FEM Indonesia, JAWA TENGAH – Ikatan Pelestari Seni Budaya Indonesia (IPSBI) menggelar kegiatan wisata budaya ke Kabupaten Kudus, Lasem, dan Rembang, Jawa Tengah, pada 8–9 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum IPSBI, Sumarni Padil.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperluas wawasan anggota mengenai kekayaan budaya, sejarah, kerajinan, serta potensi wisata yang dimiliki daerah-daerah di pesisir utara Jawa Tengah, khususnya Kudus, Lasem, dan Rembang.
Selain mengunjungi berbagai destinasi budaya, rombongan IPSBI juga melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus guna mengenal lebih jauh kebudayaan lokal yang berkembang di wilayah tersebut. Dalam pertemuan itu, rombongan diterima langsung Ibu Bupati Endah Sam’ani, Ibu Wakil Bupati Bellinda Putri Belton, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arif Z Tanjung dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus.

Sebelum audiensi berlangsung, peserta diajak menelusuri jejak sejarah pengabdian Raden Ajeng Kartini di Rembang. Kunjungan ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai peran Kartini dalam perjuangan emansipasi perempuan Indonesia serta kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan dan sosial pada masanya.
Rombongan juga mengunjungi salah satu ikon wisata sejarah di Lasem, yakni Rumah Oei. Bangunan bersejarah bergaya Tionghoa-Jawa yang berada di Jalan Jatigoro, Karangturi, Lasem tersebut menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Serta mampir ke kota lama di Semarang.

Rumah Oei didirikan pada tahun 1818 oleh seorang perantau asal Fujian, Tiongkok, bernama Oei Am bersama istrinya, Tjioe Nio, perempuan lokal yang dikenal memiliki kemampuan membatik dan menari. Seiring perjalanan waktu, bangunan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan sempat dikenal sebagai “koplak” atau terminal kereta kuda karena keluarga Oei juga menjalankan usaha transportasi kuda selain bisnis batik.
Namun, akibat dinamika sosial dan ekonomi, bangunan itu sempat terbengkalai selama puluhan tahun. Pada 2016, Rumah Oei direstorasi dan dibuka kembali sebagai pusat seni, budaya, kuliner, museum, sekaligus penginapan yang kini menjadi salah satu destinasi unggulan kawasan “Tiongkok Kecil” Lasem.

Di area depan bangunan terdapat kafe yang berada di bawah rindangnya pohon mangga tua, sementara bagian dalamnya difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi keluarga asli, seperti meja sembahyang, lemari papan arwah, serta berbagai benda peninggalan bersejarah lainnya. Pengunjung juga dapat menginap di area belakang yang telah disiapkan sebagai fasilitas akomodasi.
Ketua Umum IPSBI, Sumarni Padil, mengatakan bahwa kegiatan wisata budaya ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam.

“Kita sebagai pelestari seni dan budaya Indonesia semakin mengerti betapa banyak tempat wisata, kerajinan, dan budaya lokal yang dapat kita pelajari, lestarikan, serta kembangkan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sumarni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas sambutan yang diberikan kepada rombongan IPSBI.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam acara silaturahmi ini. Saya, selaku Ketua Ikatan Pelestari Seni dan Budaya Indonesia (IPSBI), mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati, Ibu Wakil Bupati, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus yang telah berkenan menerima dan menyambut kehadiran kami dengan sangat baik,” kata Sumarni.

Ia menjelaskan bahwa selain menjalin silaturahmi, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk mengenal lebih dekat budaya lokal serta berbagai produk kerajinan dan UMKM yang berkembang di Kabupaten Kudus.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk membangun sinergi dan kerja sama dalam mengembangkan potensi UMKM serta pelestarian budaya Kabupaten Kudus di masa mendatang,” tambahnya.

Tur wisata budaya IPSBI diikuti oleh sejumlah anggota, antara lain Sumarni Padil, Annie Anggraini, Tiok Margono, Harni Iriani, Ira Sutjiawati, Erlina, Sita Dewi, Roos Bamba, Iis Syam, Yulien, Yaya RQ, Rieke Sulandari, Yuyun, Zul Marni, Nina Siregar, Tatiek, Puncky P., Maya Saroso, Putri, Ambar P. Candisari, Ebi Rama, serta tim pendamping perjalanan budaya.
Melalui kegiatan ini, IPSBI sukses mengumjungi sejumlah Museum yaitu Museum Pengabdian Kartini, Oemah Batik Tiga Negeri dan Rumah Merah Heritage dan Klenteng Cu An Kiong abad 13 serta Kunjungan Dekranasda. Selain itu, bertemu dengan Ibu bupati Ibu wakil bupati dan dinas pariwisata Di kantor bupati dan berkunjung ke Menara kudus, Museum Kretek dan Museum Jenang kudus. Acara lainnya, Kocok arisan di Hotel Central diakhiri mampir kota lama Semarang.
Dalam acara kali ini, IPSBI berharap dapat terus mendorong pelestarian warisan budaya nasional sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas budaya, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.


Tinggalkan Balasan