Connect with us

Berita Music

Sembuh Dari Bipolar, Aida Saskia Bangkit Lagi Dengan ‘Ayam Jago’

Published

on

FEM Indonesia – Roket’s Label wadah baru besutan Nagaswara yang resmi di luncurkan juga memunculkan artis dan penyanyi lawas, Aida Saskia yang pernah beken.

Aida begitu semangat untuk eksis lagi lewat label baru yang menaungi lagu andalanya, ‘Ayam Jago’ yang dirilis kembali dengan tampilan baru dan moderen.

“Alhamdulilah saya dikasih kesempatan sama Pak Rahayu untuk eksis lagi di industri Musik lewat label barunya Roket’s,” ujar Aida Saskia di acara peluncuran Roket’s label dan ultah bos Nagaswara Rahayu Kertawiguna di Ashley Hotel, Wahid Hasyim, Jakarta, Jum’at (31/1/2020).


Mengenai kenapa merilis lagu lama, Aida mengaku bahwa itu Saran dan permintaan Pak Rahayu sebagai CEO Roket’s Label yang memiliki feeling sendiri, soal lagu yang bakal diterima pasar. “Diterima atau tidak nantinya, sebagai penyanyi saya ikut aja dan tetap yakin,” tambah Aida.

Kembalinya ke Industri Musik dangdut kata mantan Disc Jokey ini sebenarnya sudah disiapkan single baru yang tak kalah kuat dengan Ayam Jago, Judulnya SKSD. Tapi lantaran perhitungan bisnis, maka sang produser memilih tembang lawas itu dirilis duluan.

“Saya berharap pilihan Pak Rahayu benar, sehingga karier saya bisa kembali lagi seperti dulu dan bisa mengembalikan kepercayaan diri saya yang sempat jatuh sakit,” ungkap penyanyi asal Bogor, berusia 35 tahun ini. Seperti diketahui, Aida sempat mengidap sakit Bipolar, yang membuat pengidapnya berusaha melakukan bunuh diri. Tapi kini Aida mengaku sudah pulih sehat dan siap kembali berkreasi di musik.

“Alhamdulilah sekarang udah baikan, semua itu karena banyak support dari keluarga dan teman-teman. Termasuk Pak Rahayu, dengan nantinya single Ayam Jago yang kembali sukses, bisa menjadi hiburan buat saya,” tandas Aida.

Music

Vokalnya Mirip Michael Buble, Pebrio A. Ryan Rilis “Tetap Setia”

Published

on

FEM Indonesia – AK Production melahirkan seorang penyanyi pendatang baru, Pebrio A. Ryan. Adalah pemandu bakat, dan musisi kenamaan Ageng Kiwi, yang menemukan penyanyi bersuara emas ini.

Ageng telah mempersiapkan penyanyi bersuara bariton ini untuk menjadi satu nama yang fenomenal dalam industri musik Indonesia lewat karyanya di single, “Tetap Setia”.


“Kehadiran Pebrio A. Ryan, bukan semata-mata karya personal, melainkan karya kolektif bagi kemajuan industri musik Indonesia yang kurang menentu seperti saat ini,” ujar Ageng Kiwi di acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-10 Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, Bekasi, Sabtu (22/02/2020).

Awal tahun 2020 ini, kata Ageng, diharapkan dapat menjadi momentum positif bagi lahirnya penyanyi baru Indonesia, kategori pria. Sebab menurut Ageng, saat ini industri musik Indonesia mengalami kelangkaan penyanyi profesional populis, khususnya penyanyi pria. “Kita harapkan Pebrio dapat mengisi kekosongan ini,” harap musisi multi genre ini.


Sementara, Pebrio A. Ryan menjelaskan, tidak mudah mendapatkan lagu yang sesuai. Lagu ‘Tetap Setia’ yang arrasemennya digarap Echal Gumilang & AK Pro Team. “Saya tidak memerlukan instrumen lain untuk mendapatkan feel lagu ini. Saya merasa menemukan warna musik yang sudah sesuai dengan karakter vokal saya. Musiknya juga _easy listening,” ujarnya.

Pria yang pernah menjuarai ajang Bintang Radio Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, tahun 2011 lalu, soal musik yang dibawakan mengaku lebih banyak berkutat dengan musik pop. Tapi tak hanya sekedar pop biasa. Vokal Pebrio terasa pas dengan lagu nada-nada mellow (lembut), namun resembling jazz_ (mendekati warna musik jazz). Bahkan warna vocal dan gayanya bernyanyi mirip-mirip penyanyi dan aktor kenamaan asal Kanada, Michael Buble, yang dia idolakan.


