Connect with us

Berita Music

Sambangi Korban Banjir di Banten, “Nagaswara Peduli” Bantu Donasi Pesantren La Tansha

Published

on

FEM Indonesia – Banten, Musibah banjir hebat yang terjadi beberapa waktu lalu yang menimpa Jakarta dan sekitarnya masih dirasakan dampaknya oleh masyarakat hingga kini.

Seperti yang masih dirasakan masyarakat di lingkungan pesantren La Tansha, Parakansantri, Lebakgedong, Banten. Banjir disana telah memporak porandakan jalanan, sejumlah bangunan Pesantren dan harta benda.


Apoy salah satu personil grup band Wali yang juga menjadi salah satu keluarga pemilik pesantren La Tansha, mengungkapkan bahwa pihaknya hingga kini masih berusaha memperbaiki bangunan-bangunan yang terkena banjir.

“Sejauh ini yang terdampak banjir dari air bah kali yang meluap ada beberapa bangunan yang hancur sekitar 10 persenan dari keseluruhan di ponpes ini. Tapi beruntungnya saat kejadian banjir, anak-anak pesantren kami sedang pada libur jadi tak ada korban jiwa hanya saja merusak beberapa bangunan, hilangnya kendaraan hingga ternak yang jumlahnya ratusan,” ujar Apoy memaparkan saat bertemu dengan tim Nagaswara Peduli yang dipimpin langsung Rahayu Kertawiguna.


Apoy mengungkapkan, kedatangan para pemberi bantuan selama ini dan kehadiran Nagaswara Peduli membuat pihaknya semakin kuat menghadapi musibah banjir. Apapun bentuknya bantuan, Ia akan menerima dengan lapang dada.

“Disini anak didik kami ada sekitar 2000 an dan berapapun dan apapun bantuanya yang datang yang penting ikhlas dan kita syukuri. Harta benda boleh hilang tapi semangat kami dan berkah disini jangan sampai hilang, kita akan terus bangkit,” tambah Apoy.


Sementara CEO Nagaswara mengungkapkan dengan hadirnya Nagaswara Peduli ke pesantren La Tansha adalah karena respek kepedulian yang tinggi kepada para korban banjir yang sampai kini masih membutuhkan bantuan pasca banjir. “Pesantren ini saya lihat pasca banjir masih banyak harus berbenah dan itu  akan memerlukan banyak biaya untuk membangun lagi. Melalui Nagaswara peduli kiranya kita dapat membantu sedikit meringankan beban mereka disini,” ujar Rahayu usai memberikan sumbangan dana.

Rahayu juga mengingatkan bahwa musibah banjir memang tak dapat dihindari dikawasan yang dilalui aliran sungai termasuk ada beberap bangunan di ponpes La Tansha, namun dengan saling menjaga diri dan saling membantu sesama banjir bakal dapat teratasi dengan baik.


Dalam kunjungannya, Nagaswara Peduli juga didampingi sejumlah artis penyanyi kenamaa  seperti Fitrie Carlina, Dinda Permata, Vito, Yogie RPH dan Fahrani dan rombongan tim Nagaswara. Nagaswara Peduli menyerahkan sumbangan dan sebesar 50 Juta rupiah yang langsung diberikan kepada pihak pesantren La Tansha bersama Apoy.

Disela kunjungannya, semua yang hadir menyempatkan melihat bangunan-bangunan lokasi yang terkena dampak banjir yang membuat miris yang melihatnya. Mereka juga rela terjun langsung ke lokasi meski berlumpur dan becek.

Music

Vokalnya Mirip Michael Buble, Pebrio A. Ryan Rilis “Tetap Setia”

Published

on

FEM Indonesia – AK Production melahirkan seorang penyanyi pendatang baru, Pebrio A. Ryan. Adalah pemandu bakat, dan musisi kenamaan Ageng Kiwi, yang menemukan penyanyi bersuara emas ini.

Ageng telah mempersiapkan penyanyi bersuara bariton ini untuk menjadi satu nama yang fenomenal dalam industri musik Indonesia lewat karyanya di single, “Tetap Setia”.


“Kehadiran Pebrio A. Ryan, bukan semata-mata karya personal, melainkan karya kolektif bagi kemajuan industri musik Indonesia yang kurang menentu seperti saat ini,” ujar Ageng Kiwi di acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-10 Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, Bekasi, Sabtu (22/02/2020).

Awal tahun 2020 ini, kata Ageng, diharapkan dapat menjadi momentum positif bagi lahirnya penyanyi baru Indonesia, kategori pria. Sebab menurut Ageng, saat ini industri musik Indonesia mengalami kelangkaan penyanyi profesional populis, khususnya penyanyi pria. “Kita harapkan Pebrio dapat mengisi kekosongan ini,” harap musisi multi genre ini.


Sementara, Pebrio A. Ryan menjelaskan, tidak mudah mendapatkan lagu yang sesuai. Lagu ‘Tetap Setia’ yang arrasemennya digarap Echal Gumilang & AK Pro Team. “Saya tidak memerlukan instrumen lain untuk mendapatkan feel lagu ini. Saya merasa menemukan warna musik yang sudah sesuai dengan karakter vokal saya. Musiknya juga _easy listening,” ujarnya.

Pria yang pernah menjuarai ajang Bintang Radio Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, tahun 2011 lalu, soal musik yang dibawakan mengaku lebih banyak berkutat dengan musik pop. Tapi tak hanya sekedar pop biasa. Vokal Pebrio terasa pas dengan lagu nada-nada mellow (lembut), namun resembling jazz_ (mendekati warna musik jazz). Bahkan warna vocal dan gayanya bernyanyi mirip-mirip penyanyi dan aktor kenamaan asal Kanada, Michael Buble, yang dia idolakan.


Pebrio semakin yakin dengan passion-nya menyanyi. Hal ini menurutnya bagian dari cara dia melebarkan sayap berkarir di industri hiburan. Tak butuh alasan yang rumit, kata Pebrio, untuk mencintai lagu. “Seseorang bisa menyukai lagu, mungkin karena liriknya menyentuh, atau nadanya enak. Bahkan bisa juga karena lagu itu mewakili peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam hidup,” ujar artis yang sudah membintangi puluhan iklan produk jasa, konten provider, makanan dan minuman ini. Lewat lagu yang dinyanyikannya, Pebrio ingin membuat setiap orang bahagia. Dimulai dari hal paling dasar, yaitu musik sebagai hiburan.

“Musik itu teman. Bahagia dimulai dari bernyanyi. Musik membantu mereka yang sulit menggambarkan perasaan atau meluapkan emosi,” tandas kelahiran Berau Kalimantan Timur, 15 April 1992 ini.

Continue Reading

Music

Terinspirasi Ninja Turtles, The Angels Percussion Rilis “Super Power Cowa Bongo”

Published

on

FEM Indonesia – Pada 14 Februari 2020 lalu menjadi spesial bagi The Angels Percussion untuk berbagi kado kebahagiaan kasih sayang.

The Angels Percussion merilis sebuah single terbaru yang berjudul Super Power Cowa Bongo! Terinspirasi dari 4 karakter Teenage Mutant Ninja Turtles yang selalu menyuarakan semangat pantang menyerah, dengan teriakannya “Super Power Cowa Bongo!”.


Lagu bercerita tentang Semangat Hidup, untuk terus melangkah dan bergerak tanpa henti. Walaupun masalah akan selalu ada, pastikan ada jalan keluarnya. Bicarakan, suarakan, jangan hanya dipikirkan. The Angels Percussion percaya, setiap manusia pasti memiliki kekuatan super didalam dirinya!.

Uzie dan Ochy (The Angels Percussion) juga menggandeng dua penyanyi wanita lainnya, Alma Raihannah (Voc) dan Yacko (Rap). Tetap hadir dengan konsep duo drumer perkusionis mengusung musik Electronic Dance Music menjadikan duo drummer cantik yang bersinerji dengan alunan vocal dan rap ini semakin unik.

Proses terciptanya lagu masih dikerjakan bersama dengan produser musik single/lagu sebelumnya, yakni Dimas Achonk (Studio Mimpi) dan di rilis secara digital (apple music, spotify, joox melalui digital partner INSIDE INDO.

Continue Reading

Music

Kamga dan Atsy Kembali Ciptakan ‘Monster’ Versi Akustik

Published

on

FEM Indonesia – Sukses dengan single perdananya ‘Monster’ bersama dengan Attila Syah (Atsy) yang diluncurkan pada Desember 2019 lalu, Kamga kembali mengeluarkan sentuhan yang berbeda untuk single ini dalam format akustik.

Berkolaborasi dengan Pluus Record, sebuah record label yang didirikan oleh Reza ‘Arap’ Oktovian, single Monster versi akustik ini resmi diluncurkan pada Jumat, 14 Februari 2020 diseluruh digital platform.

Berbeda dengan single Monster sebelumnya, single Monster kali ini menyuguhkan sentuhan emosi yang berbeda. Dengan musik akustik dan karakter suara Kamga yang luar biasa, lagu ini berhasil membawa suasana menerawang yang berbeda dari lagu sebelumnya yang mengutamakan irama synth pad.

“Perbedaan accoustic version ini dengan original version, kami lebih menunjukkan kemarahan pada diri sendiri.. Sementara acoustic version lebih menunjukkan berdialog dan berbicara dengan diri sendiri.” jelas Atsy seperti dikutip dalam keterangan siaran persnya di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi Kamga sendiri, ia menginterpretasikan acoustic version ini seperti sedang berbicara dengan diri sendiri didalam hati. “Sebuah percakapan yang tidak lagi dibalut teriakan amarah seperti pada original version sebelumnya, diversi ini kami bawakan nada yang lebih tenang dan saling memahami” jelas Kamga mengenai konsep single terbarunya ini.

Monster mengisahkan tentang akibat dari tekanan yang bertubi-tubi terhadap state of mind seseorang. Cobaan yang menyerang dari berbagai arah membuatnya tak lagi bisa menjadikan lari sebagai pilihan. Saat terpojok, insting naluri manusia yang mirip dengan binatang mengambil peran. Menyerah dan mati dalam keadaan, atau berubah menjadi ‘monster’ yang lebih besar dari masalah tersebut, dan memakannya balik.

“Menurut kami, Atsy & Kamga sangat serius menjalani lagu ini.Terlihat sekali dalam pembuatan lagu ini, mereka sangat passionate, Sehingga yang dihasilkan lebih keren daripada yang dibayangkan. Sukses selalu untuk Kamga dan Atsy!” Ujar Reza ‘Arap’ Oktovian.

Saat ini, versi akustik single Monster sudah dapat dinikmati pada digital platform seperti Spotify, Itunes, Google Play Music dan Soundcloud. Penasaran?

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending