Femindonesia.com, JAKARTA – Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor terbaru berjudul Paket Santet. Film produksi BASE Entertainment ini resmi meluncurkan trailer dan poster perdananya dalam acara yang digelar di CGV FX Sudirman, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Peluncuran tersebut dihadiri sutradara Dinna Jasanti, produser sekaligus Co-Founder BASE Entertainment Aoura Lovenson Chandra, serta para pemain, di antaranya Fatih Unru, Yasamin Jasem, Azela Putri, Fadly Faisal, Gabriella Ekaputri, Farandika, dan Fiki Naki.
Bagi Dinna Jasanti, Paket Santet menjadi film horor pertama yang disutradarainya setelah selama ini dikenal lewat karya-karya bergenre drama. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah menghadirkan konsep horor yang berbeda dari film-film bertema santet yang sudah ada.

“Saya berpikir santet biasanya dikirim melalui medium tertentu. Sementara paket adalah sesuatu yang sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan begitu mudah masuk ke rumah. Dari situ muncul ide bagaimana santet dikirim melalui sebuah paket,” ujar Dinna.
Ia mengaku terinspirasi dari kebiasaan masyarakat yang hampir setiap hari mendengar teriakan “paket” dari kurir. Situasi yang terasa biasa itu kemudian diolah menjadi titik awal sebuah kisah mencekam, ketika paket yang dibuka justru membawa kutukan yang terus memburu korbannya.
“Sebagai sutradara, tugas saya adalah membangun bagaimana karakter-karakter dalam film berusaha keluar dari kutukan tersebut, namun terus dihantui teror yang tidak berkesudahan,” katanya.

Sementara itu, produser Aoura Lovenson Chandra mengatakan, BASE Entertainment ingin menghadirkan pengalaman horor yang segar dengan mengangkat premis yang belum banyak dieksplorasi di perfilman Indonesia.
“Selama ini masyarakat mungkin tidak pernah membayangkan santet bisa dikirim lewat paket. Padahal paket adalah sesuatu yang bisa masuk ke ruang yang sangat personal. Dari situlah kami tertarik mengembangkan cerita ini,” ujarnya.
Keunikan lain dalam film ini adalah penggunaan lebah sebagai medium santet. Menurut Aoura, selama ini medium santet di layar lebar lebih banyak digambarkan melalui ular atau kelabang, sehingga pihaknya memilih pendekatan yang berbeda.
“Belum banyak yang mengangkat lebah sebagai medium santet di film. Karena itu kami mencoba menghadirkan sesuatu yang baru agar terasa lebih segar bagi penonton,” tuturnya.

Salah satu pemain, Fiki Naki, mengaku sempat tidak percaya ketika mendapat tawaran bermain dalam Paket Santet. Kreator konten yang baru menjajal dunia akting itu mengatakan pengalaman mengikuti proses reading menjadi momen yang membuatnya yakin akan terlibat dalam film tersebut.
“Saya langsung berpikir, wah benar nih jadi aktor. Saya tidak punya latar belakang akting dan belum pernah ikut kursus. Awalnya memang cukup sulit karena lebih terbiasa membuat konten YouTube. Tapi saya berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Fiki.
Film Paket Santet dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Aoura berharap film ini mampu menghadirkan pengalaman horor yang menegangkan sekaligus menjadi hiburan berkualitas bagi masyarakat. Film tersebut direncanakan untuk penonton berusia 13 tahun ke atas, sehingga dapat dinikmati kalangan remaja maupun dewasa.


Tinggalkan Balasan