Connect with us

FEM Depok

Sidak PPKM di Depok, Sasar Tempat Rawan Kerumunan

Published

on

FEM DEPOK – Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pada hari Senin (18/1/2021) melakukan pelda inspeksi mendadak (Sidak) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sidak akan menyasar ke sejumlah tempat yang dianggap rawan kerumunan. Hal ini dilakukan untuk mengecek penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Depok, Jawa Barat.

Sidak PPKM turut dihadiri oleh Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Metro Depok, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok, Kepala Pengadilan Negeri Depok, Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Satpol PP Kota Depok.

“Hari ini inspeksi pendampingan sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan PPKM di pasar, mal, dan perkantoran. Kita mau lihat bagaimana pelaksanaan PPKM agar benar-benar berjalan dengan baik,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Baleka 2, Balaikota, seperti dikutip dari laman multinewsmagazine.

Idris menambahkan, dalam sidak bila ditemukan masyarakat yang berkerumun akan dikenakan sanksi berupa teguran sampai Rapid Tes Antigen kepada pelanggar.

“Kalau ada kerumunan, kami akan cek dan tanya pemilik kantor kenapa bisa terjadi kerumunan,” tegasnya.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany menjelaskan bahwa sidak melibatkan sekitar 50 personel gabungan. Pihaknya juga menyiapkan masker untuk masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di beberapa lokasi tersebut.

“Sekitar ratusan masker disiapkan untuk diberikan kepada pelanggar, sekalian kami edukasi mereka agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Lienda Ratnanurdiany.

FEM Depok

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Lebaran

Published

on

FEM Depok – Mengenai aturan larangan mudik lebaran tahun ini, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah pusat tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan larangan mudik berlaku mulai 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang.

“Himbauan dari pemerintah harus dipatuhi demi menjaga keamanan dan kesahatan kita semua,” ujar Imam Budi Hartono, baru-baru ini di Depok, Jawa Barat.

Menurutnya, larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat merupakan keputusan yang tepat. Sebab, imbuhnya, kegiatan mudik berisiko memunculkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai nanti kita mudik malah klaster Covid-19 tumbuh lagi yang baru,” katanya. Pria yang akrab dikenal IBH ini menambahkan, bahwa untuk peraturan di daerah yang mengatur tentang mudik tahun ini, lanjutnya, akan meneruskan keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Pihaknya juga telah memberikan sosialisasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Itu kan peraturan dari pusat tinggal diteruskan saja, himbauan Pak Wali Kota kan sudah kepada kita, ASN jangan sampai pulang mudik,” tandasnya.

Continue Reading

FEM Depok

Putus Sebaran Covid 19, Tim Pengabdian Masyarakat UI Sosialisasikan Konsep 5R di Masjid

Published

on

FEM Indonesia – Ragam cara untuk memutus penyebaran virus corona yang hingga kini masih menjadi pandemic di seluruh dunia. Salah satunya di masjid. Sebagai tempat yang selalu didatangi umat untuk melakukan ibadah shalat 5 waktu, masjid dianggap sebagai lokasi riskan akan penyebaran Covid 19.

Untuk itu, belum lama berselang, kolaborasi mahasiswa, dosen dan DPPM Universitas Indonesia melalui Tim Pengabdian Masyarakat UI Go Green menyebarluaskan ide pencegahan penyebaran virus ini di masjid dengan sosialisasi konsep 5R dan pendistribusian perlengkapan kebersihan. Uniknya penyebaran informasi tersebut dilakukan beberapa mahasiswa dari ragam fakultas yang tergabung dalam tim ini di kampung halamannya.

Ketua Pengabdian Masyarakat UI Go Green, Niken Pramanik menyatakan bahwa aktifitas sosialisasi konsep 5R yang dijalankan ini merupakan implementasi dua webinar pada awal Oktober dan pertengahan Desember 2020 yang seharuskan dilakukan di masjid Depok.

“Pandemi ini menyebabkan kegiatan tersebar di beberapa daerah, sesuai dengan daerah asal mahasiswa,” ujarnya.

Niken menambahkan sosialisasi berkonsep 5R cocok diterapkan pada masjid. Pasalnya 5R yakni ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin selalu dikedepankan jamaah yang akan melaksanakan ibadah. Hal ini diakui trainer dan konsultan konsep 5R, Aang Hudaya yang menjadi nara sumber di kedua webinar tersebut.

