun payung ke-7 Benua” kata Naila Novaranti baru-baru ini kepada FEM Indonesia. Aksinya kali ini diakui peraih predikat “Women of The Year 2019” dan Ikon Pancasila ini diakui banyak kendala yang dihadapinya, mulai dari cuaca yang sangat dingin, lokasi yang bahayanya tapi tak terlihat serta masalah dropping zone atau tempat mendarat. Ia mengungkapkan lantara seluruh daratan Antartika itu tertutup es sehingga sulit mengetahui ketebalan lapisan es yang akan didarati.

“Jika salah keputusan menghitung angin dan ketepatan mendarat salah, bisa membuat dirinya terperosok ke dalam longsoran lapisan tipis es yang sangat tajam berjurang terjal,” ungkap Naila.

Di Antartika, Naila menggunakan parasut yang berbeda dari biasanya yaitu parasut berukuran diperbesar, untuk menghadapi udara yang sangat tipis. Selain itu, penerjuan juga menggunakan pesawat De Haviland DHC-6 Twin Otter bermesin ganda bernama ILYUSHIN 1992. Pesawat dilengkapi skid pendarat untuk pendaratan di wilayah beriklim salju. “Ini pengalaman yang luar biasa sebagai penerjun payung dan saya merasa bangga,” ujar ibu tiga anak ini.


Kutub Selatan atau Antartika yang menjadi lokasi penerjunan bagi Naila adalah wilayah yang sangat jarang dikunjungi oleh manusia. Jumlah penduduk tetap tidak tercatat di Kutub Selatan tersebut. Tidak hanya disebabkan oleh suhu yang sangat dingin, (namun akses yang sangat sulit membuat orang urung tinggal menetap di Antartika. ) Bukan Urung Iklim yang Extrim !!


Meski begitu, Naila akhirnya bisa menyelesaikan misinya disana dengan memakan waktu beberapa hari saja untuk bisa sampai ke lokasi Antartika. Selamat! [foto : dokumenpribadinailai]

Continue Reading

Hot News

Hadir di TEDxUPNVJ, Nurul Zuriantie Top 5 Miss Universe New Zealand Ungkapkan Jati Diri

Published

on

FEM Indonesia – Nama Nurul Zuriantie Shamsul, salah satu Top 5 Miss Universe New Zealand. Baru-baru ini, Nurul hadir di Jakarta dan menjadi pembicara di TEDxUPNVJ, sebuah acara independen sejenis presentasi TED yang dilaksanakan oleh para pemilik lisensi dari TED.

Pada acara yang digelar Sabtu (16/11/2019), Nurul Zuriantie Shamsul berbicara melalui sebuah presentasi bertema I Am a part of Hybrid Society. Beberapa pernyataan menarik pun dilontarkannya di hadapan mahasiswa UPN Veteran Jakarta yang hadir.


“Identitas saya cukup rumit karena saya adalah seseorang yang hidup dalam tiga budaya, Indonesia, Malaysia, dan New Zealand, karena sejak usia 5 tahun hidup di New Zealand,” kata Nurul Zuriantie.

Selain itu, Nurul Zuriantie juga mengungkapkan bahwa ia kerap mengalami bentrokan budaya. Namun, ia merasa hal tersebut justru membentuk karakter pribadinya. “Saya selalu merasakan bentrokan budaya, antara timur dan barat, Melayu dan Indonesia, apalagi saya juga beragama Islam dan menjadi minoritas. Tetapi justru itu yang membuat identitas saya unik,” ujar wanita berhijab pertama yang menjadi finalis kontes kecantikan dunia ini.


Hybrid Society yang diangkat dalam acara ini memiliki makna kondisi masyarakat yang hidup dalam suatu kombinasi dari perbedaan. Hal itulah menggelitik founder TEDxUPNVJ, Sydney Azzahra, untuk menjawabnya. “Terkadang orang-orang menganggap perbedaan itu menjadi suatu masalah. Padahal jika perbedaan itu dikolaborasikan, dapat menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat buat banyak orang. Itulah tujuan kami mengambil tema ini,” demikian penjelasan Sydney Azzahra.

Tissa Aunilla, CEO Pipiltin Cocoa, turut menjadi salah satu pembicaranya. Ia menyampaikan bahwa ribuan pulau di Indonesia memiliki iklim mikro yang berbeda, komunitas petani yang berbeda, dan melahirkan karakter unik berbagai cokelat. “Begitu juga manusia, berbeda-beda dengan keunikan masing-masing. Keberagaman tersebut justru menguntungkan kita, bukan menekan kita,” kata Tissa.

Selain Nurul dan Tissa, TEDxUPNVJ  mengundang lima pembicara lain, yaitu: Dr. Anter Venus, Wakil Rektor UPN “Veteran” Jakarta Drs., MA. Comm, Blogger Bagus Berlian, COO Kreativv ID Yasha Nomiva, Founder Suwe Ora Jamu Nova Dewi Setiabudi, dan Putri Indonesia DKI Jakarta III 2019 Diah Ayu Lestari.

Diah Ayu Lestari mempresentasikan ‘Echoing Indonesia’s Traditional Music to the World’ dengan musik dan lagu-lagu yang dinyanyikannya. Suasana menjadi meriah karena Diah mengajak semua partisipan untuk ikut menyanyikan lagu-lagu daerah dalam irama jazz. Performa yang sama juga sering ditampilkan Diah Ayu Lestari di Belanda, Ukraina, dan berbagai Negara di belahan dunia lainnya.

Acara TEDxUPNVJ yang bertempat di Hotel Grand Whiz Poins Square Simatupang pada tanggal 16 November 2019 ini, merupakan kali pertama TEDx diselenggarakan oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta.

TEDxUPNVJ lahir dari visi organisasi mahasiswa FISIP UPN “Veteran” Jakarta yang bernama ‘English of Siloence’ yang ingin menjadi penggerak perubahan dalam masyarakat.

Continue Reading

Hot News

Tiket Pre-Sale Konser ‘The Lord of Loro Ati’ Didi Kempot, Ludes Dua Hari!

Published

on

FEM Indonesia – Arzillo Indonesia bekerjasama dengan CMA Entertainment akan menggelar perhelatan akhir tahun 2019 dengan menggandeng musisi Didi Kempot dalam konser bertajuk ‘The Lord of Loro Ati’.

Konser akan diselenggarakan pada hari Jum’at 5 Desember 2019, di The Pallas SCBD, Jakarta Selatan.

Bukan tanpa alasan, Arzillo Indonesia dan CMA Entertainment dalam keterangan siaran persnya mengabarkan dengan menggandeng penyanyi legendaris Didi Kempot, melihat antusiasme dari kaum milenial yang sangat menunggu-nunggu saat berdendang bersama dengan pelantun lagu ‘Stasiun Balapan’.

Konser juga akan dikemas lebih intim dengan menghadirkan sebuah pagelaran musik bernuansa kekinian namun tetap memasukan unsur – unsur budaya seperti tarian tradisional dipadukan dengan lagu-lagu milik Didi Kempot yang bakal memberikan kesan terhadap para penontonnya.

“Arzillo bergabung dengan CMA Entertainment karena kami berdua mempunyai visi dan misi yang sama bahwa musik dengan unsur tradisional kini sudah semakin diterima dan mampu bersaing dengan musik-musik yang ada sekarang ini. Selain itu menurut Arzillo, CMA Entertainment mempunyai kredibilitas dan komitmen yang tinggi untuk memajukan industri musik Indonesia” jelas Roy Siregar selaku Direktur Utama Arzillo Indonesia.

Untuk tiket konser “The Lord of Loro Ati” bisa didapatkan melalui aplikasi GO –TIX sejak 28 Oktober 2019 lalu. Namun untuk Tiket Pre-Sale 1 dan Pre-Sale 2 konser ini sudah sold out dalam kurun waktu 2 hari saja.

Tapi tiket kategori festival masih bisa didapatkan dengan harga Rp.350.000,-. Penasaran?

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending