FEM Indonesia, DEPOK – Mayoritas warga Kota Depok menyatakan puas terhadap penyelenggaraan Lebaran Depok 2026. Hal itu terungkap dalam hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Survei Depok Independent pada Juni 2026.
Survei yang melibatkan 500 responden di 11 kecamatan se-Kota Depok tersebut menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 85 persen. Sementara 10 persen responden tidak memberikan tanggapan dan 5 persen lainnya menyatakan tidak puas terhadap pelaksanaan agenda budaya tahunan tersebut.
Direktur Eksekutif Moh. Khalilou Fadiga mengatakan tingginya tingkat kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh keberhasilan penyelenggara dalam memadukan pelestarian budaya lokal dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM dan kuliner khas daerah.
“Mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Lebaran Depok 2026, baik dari sisi pelestarian budaya maupun manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lebaran Depok 2026 yang berlangsung pada 5 hingga 9 Mei lalu mengusung tema “Depok Rumah Kita”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman masyarakat Kota Depok sebagai rumah bersama bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang suku, budaya, maupun agama.
Selama penyelenggaraannya, berbagai pertunjukan seni dan budaya ditampilkan untuk menghibur masyarakat. Mulai dari tari tradisional dan modern, lenong Betawi, gambang kromong, pembacaan puisi dan sastra, opera, hingga penampilan grup musik yang memadati kawasan Alun-alun Timur Grand Depok City.
Selain itu, sejumlah tradisi khas masyarakat Depok turut dihadirkan sebagai upaya pelestarian warisan budaya lokal. Tradisi tersebut antara lain Motong Kebo Andil, Nyuci Perabotan, Pasar Pengabisan, Rantangan, Ruwahan, Ngaduk Dodol, dan Ngubek Empang.
Tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, Lebaran Depok juga memberikan dampak ekonomi melalui penyelenggaraan bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal. Bazar tersebut menjadi sarana promosi produk sekaligus memperluas interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat yang hadir selama acara berlangsung.
Keberagaman budaya Kota Depok juga tercermin melalui kolaborasi berbagai komunitas budaya yang tampil selama kegiatan. Pertunjukan seni dari komunitas Tionghoa, Hindu Bali, hingga Reog Ponorogo menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat apresiasi dari para pengunjung.
LSDI mencatat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Temuan survei tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan Lebaran Depok sebagai agenda budaya tahunan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan harmoni sosial di tengah keberagaman warga Kota Depok.
Dengan tingkat kepuasan yang tinggi, Lebaran Depok dinilai semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda budaya penting yang menjadi identitas serta kebanggaan masyarakat Kota Depok. [sumber/foto: diskominfodepok]


Tinggalkan Balasan