Connect with us

Music

Single ‘Tak Ada Yang Tak Bisa’ Milik Aletta Stars Karya Faizal Lubis Rilis di 8 Negara

Published

on

FEM Indonesia – Grup ALETTA STARS yang lahir dari ajang audisi aplikasi SMULE di tahun 2019, yang diikuti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Taiwan, dan Hong Kong.

Kini merilis single “Tak Ada Yang Tak Bisa” (TAYTB) sebagai pembuka dari album mereka “Ini Karya ALETTA STARS” yang akan hadir pada 2021 nanti.

Tiga personil Thia, Fikri dan Stevani dalam keterangan persnya, merilis single ini lebih kepada project kemanusiaan, di mana ada persamaan rasa dari musisi Indonesia dan luar negeri di tengah bencana dunia wabah pandemi Covid-19.

“Lagu ini bercerita tentang spirit kemanusiaan dalam menghadapi bencana. Single TAYTB karya dari musisi Faizal Lubis, selain sarat warna, juga merupakan hasil kolaborasi yang sinergis antara ALETTA STARS dengan musisi terkenal lainnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar ketiga personil Aletta Stars. Seperti ada nama Rafli Kande, seniman musik asal Aceh yang mendunia sekaligus anggota parlemen Republik Indonesia.

Liriknya pun mengartikan doa penyemangat dari para orang tua terdahulu, dimana doa tersebut juga untuk kesembuhan dan kembali sehat dari bencana apapun yang mendera manusia di dunia.

Lalu ada Edo Kondologit, salah satu penyanyi terbaik tanah air asal Papua. Juga ada Aweera vokalis dari band rock PELITA LUSOH yang setahun ini lagi ekspansi Go Internasional dari negara asalnya Malaysia. Band beraliran cadas ini terkenal dengan dua lagu dan video klip berjudul “Kekaseh Syurga” dan “PIL”. Banyak awak media asing dari negara-negara di Asia yang memprediksi band ini akan popular dan sehebat band legend SEARCH.

Hadir pula dalam penggarapan nama Azlan yang tergabung di grup musik “Azlan & Typewriter”, artis musik asal negara jiran ini, karya lagunya yang berjudul “Jangan Khianati Aku” juga tengah digandrungi penikmat musik di negara Singapura, Brunei, dan Filipina. Karena dalam waktu sebulan viewers video klipnya di You Tube tembus angka 2 jutaan, ini sebuah kebanggaan industri musik di negaranya.

Proses penggarapan single TAYTB ini dari awal hingga akhir tergolong cepat hanya sekitar 10 hari. Komunikasi dua arah yang dibangun dari inisiasi project Pop Kemanusiaan hingga proses rekaman dan penggarapan video klip padahal dilakukan melalui teleconference aplikasi antara Faizal Lubis selaku produser musik sekaligus founder FABIS STUDIO yang memanajemeni grup vokal ALETTA STARS di Jakarta dengan Osman Arrifin petinggi label musik internasional LIFE RECORDS yang berkantor di tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia dan Hong Kong.

“Mudah-mudahan project Pop Kemanusiaan ini menjadi karya musik yang masterpiece di industri musik Indonesia dan industri musik internasional,” harap Thia.

Sementara Rafli Kande, seniman musik dunia & anggota parlemen Republik Indonesia mengungkapkan, karena musik bagian dari peradaban dunia dan bagian dari identitas bangsa, Ia merasa terpanggil untuk andil dan peduli dengan bencana. “Dalam hal ini lewat musik di project Pop Kemanusiaan. Hal seperti ini juga pernah saya lakukan saat bencana Tsunami di Aceh, ” ujarnya lagi.

Sedangkan Aweera berpendapat, ia dan sahabat musik di negaranya, dari dulu sangat care dan solidaritas untuk membantu korban kemanusiaan. Dan project musik Pop Kemanusiaan ini berbeda dengan lainnya, karena kolaborasi artis musik antar negara.

“Semoga Pop Kemanusiaan dari kolaborasi artis musik antar negara ini menjadi kenangan terindah sepanjang masa,” tegas Azlan. Osman Arrifin mewakili label musik LIFE RECORDS International, mengatakan bahwa project pop kemanusiaan di single Tak Ada Yang Tak Bisa adalah kerjasama kehormatan internasional dibidang musik.

“Semoga lagu karya Faizal Lubis ini sukses di 8 negara dalam pemasaran platform digitalnya. Karena semua penghasilan dari lagu ini akan disumbangkan untuk membantu paramedia dalan penanganan covid 19,” tandas Osman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Music

Singel ‘Resiko Punya Pacar Cantik’ Milik Donny Boy, Hip Hop Rasa Lokal

Published

on

FEM Indonesia – Hip Hop genre musik asal Amerika dirasa mulai bergerak ke arah positif dan signifikan ke musik Indonesia.

Seperti yang dibawakan rapper Donny Boy asli Indonesia. Bersama Nagaswara, Donny merilis single “Resiko Punya Pacar Cantik”. Meski bermain di genre Hip Hop, pria asal Tasikmalaya Jawa Barat ini meramunya dengan rasa lokal.

“Musik Hip Hop yang aku tawarkan sebenarnya juga sudah mengadaptasi kultur Indonesia . Memang basic-nya Hip Hop dari luar negeri, tapi musik aku pastinya adaptasi pasar musik Indonesia,” ujar Donny Boy dikutip dari laman Nagaswara News, Senin (21/9/2020)


Adaptasi kuat musik Hip Hop Donny Boy tak hanya dari sisi musiknya saja. Pasalnya, mantan vokalis band pop Bumi band tak ingin image bad boy di Hip Hop menempel pada dirinya.

“Dari segi lirik juga disesuaikan dengan kultur dan pasar musik sini. Aku bukan bad boy, karena liriknya punya pesan positif dengan bahasa kekinian,” tambah Donny yang juga komposer.

Kata Donny, bahwa karya yang bernilai positif dengan lirik terbilang santun dan pantas dikonsumsi, tentu saja menjadi sesuatu yang spesial di telinga penikmat musik. Donny memastikan, single terbarunya, “Resiko Punya Pacar Cantik” layak dinikmati.

“Pesan positifnya, ya tidak semua pria mampu memberikan semua materi yang diinginkan pasangannya. Tidak semua dinilai dengan uang, meskipun dengan uang semua bisa lebih indah,” pesan Donny Boy mantap.

Continue Reading

Music

Single ‘Disampingku Selamanya’, Mimpi Nyata Kezia Kaithlyn

Published

on

FEM Indonesia – Awalnya suka ngedance, pendatang baru Kezia Kaithlyn kini resmi merilis lagu perdana yang bakal menghiasi warna  musik Indonesia.

“Awalnya memang begitu hanya ngedance. Waktu masih SD setiap ada perlombaan nyanyi, aku disuruh maju. Jadinya keterusan sampai mewakili sekolah dan menjuarai lomba-lomba nyanyi,” kenang Kezia dikutip dari Nagaswara News, baru-baru ini.

Di tahun ini bersama Nagaswara, Kezia lalu merilis single perdana “Disampingku Selamanya”. Singlenya itu diharapkan menjadi jalan sukses di karir musiknya yang mulai diseriusi secara profesional.

“Mohon doa, semoga lagu ini bisa menjadi jalan sukses aku. Banyak sekali harapan yang ingin aku wujudkan lewat karya-karya musik,” harap Kezia.

Single perdana “Disampingku Selamanya” lirik dan musiknya dikerjakan kurang lebih 2 bulanan. Bergenre Future Pop dengan sentuhan RnB digarap Erwin Hadinata & Yuli Prakoso.

Bercerita tentang cinta yang dikhianati. Dimana sepasang kekasih yang awalnya saling mencintai, lalu tiba-tiba salah satu pasangannya berpaling. Padahal ia sudah memberikan kesetiaan dan ketulusan cintanya ternyata tidak membuat pasangannya ada.

Perjalanan karir Kezia di dunia nyanyi dipenuhi dengan berbagai prestasi. Pelajar SMA Kasih Kemuliaan di Jakarta Barat, tercatat pernah bergabung di “Voice of Indonesia”dan Pernah ikut di beberapa Drama Musikal, Salah Satunya Musikal Khatulistiwa. Tahun 2017, Kezia mengikuti “The Voice Kids Indonesia” musim kedua. Sementara, di tahun 2019, ia mewakili Indonesia dalam ajang menyanyi “Asia’s Got Talent” yang disiarkan AXN TV Channel di Malaysia dan Singapura.

Bersama pasangan duetnya, Jordan, Kezia mengusung nama J & K Voices. Mereka berlaga hingga babak final dalam ajang tersebut. Penasaran?

Continue Reading

Music

‘Aku Sing Berjuang Kowe Sing Disayang’ Menuju 1 Juta Viewer

Published

on

FEM Indonesia – Sejak diupload di YouTube sebulan yang lalu, video klip single “Aku Sing Berjuang Kowe Sing Disayang” milik Pasukan Loro Ati (PakLe feat. RPH, Happy Asmara, Ndarboy Genk, dan Pendhosa), sudah dilihat hampir satu juta kali.

Yogi RPH sebagai pencipta lagu sekaligus arsitek project musik bersyukur. Pencipta lagu “Lagi Syantik” juga berharap musik-musik dengan latar budaya daerah dapat terus tumbuh dan memiliki banyak peminat.

“Syukur Alhamdulillah, lagu dan video klip ini direspon masyarakat tanah air. Belum genap sebulan viewersnya di YouTube hampir tembus 1 juta viewers,” ujar Yogi pentolan grup duo RPH dari Nagaswara News, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020).

Sukses project musik ini, tambah Yogi juga tak lepas dari hasil kolaborasi artis penyanyi yang tergabung dalam Pasukan Loro Ati. Katanya, kolaborasi musik seperti ini sangat jarang terjadi. Apalagi, selain memiliki penggemar masing-masing, dukungan tim yang solid turut mempermudah langkah Pasukan Loro Ati.

“Semoga  karya dari Pasukan Loro Ati bersama Nagaswara ini menjadi kebanggan industri musik tanah air. Terimakasih kepada masyarakat yang telah mengapresiasinya lewat viewers YouTube,” pungkas Yogi

Continue Reading

Trending