“Kaitannya di tempat ibadah, saya kira ini sangat sederhana konsepnya. Hanya saja perlu konsistensi dan keistiqomahan, baik dari pengelola masjidnya, jamaah masjidnya atau siapa pun yang datang ke masjid,” jelas Aang.

Ia bahkan menilai konsep 5R yang diadaptasi dari 5S ini tetap dapat dijalankan di masjid. Terlebih jika tidak ada kesadaran dari para jamaah. Sebab itu Aang mengimplementasikan lewat 7 tahapan yaitu pelatihan, pembentukan tim 5R, standardisasi, sosialisasi, implementasi, monitoring dan peninjauan standar.

“Sebelum dan sesudah pandemi Covid-19, masjid pun sudah mengalami masalah kebersihan dan kerapian, di antaranya adalah fasilitas yang kotor dan bau, sampah sandal jemaah yang tidak tertata, fasilitas yang tidak memadai dan lain sebagainya,” ucap Aang lagi.

Selain itu guna mensosialisasikan konsep 5R lebih dekat sekaligus mempraktekkan, Tim Pengabdian Masyarakat UI membagikan masker serta perlengkapan kebersihan pada pewakilan masjid di Jakarta, Probolinggo, Lombok dan Palembang. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

FEM Depok

Kelas Karya UI Ajari Anak Sekolah Bikin Ilustrasi dan Menulis

Published

on

FEM Indonesia – Pembelajaran secara daring kadang membosankan. Untuk itu beberapa mahasiswa Universitas Indonesia yang tergabung dalam Kelas Karya UI memberikan kegiatan bagi siswa/siswi SD, SMP dan SMA berupa tulis menulis dan membuat ilustrasi.

Kegiatan yang dilakukan via daring ini beberapa waktu tersebut diikuti lebih kurang 25 peserta dari SMA dari sejumlah daerah, semisal Jakarta, Bogor, Jawa sampai Sulawesi.

Dalam tulis menulis, para siswa diajari bagaimana menulis cerita baik fiksi maupun non fiksi dan surat penting. Sedangkan untuk ilustrasi, mereka diajari cara mengungkapkan cerita dalam bentuk ilustrasi.

Menurut R. Niken Pramanik, S.S., M.Hum, selaku salah seorang pembimbing Kelas Karya UI, bahasan dalam dua kegiatan itu berkaitan dengan kehidupan keseharian agar para peserta merasa santai saat mengikuti. Sedangkan bagi tingkat SD dan SMP yang ingin berminat serta mengembangkan bakat menggambar, pihaknya bekerjasama dengan komunitas Rumah Tanpa Jendela (RTJ). Namun karena pandemic, kegiatan tersebut untuk sementara tidak aktif.

“Agar peserta tetap dapat melatih menggambar, kami akan membuatkan materi bentuk video. Pun dengan perlengkapan gambar seperti pensil, krayon, pensil warna, buku gambar, spidol dan masih banyak lagi. Kami harap RTJ tetap dapat menjadi wadah yang membantu anak-anak di lingkungannya untuk berekspresi melalui gambar,” kata Niken.

Untuk pengajaran kedua kelas itu, disebutkan, Niken menyebut dilakukan selama tiga hari dengan waktu 90 menit melalui daring. Pihaknya memberikan materi berupa materi fiksi dan non fiksi dengan dua sesi untuk kelas menulis dilanjutkan praktik. Disitu mereka menjelaskan tentang genre, plot, penokohan, langkah-langkah menulis, penjelasan unsur puisi dan fun facts puisi. Juga mengenai cara menulis sinopsis, review buku, surat dan kepenulisan body e-mail. Pun dengan kelas ilustrasi, dimana pihaknya memberikan tutorial menggambar ilustrasi menggunakan aplikasi Adobe Illustrator Draw.

“Semua kami desain secara menarik agar tak bosan. Hasil penulisan mereka keren-keren dalam bentuk puisi, cerita pendek maupun esai singkat. Dua belas karya mereka bisa dilihat di https://kelaskarya-ui2020.medium.com/,” imbuh Niken. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Trending