Pebrio semakin yakin dengan passion-nya menyanyi. Hal ini menurutnya bagian dari cara dia melebarkan sayap berkarir di industri hiburan. Tak butuh alasan yang rumit, kata Pebrio, untuk mencintai lagu. “Seseorang bisa menyukai lagu, mungkin karena liriknya menyentuh, atau nadanya enak. Bahkan bisa juga karena lagu itu mewakili peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam hidup,” ujar artis yang sudah membintangi puluhan iklan produk jasa, konten provider, makanan dan minuman ini. Lewat lagu yang dinyanyikannya, Pebrio ingin membuat setiap orang bahagia. Dimulai dari hal paling dasar, yaitu musik sebagai hiburan.

“Musik itu teman. Bahagia dimulai dari bernyanyi. Musik membantu mereka yang sulit menggambarkan perasaan atau meluapkan emosi,” tandas kelahiran Berau Kalimantan Timur, 15 April 1992 ini.

Continue Reading

Music

Terinspirasi Ninja Turtles, The Angels Percussion Rilis “Super Power Cowa Bongo”

Published

on

FEM Indonesia – Pada 14 Februari 2020 lalu menjadi spesial bagi The Angels Percussion untuk berbagi kado kebahagiaan kasih sayang.

The Angels Percussion merilis sebuah single terbaru yang berjudul Super Power Cowa Bongo! Terinspirasi dari 4 karakter Teenage Mutant Ninja Turtles yang selalu menyuarakan semangat pantang menyerah, dengan teriakannya “Super Power Cowa Bongo!”.


Lagu bercerita tentang Semangat Hidup, untuk terus melangkah dan bergerak tanpa henti. Walaupun masalah akan selalu ada, pastikan ada jalan keluarnya. Bicarakan, suarakan, jangan hanya dipikirkan. The Angels Percussion percaya, setiap manusia pasti memiliki kekuatan super didalam dirinya!.

Uzie dan Ochy (The Angels Percussion) juga menggandeng dua penyanyi wanita lainnya, Alma Raihannah (Voc) dan Yacko (Rap). Tetap hadir dengan konsep duo drumer perkusionis mengusung musik Electronic Dance Music menjadikan duo drummer cantik yang bersinerji dengan alunan vocal dan rap ini semakin unik.

Proses terciptanya lagu masih dikerjakan bersama dengan produser musik single/lagu sebelumnya, yakni Dimas Achonk (Studio Mimpi) dan di rilis secara digital (apple music, spotify, joox melalui digital partner INSIDE INDO.

Continue Reading

Music

Kamga dan Atsy Kembali Ciptakan ‘Monster’ Versi Akustik

Published

on

FEM Indonesia – Sukses dengan single perdananya ‘Monster’ bersama dengan Attila Syah (Atsy) yang diluncurkan pada Desember 2019 lalu, Kamga kembali mengeluarkan sentuhan yang berbeda untuk single ini dalam format akustik.

Berkolaborasi dengan Pluus Record, sebuah record label yang didirikan oleh Reza ‘Arap’ Oktovian, single Monster versi akustik ini resmi diluncurkan pada Jumat, 14 Februari 2020 diseluruh digital platform.

Berbeda dengan single Monster sebelumnya, single Monster kali ini menyuguhkan sentuhan emosi yang berbeda. Dengan musik akustik dan karakter suara Kamga yang luar biasa, lagu ini berhasil membawa suasana menerawang yang berbeda dari lagu sebelumnya yang mengutamakan irama synth pad.

“Perbedaan accoustic version ini dengan original version, kami lebih menunjukkan kemarahan pada diri sendiri.. Sementara acoustic version lebih menunjukkan berdialog dan berbicara dengan diri sendiri.” jelas Atsy seperti dikutip dalam keterangan siaran persnya di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi Kamga sendiri, ia menginterpretasikan acoustic version ini seperti sedang berbicara dengan diri sendiri didalam hati. “Sebuah percakapan yang tidak lagi dibalut teriakan amarah seperti pada original version sebelumnya, diversi ini kami bawakan nada yang lebih tenang dan saling memahami” jelas Kamga mengenai konsep single terbarunya ini.

Monster mengisahkan tentang akibat dari tekanan yang bertubi-tubi terhadap state of mind seseorang. Cobaan yang menyerang dari berbagai arah membuatnya tak lagi bisa menjadikan lari sebagai pilihan. Saat terpojok, insting naluri manusia yang mirip dengan binatang mengambil peran. Menyerah dan mati dalam keadaan, atau berubah menjadi ‘monster’ yang lebih besar dari masalah tersebut, dan memakannya balik.

“Menurut kami, Atsy & Kamga sangat serius menjalani lagu ini.Terlihat sekali dalam pembuatan lagu ini, mereka sangat passionate, Sehingga yang dihasilkan lebih keren daripada yang dibayangkan. Sukses selalu untuk Kamga dan Atsy!” Ujar Reza ‘Arap’ Oktovian.

Saat ini, versi akustik single Monster sudah dapat dinikmati pada digital platform seperti Spotify, Itunes, Google Play Music dan Soundcloud. Penasaran?

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending